Berita Terbaru
BAZNAS dan BPS Siap Bersinergi Dalam Penyediaan Data Yang Lebih Akurat
BAZNAS Pesisir Barat Dorong Literasi Zakat: Sinergi Nasional untuk Optimalkan Potensi Rp327 Triliun
Pesisir Barat — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat mengajak masyarakat untuk semakin memahami peran strategis zakat dalam pembangunan ekonomi dan kesejahteraan umat. Hal ini merujuk pada langkah yang dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian PPN/Bappenas dalam memperkuat sinergi optimalisasi potensi zakat nasional.
Berdasarkan rilis resmi BAZNAS RI, potensi zakat di Indonesia diperkirakan mencapai Rp327 triliun per tahun. Namun, realisasi penghimpunannya saat ini masih sekitar 10 persen. Hal ini menunjukkan peluang besar untuk meningkatkan kontribusi zakat dalam mendukung pembangunan nasional.
Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menegaskan bahwa optimalisasi zakat merupakan bagian dari arahan Presiden, yang mencakup penguatan pengumpulan zakat hingga tingkat desa, integrasi data antar lembaga, serta digitalisasi sistem pengelolaan zakat.
Sementara itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menyampaikan bahwa peningkatan penghimpunan zakat hingga dua kali lipat sangat memungkinkan. Bahkan, kenaikan dari 10 persen ke 20 persen sudah mencerminkan pertumbuhan sebesar 100 persen.
“Zakat memiliki peran penting dalam mendorong kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang tidak hanya berbasis syariat, tetapi juga tata kelola, teknologi, dan kebijakan,” ujarnya.
Dalam mendukung hal tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) juga siap bersinergi dalam penyediaan data yang lebih akurat. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan bahwa ke depan akan dilakukan pembaruan perhitungan potensi zakat melalui survei atau sensus pada tahun 2026.
BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat menilai bahwa langkah ini sangat penting untuk memastikan zakat tersalurkan secara tepat sasaran kepada para mustahik (penerima zakat). Dengan dukungan data yang lebih detail, penyaluran zakat diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Selain itu, pengembangan program kolaboratif ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf) juga terus didorong, khususnya pada sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat, serta perlindungan sosial.
Melalui edukasi ini, BAZNAS Pesisir Barat mengajak seluruh masyarakat untuk:
Meningkatkan kesadaran dalam menunaikan zakat
Menyalurkan zakat melalui lembaga resmi
Mendukung program pemberdayaan umat berbasis zakat
Dengan sinergi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat, zakat diharapkan dapat menjadi pilar penting dalam mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial di Indonesia.
BERITA08/04/2026 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
BAZNAS PESISIR BARAT Sampaikan Informasi Edukatif Terkait Rekrutmen Paskibraka
BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat Sampaikan Informasi Edukatif Terkait Rekrutmen Paskibraka
Pesisir Barat — Dalam rangka memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat, BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat menyampaikan bahwa kegiatan rekrutmen calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Kabupaten Pesisir Barat merupakan momentum penting dalam pembinaan generasi muda.
Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, dalam keterangannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni pembukaan, melainkan langkah awal dari perjalanan mulia bagi para pemuda dan pemudi daerah. Menjadi anggota Paskibraka tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan baris-berbaris atau pengibaran bendera, tetapi juga sebagai proses mendalami serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat dalam hal ini tidak terlibat sebagai pelaksana kegiatan, melainkan sebatas menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat, agar nilai-nilai positif yang terkandung dalam proses pembinaan Paskibraka dapat dipahami secara luas.
Secara filosofis, baris-berbaris mencerminkan keteraturan hidup, kedisiplinan jiwa, serta keselarasan antara niat dan tindakan. Sementara dalam perspektif agamis, nilai-nilai tersebut sejalan dengan ajaran kebaikan—tentang amanah, tanggung jawab, dan keikhlasan dalam menjalani setiap peran kehidupan.
Melalui penyampaian informasi ini, BAZNAS berharap masyarakat dapat melihat bahwa pembinaan generasi muda bukan hanya tanggung jawab institusi tertentu, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam membentuk insan yang berkarakter, berakhlak, dan memiliki kesadaran spiritual yang kuat.
Pada akhirnya, setiap langkah generasi muda dalam proses pembinaan seperti Paskibraka adalah bagian dari perjalanan menuju kebaikan yang lebih luas. Dan dalam setiap niat baik yang disertai keikhlasan, terdapat nilai ibadah yang menjadi bekal dalam kehidupan dunia dan akhirat.
BERITA08/04/2026 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
Saat Diri Merasa Kontribusinya Pusat Kendali Sejatinya Dia Terjebak Dalam Ilusi Peran
Ada jenis pola pikir yang secara halus _berpenyakit, yakni ketika seseorang diam-diam merasa dirinya lebih unggul, namun di saat yang sama menunjukkan kerendahan hati yang semu—misalnya dengan terlalu cepat meminta maaf sebelum berbicara. Sikap ini bukan semata-mata kerendahan hati, melainkan indikasi adanya konflik batin: di satu sisi ingin terlihat baik, di sisi lain menyimpan keyakinan bahwa dirinya lebih benar atau lebih penting.
Fenomena ini serupa dengan seorang wakil yang merasa tanpa dirinya pekerjaan tidak akan selesai, sementara ketua hanya dianggap sekadar mengetahui. Cara berpikir seperti ini keliru dan rancu. Ia gagal memahami hakikat perannya sendiri. Seorang wakil sejatinya adalah perpanjangan tangan dari ketua—perannya membantu, bukan mengambil alih makna kepemimpinan.
Ketika seseorang mulai merasa bahwa kontribusinya adalah pusat dari segalanya, ia sedang terjebak dalam ilusi peran. Ia lupa bahwa tugas yang ia jalankan bukanlah milik pribadinya, melainkan bagian dari tanggung jawab yang lebih besar dan terstruktur. Kesadaran ini penting, karena tanpa itu, yang muncul bukanlah profesionalisme, melainkan ego yang dibungkus dengan sikap seolah-olah rendah hati.
Tulisan ini menjadi pengingat: merasa diri _paling baik_ sering kali bukan tanda keunggulan, melainkan tanda bahwa seseorang belum sepenuhnya memahami posisi dan tanggung jawabnya. Profesionalisme sejati lahir dari kejernihan peran, ketulusan dalam bekerja, serta kemampuan menempatkan diri secara proporsional—bukan dari kebutuhan untuk diakui sebagai yang paling berkontribusi.
BERITA08/04/2026 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
BCA Syariah Perkuat Kolaborasi Dengan BAZNAS
BCA Syariah Perkuat Kolaborasi dengan BAZNAS, Hadirkan Fitur ZIS Digital untuk Tingkatkan Partisipasi Masyarakat
Jakarta, 6 April 2026 — PT Bank BCA Syariah terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengelolaan dana sosial keagamaan dengan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia. Kolaborasi ini diwujudkan melalui penyaluran zakat nasabah dan infak perusahaan, sekaligus peluncuran fitur Donasi (Zakat, Infak, Sedekah/ZIS) pada aplikasi mobile banking BSya.
Langkah strategis ini menjadi terobosan penting dalam memperluas akses masyarakat untuk menunaikan kewajiban zakat serta berbagi melalui infak dan sedekah secara digital. Dengan integrasi langsung ke platform resmi seperti BAZNAS, masyarakat kini dapat menyalurkan dana sosial secara lebih mudah, aman, dan terpercaya.
Presiden Direktur BCA Syariah, Yuli Melati Suryaningrum, menegaskan bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan hanya ibadah, tetapi juga instrumen penting dalam membangun kekuatan ekonomi umat dan mempererat solidaritas sosial. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi dengan BAZNAS bertujuan menghadirkan dampak nyata bagi para mustahik.
Hingga tahun 2025, kerja sama antara BCA Syariah dan BAZNAS RI telah memberikan manfaat kepada sedikitnya 82 pelaku usaha mikro. Program ini membantu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui dukungan yang berkelanjutan.
Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyambut baik inovasi layanan digital ini. Menurutnya, kehadiran fitur ZIS di aplikasi BSya akan semakin mempermudah masyarakat dalam menunaikan zakat, termasuk zakat fitrah, serta infak dan sedekah secara praktis dari perangkat mobile.
Selain di tingkat nasional, peran edukasi kepada masyarakat juga terus diperkuat di daerah. Salah satunya dilakukan oleh BAZNAS di wilayah Pesisir Barat yang aktif mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya zakat, infak, dan sedekah serta pemanfaatannya untuk pemberdayaan ekonomi umat. Edukasi ini menjadi kunci dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat agar potensi zakat dapat tergali secara optimal.
Peluncuran fitur Donasi pada aplikasi BSya diharapkan menjadi momentum peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah berbasis digital. Dengan kemudahan ini, BCA Syariah optimistis dapat mendorong lebih banyak masyarakat untuk berkontribusi dalam kegiatan sosial yang berdampak luas dan berkelanjutan.
Berita ini disusun berdasarkan rilis resmi dari BAZNAS RI.
BERITA08/04/2026 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
Santri SCB Tembus PTN,Bukti Zakat Berperan Penting Bagi Dunia Pendidikan
BAZNAS Pesisir Barat Edukasi Masyarakat: Santri SCB Tembus PTN Bukti Zakat Mampu Ubah Masa Depan
Pesisir Barat — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat mengajak masyarakat untuk semakin memahami peran penting zakat dalam bidang pendidikan. Hal ini disampaikan menyusul keberhasilan santri Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB) yang kembali menorehkan prestasi dengan lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.
Berdasarkan rilis resmi Badan Amil Zakat Nasional RI, sebanyak sembilan santri SCB berhasil diterima di berbagai PTN ternama di Indonesia. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan zakat yang optimal dapat membuka akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
BAZNAS Pesisir Barat menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan hanya sekadar capaian akademik, tetapi juga menjadi contoh konkret bagaimana zakat dapat menjadi solusi strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Sekretaris Utama BAZNAS RI, Subhan Cholid, dalam keterangannya menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menilai bahwa dukungan para muzaki serta pengelolaan zakat yang profesional menjadi kunci keberhasilan para santri.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa zakat memiliki kekuatan besar dalam membantu anak-anak dhuafa untuk bersaing di tingkat nasional, ujarnya.
BAZNAS Pesisir Barat juga mengedukasi masyarakat bahwa program pendidikan seperti Sekolah Cendekia BAZNAS merupakan bagian dari upaya transformasi mustahik menjadi muzaki. Melalui pendidikan yang terintegrasi—meliputi akademik, adab, kepemimpinan, dan kewirausahaan—santri dibekali untuk menjadi generasi unggul dan mandiri.
Adapun sembilan santri yang berhasil lolos melalui SNBP 2026 antara lain diterima di IPB University, Universitas Indonesia, Universitas Cenderawasih, dan Universitas Pendidikan Indonesia dengan berbagai program studi.
BAZNAS Pesisir Barat berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi para pelajar, khususnya di daerah, untuk terus berprestasi dan tidak menyerah pada keterbatasan ekonomi.
Selain itu, masyarakat juga diajak untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, khususnya dalam sektor pendidikan.
Dengan sinergi antara muzaki, lembaga pengelola zakat, dan penerima manfaat, diharapkan semakin banyak generasi muda Indonesia yang mampu meraih pendidikan tinggi dan keluar dari lingkaran kemiskinan.
BERITA08/04/2026 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
Surat Edaran Bupati 190.2026 Bagian Dari Bukti Nyata Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat Hadir Untuk Masyarakat
BAZNAS Pesisir Barat Perkuat Gerakan Zakat, Infak, dan Sedekah: Dorong Kesadaran Spiritual dan Kepedulian Sosial ASN
Pesisir Barat – Upaya memperkuat kepedulian sosial dan nilai-nilai spiritual di lingkungan aparatur pemerintah terus digalakkan. Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat melalui kebijakan resmi Bupati mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk aktif dalam Gerakan Sadar Zakat, Infak, dan Sedekah melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat.
Gerakan ini tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai panggilan moral dan spiritual bagi setiap individu. Dalam ajaran Islam, zakat, infak, dan sedekah merupakan bentuk ibadah yang memiliki dimensi luas—tidak hanya berdampak pada kesejahteraan sosial, tetapi juga menjadi sarana penyucian jiwa dan harta.
Secara teologis, anjuran untuk bersedekah sangat kuat dalam Islam. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an bahwa harta yang disedekahkan tidak akan berkurang, melainkan akan dilipatgandakan pahalanya. Selain itu, Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa sedekah adalah bukti keimanan dan dapat menjadi penolak bala. Dengan demikian, gerakan ini sejalan dengan nilai-nilai fundamental agama yang mendorong umat untuk saling membantu dan berbagi.
Lebih jauh, manfaat sedekah tidak hanya dirasakan oleh penerima, tetapi juga oleh pemberi, baik secara lahir maupun batin. Dari sisi lahiriah, sedekah berkontribusi dalam mengurangi kesenjangan sosial, membantu masyarakat kurang mampu, serta memperkuat ketahanan ekonomi umat. Dana yang dihimpun melalui BAZNAS dapat disalurkan untuk berbagai program produktif dan konsumtif, mulai dari bantuan sosial, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi.
Sementara itu, dari sisi batiniah, sedekah menghadirkan ketenangan hati, menumbuhkan rasa syukur, serta membersihkan sifat kikir dan cinta berlebihan terhadap dunia. Orang yang gemar bersedekah cenderung memiliki empati tinggi, hubungan sosial yang lebih harmonis, serta keyakinan spiritual yang lebih kuat. Inilah esensi dari keberkahan, di mana harta yang sedikit namun disertai keikhlasan dapat memberikan dampak yang jauh lebih besar.
Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat, Faisol Mudain, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Pesisir Barat _Dedi Irawan beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat atas dukungan penuh dalam mengoptimalkan pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di lingkungan pemerintah daerah.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi faktor kunci dalam meningkatkan efektivitas pengumpulan dan penyaluran ZIS secara profesional, transparan, dan akuntabel. _Kami sangat mengapresiasi komitmen Bupati dan seluruh jajaran yang telah memberikan ruang dan dukungan nyata bagi BAZNAS untuk menjalankan amanah ini. Semoga sinergi ini terus terjaga demi kesejahteraan masyarakat Pesisir Barat, ujarnya.
Dengan adanya gerakan ini, diharapkan kesadaran kolektif ASN semakin tumbuh, tidak hanya sebagai kewajiban formal, tetapi sebagai bagian dari gaya hidup yang berlandaskan nilai ibadah. Pada akhirnya, zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar aktivitas memberi, melainkan investasi jangka panjang yang menghadirkan keberkahan, baik di dunia maupun di akhirat.
BERITA07/04/2026 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
BAZNAS PESISIR BARAT Jalin Kerjasama Dengan Yayasan Krui Maju Sejahtera
BAZNAS Pesisir Barat Jalin Kerja Sama dengan Yayasan Krui Maju Sejahtera untuk Kemaslahatan Umat
Pesisir Barat – BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat resmi menjalin kerja sama dengan Yayasan Krui Maju Sejahtera dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Pesisir Barat, Lampung. Kerja sama ini dituangkan dalam sebuah Nota Kesepahaman (MoU) yang mencakup berbagai program sosial, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi umat.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, ruang lingkup kerja sama meliputi penghimpunan dana Infak, sedekah, serta dana sosial keagamaan lainnya. Selain itu, kedua pihak juga akan fokus pada penyaluran bantuan sosial, pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat, serta kegiatan di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kemanusiaan. Tidak kalah penting, pelaporan dan monitoring kegiatan juga menjadi bagian utama dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas program.
Dalam kerja sama ini, Yayasan Krui Maju Sejahtera sebagai pihak pertama memiliki hak untuk mendapatkan dukungan program serta pembinaan dan supervisi dari BAZNAS. Di sisi lain, yayasan berkewajiban menjalankan program sesuai kesepakatan, menyampaikan laporan penggunaan dana secara berkala, serta menjaga transparansi dalam setiap kegiatan.
Sementara itu, BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat sebagai pihak kedua berhak melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program yang dijalankan, serta menerima laporan kegiatan dari pihak pertama. BAZNAS juga berkewajiban menyalurkan dana sesuai kesepakatan, memberikan pendampingan program, serta melakukan pembinaan kelembagaan kepada yayasan.
Pelaksanaan kegiatan akan dilakukan berdasarkan proposal yang telah disepakati bersama serta rencana kerja dan anggaran (RKA) yang disusun secara matang oleh kedua pihak.
Apa Itu MoU?
Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) adalah dokumen kesepakatan antara dua pihak atau lebih yang berisi komitmen untuk bekerja sama dalam suatu bidang tertentu. MoU menjadi dasar hukum awal sebelum pelaksanaan kerja sama yang lebih teknis dan rinci.
Manfaat MoU
Adapun manfaat dari MoU antara lain:
Memberikan kejelasan peran dan tanggung jawab masing-masing pihak
Menjadi dasar pelaksanaan program yang terarah dan terukur
Meningkatkan kepercayaan dan profesionalitas antar lembaga
Memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana
Mempermudah monitoring dan evaluasi kegiatan
Tujuan Utama
Kerja sama ini bertujuan utama untuk meningkatkan kemaslahatan masyarakat Pesisir Barat melalui penguatan program sosial dan pemberdayaan. Dengan sinergi antara BAZNAS dan Yayasan Krui Maju Sejahtera, diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan, mengurangi kemiskinan, serta memperluas akses pendidikan dan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan program-program yang tepat sasaran dan berkelanjutan demi terwujudnya masyarakat Pesisir Barat yang lebih sejahtera dan mandiri.
BERITA07/04/2026 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
BAZNAS Pesisir Barat dan Yayasan Krui Maju Sejahtera Jalin Kerja Sama Strategis
PESISIR BARAT – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Yayasan Krui Maju Sejahtera. Kesepakatan ini ditandai dengan prosesi penandatanganan berkas kerja sama yang berlangsung di Kantor BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat pada Selasa, 7 April 2026.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Pesisir Barat, Ustadz Faisol Mudain, bersama Ketua Yayasan Krui Maju Sejahtera, Bapak Riza Efedi, A.Md.Kep.
Sinergi demi Kesejahteraan Umat
Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat program pemberdayaan masyarakat dan penyaluran bantuan sosial di wilayah Pesisir Barat agar lebih tepat sasaran.
Dalam sambutannya, Ustadz Faisol Mudain menyampaikan bahwa sinergi ini merupakan langkah nyata dalam mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kemaslahatan warga.
"Kami berharap kolaborasi dengan Yayasan Krui Maju Sejahtera dapat mempercepat distribusi bantuan, khususnya di bidang kesehatan dan sosial, mengingat latar belakang dan dedikasi yayasan yang sudah teruji," ujar Ustadz Faisol.
Fokus pada Aksi Nyata
Senada dengan hal tersebut, Riza Efedi, A.Md.Kep., menyatakan kesiapannya untuk mengawal implementasi kerja sama ini di lapangan.
Peningkatan Akses Kesehatan: Mengingat latar belakang medis Riza Efedi, program kesehatan bagi masyarakat kurang mampu menjadi salah satu poin krusial.
Pemberdayaan Ekonomi: Pendampingan bagi mustahik agar mampu mandiri secara finansial.
Respons Cepat Bencana: Koordinasi dalam penanganan situasi darurat di wilayah Krui dan sekitarnya.
Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut ditutup dengan foto
BERITA07/04/2026 | Ari beni
Optimalkan Program Zakat, BAZNAS Pesisir Barat Serahkan Berkas Administrasi ke Bagian Kesra
KRUI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat terus berkomitmen meningkatkan efektivitas penyaluran program bantuan bagi masyarakat. Sebagai langkah nyata dalam tertib administrasi, staf BAZNAS Pesisir Barat, Syerli Marlia, mendatangi kantor Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Barat pada Senin, 6 April 2026.
Kedatangan perwakilan BAZNAS ini bertujuan untuk menyerahkan kelengkapan syarat administrasi guna mendukung maksimalnya berbagai program kerja yang telah direncanakan untuk tahun berjalan.
Poin Penting Koordinasi
Pihak BAZNAS menegaskan bahwa sinkronisasi data dan kelengkapan dokumen sangat krusial agar:
Penyaluran Tepat Sasaran: Memastikan data mustahik (penerima zakat) valid dan sesuai dengan standar regulasi pemerintah daerah.
Transparansi Publik: Memenuhi standar pelaporan keuangan dan administrasi yang akuntabel.
Percepatan Realisasi: Mempercepat proses birokrasi agar bantuan dapat segera dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
Sinergi untuk Kesejahteraan Umat
Pihak Dinas/Bagian Kesra menyambut baik proaktifnya staf BAZNAS dalam melengkapi dokumen yang diperlukan. Sinergi antara lembaga pengelola zakat dan pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat jaring pengaman sosial, terutama dalam pengentasan kemiskinan di wilayah Pesisir Barat.
BERITA07/04/2026 | Ari beni
BAZNAS Pesisir Barat dan Yayasan Krui Maju Sejahtera Resmi Teken MoU
PESISIR BARAT – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat resmi menjalin kerja sama strategis dengan Yayasan Krui Maju Sejahtera. Kerja sama ini dikukuhkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Kantor BAZNAS Pesisir Barat pada Selasa, 7 April 2026.
?Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB ini dihadiri oleh pimpinan kedua belah pihak. Penandatanganan nota kesepahaman ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dalam program-program sosial, kemanusiaan, serta pemberdayaan masyarakat di wilayah Pesisir Barat.
?Perwakilan dari BAZNAS Pesisir Barat menyampaikan bahwa sinergi dengan yayasan lokal seperti Krui Maju Sejahtera sangat penting agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan menjangkau pelosok yang sulit diakses.
?"Kerja sama ini adalah langkah nyata untuk memastikan tidak ada warga kita yang berjuang sendirian. Dengan data yang akurat dan koordinasi yang baik, kita berharap tingkat kesejahteraan masyarakat Pesisir Barat terus meningkat.
?Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari rangkaian program berkelanjutan yang akan dijalankan oleh kedua lembaga tersebut sepanjang tahun 2026.
BERITA07/04/2026 | Ari beni
Ustad Faisol Mudain Pimpin Kunjungan Baznas ke Dinas Poraparekraf Pesisir Barat
KRUI – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pesisir Barat melakukan kunjungan koordinasi ke Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Kabupaten Pesisir Barat pada Senin, 6 April 2026. Pertemuan yang berlangsung di Kompleks Perkantoran Pemda Pesisir Barat ini bertujuan untuk mensinergikan program kerja antar lembaga.
Rombongan Baznas dipimpin langsung oleh Ketua Baznas Pesisir Barat, Ustadz Faisol Mudai, didampingi oleh jajaran komisioner dan staf pelaksana. Kehadiran mereka disambut hangat oleh jajaran pimpinan Disporaparekraf.
Poin Utama Pertemuan
Dalam pertemuan tersebut, beberapa agenda krusial menjadi bahasan utama, di antaranya:
Optimalisasi Zakat Profesi: Sosialisasi dan penguatan kesadaran zakat di lingkungan dinas guna mendukung program-program kemanusiaan di Pesisir Barat.
Dukungan Sektor Pariwisata: Diskusi mengenai peran Baznas dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di sekitar destinasi wisata unggulan.
Pernyataan Ketua Baznas
Ustadz Faisol Mudai menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah proaktif Baznas untuk memastikan penyaluran zakat, infak, dan sedekah tepat sasaran, terutama yang bersinggungan dengan pembinaan pemuda dan pelaku ekonomi kreatif.
"Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Baznas dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Melalui sinergi dengan Disporaparekraf, kita bisa mengolaborasikan program pemberdayaan pemuda dan UMKM kreatif agar mereka bisa lebih mandiri secara ekonomi," ujar Ustadz Faisol Mudai.
Harapan ke Depan
Pihak Disporaparekraf menyambut baik inisiatif ini dan berharap adanya nota kesepahaman (MoU) atau kerja sama konkret di masa mendatang. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat penanggulangan kemiskinan serta meningkatkan indeks pembangunan manusia di Negeri Para Sai Batin dan Para Ulama tersebut.
BERITA06/04/2026 | Ari beni
Perkuat Sinergi, BAZNAS Pesisir Barat Audiensi dengan Disporaparekraf
KRUI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat terus berupaya memperluas jalinan kerja sama lintas sektor demi mengoptimalkan program pemberdayaan masyarakat. Terbaru, Ketua BAZNAS Pesisir Barat, Ustaz Faisol Mudain, memimpin rombongan jajaran komisioner dan staf melakukan kunjungan audiensi ke Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) setempat.
Pertemuan tersebut berlangsung khidmat di Kompleks Perkantoran Pemerintah Daerah Pesisir Barat pada Senin, 6 April 2026. Kedatangan rombongan BAZNAS disambut langsung oleh jajaran pimpinan Disporaparekraf dengan agenda utama menyelaraskan program kerja (sinergi) untuk kemaslahatan umat.
Poin Utama Pembahasan
Dalam diskusi tersebut, terdapat beberapa poin strategis yang dibahas untuk disinkronkan antara kedua belah pihak:
Pemberdayaan Ekonomi Kreatif: Menjajaki potensi bantuan modal atau pelatihan bagi pelaku UMKM ekonomi kreatif yang masuk dalam kategori mustahik (penerima zakat).
Dukungan Sektor Pariwisata: Kolaborasi dalam pembinaan mental dan kesejahteraan bagi para pekerja di sektor pariwisata.
Optimalisasi Zakat Profesi: Koordinasi mengenai tata kelola zakat, infak, dan sedekah di lingkungan dinas terkait.
"Kami berharap melalui audiensi ini, BAZNAS dan Disporaparekraf dapat berjalan beriringan. Potensi pariwisata dan pemuda di Pesisir Barat sangat besar, dan BAZNAS hadir untuk memastikan aspek kesejahteraan serta keberkahannya ikut terjaga," ujar Ustaz Faisol Mudain di sela-sela pertemuan.
Harapan ke Depan
Pihak Disporaparekraf menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi, terutama dalam validasi data pemuda atau pelaku usaha kreatif yang membutuhkan bantuan. Sinergi ini diharapkan tidak hanya sekadar pertemuan formal, tetapi melahirkan aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat Pesisir Barat.
BERITA06/04/2026 | Ari beni
Dinas Pariwisata Pesisir Barat Raih Rekor Dunia
Dinas Pariwisata Pesisir Barat Raih Penghargaan Rekor Dunia, BAZNAS Ikut Mengedukasi Masyarakat
Pesisir Barat — Dinas Pariwisata Kabupaten Pesisir Barat berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian luar biasa dalam kegiatan budaya daerah. Penghargaan tersebut diberikan atas rekor _Lomba Ngunduh Damar oleh Peserta Terbanyak.
Berdasarkan piagam penghargaan yang diterbitkan oleh Museum Rekor Dunia Indonesia dengan nomor 7884/R.MURI/IV/2017, penghargaan ini secara resmi dianugerahkan kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Pesisir Barat pada 13 April 2017 di Semarang. Penyerahan tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum MURI, Jaya Suprana.
Keberhasilan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan tradisi lokal sekaligus mengangkat potensi wisata berbasis budaya. Lomba Ngunduh Damar sendiri merupakan tradisi khas yang memiliki nilai historis dan ekonomi bagi masyarakat setempat.
Sejalan dengan upaya tersebut, BAZNAS Pesisir Barat turut berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Melalui berbagai program, BAZNAS tidak hanya fokus pada pengelolaan zakat, tetapi juga mendukung peningkatan kesadaran sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sinergi antara Dinas Pariwisata dan BAZNAS diharapkan dapat terus mendorong kemajuan daerah, baik dari sektor pariwisata maupun kesejahteraan masyarakat. Edukasi yang dilakukan menjadi langkah penting untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga budaya serta meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan.
BERITA06/04/2026 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
Sambutan Pembina MUSLIMAT NU PESISIR BARAT
Ibu Bupati Dian Hardiyanti Dedi Tekankan Peran Strategis Perempuan dalam Membina Umat
Pesisir Barat – Pembina Muslimat NU Pesisir Barat sekaligus Ketua Umum BKMT Pesisir Barat, Dian Hardiyanti Dedi, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam membangun umat dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan keagamaan yang berlangsung di Lapangan Ngaras, pada Sabtu (4/4/2026), yang dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, tokoh agama, serta jajaran Muslimat NU dan Majelis Taklim.
Dalam sambutannya, Dian Hardiyanti Dedi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
Melalui tema Hari Ini, Kebersamaan dalam Membina Umat, saya meyakini bahwa peran kita semua, terutama kaum perempuan, sangat strategis dalam membentuk generasi, memperkuat keluarga, dan menjaga nilai-nilai keagamaan, ujarnya.
Ia menekankan bahwa perempuan, khususnya ibu, memiliki peran sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya. Oleh karena itu, keberadaan organisasi seperti Muslimat NU dan BKMT dinilai sangat penting sebagai wadah pembinaan umat.
Menurutnya, berbagai kegiatan keagamaan seperti majelis taklim, pengajian, dan pembinaan rutin yang dilakukan selama ini tidak hanya memberikan ketenangan spiritual, tetapi juga berdampak nyata dalam membangun karakter masyarakat yang religius dan harmonis.
Dian juga memberikan apresiasi kepada jajaran Muslimat NU, khususnya di Kecamatan Ngaras, yang dinilai konsisten menjadi garda terdepan dalam pembinaan umat.
Saya mengapresiasi dedikasi Muslimat NU yang terus aktif menghadirkan kegiatan keagamaan yang bermanfaat dan menyejukkan. Ini adalah kontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat, tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat persatuan, dan saling mendukung dalam upaya membina umat, dimulai dari lingkungan keluarga.
Dari keluarga yang kuat akan lahir masyarakat yang baik, dan dari masyarakat yang baik akan terbangun daerah yang penuh keberkahan, katanya.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Pesisir Barat, para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan jamaah Muslimat NU dan Majelis Taklim.
Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan diharapkan mampu mempererat hubungan silaturahmi serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat.
BERITA05/04/2026 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
Lima Manfaat Sedekah Dan Enam Solusi Giat Mengamalkannya
Sedekah: Jalan Sunyi yang Menumbuhkan Semesta Berkah
BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat
Di tengah dunia yang gemerlap oleh angka dan kepemilikan, manusia sering lupa bahwa hakikat harta bukanlah untuk ditimbun, melainkan untuk dialirkan. Sedekah hadir sebagai suara langit yang lirih namun tegas—mengajak manusia kembali pada fitrah: bahwa memberi adalah bentuk tertinggi dari menerima. Dalam firman Allah SWT pada QS. Saba’ ayat 39 ditegaskan, Apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya, dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik. Ayat ini bukan sekadar kalimat penghibur, tetapi sebuah hukum Ilahi yang bekerja dalam diam, melampaui logika manusia yang sempit.
BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat memandang sedekah bukan hanya sebagai ibadah ritual, tetapi sebagai poros peradaban. Ia adalah energi spiritual yang menggerakkan roda keadilan sosial, menyambungkan yang kuat dengan yang lemah, dan menghadirkan harapan di tengah keterbatasan. Sedekah adalah bahasa kasih yang tidak membutuhkan suara, namun mampu menggema hingga ke langit.
Sedekah: Ketika Kehilangan Menjadi Keuntungan
Dalam perspektif duniawi, memberi sering dianggap sebagai kehilangan. Namun dalam perspektif Ilahi, justru di situlah letak keuntungan yang sejati. Sedekah mengajarkan paradoks suci: bahwa yang dilepaskan dengan ikhlas akan kembali dengan berlipat, dalam bentuk yang mungkin tak terduga—ketenangan jiwa, kesehatan, kemudahan urusan, hingga keselamatan dari marabahaya.
Rasulullah SAW mengingatkan agar manusia tidak terjebak dalam sikap kikir dan terlalu berhitung terhadap harta. Sebab ketika manusia menahan apa yang seharusnya mengalir, maka keberkahan pun tertahan. Sedekah adalah aliran; dan setiap aliran yang tersumbat akan menimbulkan kerusakan—baik dalam jiwa maupun dalam kehidupan sosial.
Manfaat Sedekah: Melampaui Dimensi Materi
Sedekah bukan sekadar aktivitas memberi, tetapi transformasi batin yang mendalam. Ia membawa manfaat yang berlapis-lapis:
1. Melapangkan Rezeki Secara Hakiki
Rezeki tidak selalu berbentuk uang. Ia bisa hadir sebagai kesehatan yang terjaga, keluarga yang harmonis, hati yang tenteram, atau jalan hidup yang dimudahkan. Sedekah membuka pintu-pintu ini.
2. Menyucikan Jiwa dari Karat Dunia
Keserakahan adalah penyakit halus yang sering tak disadari. Sedekah menjadi obatnya—membersihkan hati, menumbuhkan empati, dan melembutkan nurani.
3. Menjadi Perisai dari Bala dan Musibah
Dalam banyak riwayat, sedekah disebut sebagai penolak bala. Ia bekerja dalam wilayah yang tak kasat mata, menjaga manusia dari takdir buruk yang mungkin saja terjadi.
4. Menghidupkan Solidaritas dan Keadilan Sosial
Sedekah bukan hanya hubungan vertikal dengan Allah, tetapi juga horizontal dengan sesama. Ia menjembatani kesenjangan, merajut ukhuwah, dan menghidupkan rasa saling peduli.
5. Menjadi Investasi Abadi di Akhirat
Apa yang disedekahkan tidak hilang, tetapi disimpan dalam (rekening langit) yang nilainya kekal dan tak tergerus waktu.
Akar Kemalasan Bersedekah: Penyakit yang Tak Terlihat
Meski keutamaannya begitu besar, manusia kerap diliputi rasa enggan untuk bersedekah. Ini bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi persoalan hati. Di antaranya:
Ketakutan akan kemiskinan: Bisikan halus yang menanamkan ilusi bahwa memberi akan mengurangi.
Cinta dunia yang berlebihan: Harta dijadikan tujuan, bukan sarana.
Lemahnya keyakinan terhadap janji Allah: Ayat-ayat hanya dibaca, namun belum diresapi.
Kebiasaan menunda: Amal ditangguhkan hingga waktu yang tidak pernah datang.
Godaan syaitan yang sistematis: Membisikkan keraguan, menunda niat, dan membenarkan keengganan.
Kemalasan bersedekah sejatinya adalah cermin dari hubungan manusia dengan Tuhannya. Ketika iman melemah, maka tangan pun menjadi berat untuk memberi.
Strategi Ruhani Melawan Kemalasan: Menjemput Keikhlasan
Melawan rasa malas dalam bersedekah bukan sekadar usaha fisik, tetapi jihad batin yang membutuhkan kesadaran dan latihan:
1. Menanamkan Keyakinan yang Kokoh
Renungkan ayat-ayat Allah tentang sedekah. Jadikan janji-Nya sebagai pegangan hidup, bukan sekadar bacaan.
2. Memulai dari yang kecil namun konsisten
Sedekah tidak menuntut jumlah, tetapi keikhlasan. Yang kecil namun rutin lebih dicintai daripada yang besar namun jarang.
3. Mengingat Kefanaan Dunia
Harta yang dikumpulkan akan ditinggalkan. Hanya amal yang akan menemani.
4. Membentuk kebiasaan harian
Jadikan sedekah sebagai gaya hidup. Sisihkan sebagian rezeki setiap hari, sekecil apa pun.
5. Memohon kepada Allah agar dilapangkan hati
Doa adalah kunci. Mintalah agar hati dimudahkan untuk memberi.
6. Berada dalam lingkungan yang gemar berbagi
Kebaikan itu menular. Lingkungan yang dermawan akan membentuk karakter yang sama.
Sinergi Pemerintah dan BAZNAS: Menyemai Kebaikan Kolektif
Dalam upaya memperkuat gerakan zakat, infak, dan sedekah, Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat, Faisol Mudain, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, beserta seluruh jajaran pemerintah daerah.
Beliau mengungkapkan rasa terima kasih atas diterbitkannya Surat Edaran Bupati Pesisir Barat terbaru tahun 2026, yang menjadi tonggak penting dalam optimalisasi pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), khususnya di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).
Kebijakan ini bukan hanya langkah administratif, tetapi manifestasi dari kepedulian sosial yang terstruktur dan berkelanjutan. Ia adalah bukti bahwa pemerintah hadir bukan hanya sebagai pengelola birokrasi, tetapi juga sebagai penggerak nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan.
Surat edaran ini adalah cahaya kebijakan yang akan menerangi jalan kemaslahatan. Ketika ASN bersatu dalam semangat berbagi, maka akan lahir kekuatan kolektif yang mampu mengangkat derajat masyarakat Pesisir Barat. Ini bukan sekadar program, tetapi gerakan peradaban, ungkap Faisol Mudain dengan penuh harap.
Optimalisasi ZIS ASN diharapkan menjadi sumber daya yang berkelanjutan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan—mulai dari fakir miskin, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi umat di wilayah Pesisir Barat, Lampung.
Penutup: Sedekah sebagai Jalan Pulang yang Paling Tenang
Pada akhirnya, sedekah bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang kembali—kembali pada fitrah, kembali pada Tuhan, kembali pada makna hidup yang sejati. Ia adalah jalan sunyi yang mungkin tak ramai dipuji, namun penuh dengan keberkahan yang tak terukur.
BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan sedekah sebagai denyut nadi kehidupan. Jangan menunggu lapang untuk memberi, karena justru dengan memberi, Allah akan melapangkan.
Sebab hidup yang sejati bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa dalam kita mampu berbagi. Dan di sanalah, keberkahan menemukan jalannya.
BERITA05/04/2026 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
Ketua BAZNAS Pesisir Barat Membuka Giat Mulia Tabligh Akbar Muslimat NU ngaras
TABLIGH AKBAR MUSLIMAT NU KECAMATAN NGARAS: MENEGUHKAN KEIMANAN, MEMPERKUAT PERAN PEREMPUAN, DAN MEMBANGUN SINERGI UMAT DI PESISIR BARAT
Pesisir Barat, 4 April 2026 — Muslimat NU Kecamatan Ngaras kembali meneguhkan eksistensinya sebagai pilar penting dalam kehidupan keagamaan dan sosial melalui penyelenggaraan Tabligh Akbar yang berlangsung khidmat, tertib, dan penuh makna spiritual. Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi ruang konsolidasi umat, penguatan nilai-nilai keislaman, serta refleksi bersama dalam membangun masyarakat yang religius dan harmonis.
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, bersama Ibu Bupati Dian Hardiyanti Dedi dan jajaran pemerintah daerah. Turut hadir Camat Ngaras, para peratin se-Kecamatan Ngaras, Sai Batin Marga Ngaras, unsur Forkopimda, jajaran Nahdlatul Ulama beserta Banom lintas kecamatan (Ngaras, Ngambur, Bengkunat), serta tokoh masyarakat. Ribuan jamaah Muslimat NU memadati lokasi kegiatan dengan penuh antusias, mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan umat.
SUSUNAN ACARA: RANGKAIAN SPIRITUAL DAN NASIONALISME YANG TERPADU
Kegiatan disusun secara sistematis, memadukan nilai spiritual, kebangsaan, dan sosial:
Pembacaan Iftitah
Dibawakan oleh Rois Syuriah MWC NU Ngaras : Ust Faisol Mudain yang juga menjabat sebagai Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat. Iftitah menjadi pintu pembuka yang menata niat kolektif jamaah, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah ibadah yang bertujuan meraih ridha Allah SWT.
Gema Kalam Ilahi
Dilantunkan oleh ibu-ibu Muslimat NU dengan penuh penghayatan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menghadirkan suasana batin yang tenang, memperkuat dimensi spiritual sejak awal acara.
Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Organisasi
Indonesia Raya
Mars Muslimat NU
Mars Nahdlatul Ulama
Rangkaian ini menegaskan bahwa keislaman dan kebangsaan berjalan beriringan. Muslimat NU menunjukkan komitmennya sebagai bagian dari kekuatan bangsa yang religius dan nasionalis.
RANGKAIAN SAMBUTAN: SINERGI PEREMPUAN, ULAMA, DAN PEMERINTAH
1. Ketua PAC Muslimat NU Ngaras
Sambutan pembuka disampaikan oleh Ustadz Lekat Kartini.
Beliau menekankan bahwa Tabligh Akbar ini adalah manifestasi nyata dari gerakan dakwah Muslimat NU di tingkat akar rumput.
Makna yang disampaikan sangat mendalam:
Muslimat NU bukan hanya organisasi, tetapi gerakan sosial-keagamaan yang hidup di tengah masyarakat.
Perempuan memiliki peran strategis sebagai pendidik utama dalam keluarga.
Penguatan akhlak generasi dimulai dari rumah, dari tangan seorang ibu.
Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan kegiatan ini sebagai titik penguatan ukhuwah dan konsistensi dalam menjalankan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah.
2. Pembina Muslimat NU Kabupaten Pesisir Barat sekaligus Sebagai Ketua BKMT Pesisir Barat
Oleh Ibu Dian Hardiyanti Dedi.
Dalam perspektif yang lebih luas, beliau menyoroti:
Perempuan sebagai fondasi utama pembangunan masyarakat.
Keluarga sebagai pusat peradaban yang menentukan arah masa depan bangsa.
Beliau menegaskan bahwa:
Jika keluarga kuat, maka masyarakat akan kuat; jika ibu beriman dan berilmu, maka generasi akan berkualitas.
Ia juga mengangkat pentingnya kepedulian sosial, solidaritas antar sesama, serta peran Muslimat NU dalam menjaga harmoni di tengah masyarakat yang majemuk.
3. Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pesisir Barat
Sambutan berikutnya oleh Udo H.Ahmad Khotob., S.Ag.,M.M
yang juga Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Barat.
Beliau membawa perspektif keulamaan dan kelembagaan:
Menekankan keseimbangan antara dunia dan akhirat.
Menguatkan pentingnya moderasi beragama.
Menegaskan peran NU dalam menjaga Islam yang ramah, toleran, dan inklusif.
Pesan beliau menegaskan bahwa Muslimat NU adalah ujung tombak dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang damai di tengah perubahan zaman.
4. Sambutan Puncak Adalah Sambutan Bupati Pesisir Barat
Puncak sambutan oleh Bpk Dedi Irawan menjadi refleksi mendalam arah pembangunan daerah.
Makna strategis yang disampaikan:
Pembangunan tidak boleh hanya fisik, tetapi harus berbasis spiritual dan moral.
Keimanan adalah fondasi utama stabilitas sosial.
Kebersamaan adalah kekuatan terbesar masyarakat.
Beliau menegaskan bahwa:
Masyarakat yang terhubung oleh iman akan melahirkan harmoni.
Gotong royong adalah kunci kemajuan daerah.
Halal bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi sarana rekonsiliasi sosial.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada Muslimat NU sebagai:
Penjaga moral keluarga
Penguat pendidikan keagamaan
Pilar pembangunan karakter masyarakat
TAUSIYAH: PENGUATAN SPIRITUAL DAN AKHLAK UMAT
Ceramah agama disampaikan oleh Ketua JATMAN PESISIR BARAT : KH Nurhadi, pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Krui.
Uraian beliau sangat tajam dan menyentuh aspek mendasar kehidupan umat:
Keimanan harus diwujudkan dalam perilaku, bukan sekadar ucapan.
Tantangan zaman menuntut keteguhan akidah dan akhlak.
Peran ibu sangat menentukan masa depan generasi.
Sebagai pengasuh pesantren, beliau menanamkan pentingnya:
Keseimbangan ilmu agama dan kehidupan sosial
Pembinaan generasi muda agar berkarakter kuat
Menjadikan majelis ilmu sebagai sarana perubahan diri
Pesannya menegaskan bahwa krisis moral hanya bisa diatasi dengan kembali pada nilai-nilai agama yang kokoh.
DOA PENUTUP: PUNCAK KEKHUSYUKAN DAN HARAPAN UMAT
Acara ditutup dengan doa oleh Rois Syuriah PCNU kabupaten pesisir barat : Ky Agus Fathulloh.,S.H pengasuh Pondok Pesantren Miftahurrohmah Krui.
Doa yang dipanjatkan mengandung dimensi yang luas:
Permohonan keberkahan bagi masyarakat
Harapan kepemimpinan yang amanah dan bijaksana
Perlindungan dari perpecahan dan konflik sosial
Sebagai ulama kharismatik, beliau menegaskan pentingnya:
Persatuan umat sebagai kekuatan utama
Keistiqamahan dalam iman
Kehidupan yang dilandasi nilai Ahlussunnah wal Jamaah
Suasana doa berlangsung sangat khusyuk, seluruh jamaah larut dalam harapan kolektif menuju kehidupan yang lebih baik.
PENEGASAN AKHIR: SINERGI UMMAT SEBAGAI KEKUATAN PERADABAN
Tabligh Akbar ini menjadi gambaran utuh tentang:
Sinergi ulama, umara, dan umat
Peran strategis perempuan dalam Islam
Pentingnya keseimbangan antara agama, sosial, dan pembangunan
Kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi:
sebuah gerakan moral, spiritual, dan sosial
yang menegaskan bahwa kekuatan umat terletak pada iman, kebersamaan, dan nilai-nilai kebaikan.
Dari Ngaras, semangat itu tumbuh—
menuju Pesisir Barat yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan.
BERITA05/04/2026 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
Ujian Kehidupan Dan Menyayangi Diri
BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat: Menyemai Cinta Diri di Tengah Ujian Kehidupan
Pesisir Barat — Dalam realitas kehidupan yang kian kompleks, tidak semua luka terlihat, dan tidak semua beban terdengar. Banyak jiwa berjalan dalam sunyi, memikul resah yang tak terucap, menghadapi tekanan hidup yang terkadang menggerus harapan. Dari kegelisahan inilah, sebuah kesadaran tumbuh: bahwa manusia perlu kembali kepada dirinya sendiri, merawat jiwa, dan menguatkan hati sebagai bentuk syukur atas kehidupan yang telah Allah titipkan.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat memandang fenomena ini bukan sekadar persoalan individu, tetapi sebagai panggilan kemanusiaan dan keimanan. Dalam banyak kasus, seseorang yang dilanda stres dan depresi kerap merasa terasing, seolah dunia tak lagi memberi ruang untuk dipahami. Padahal, dalam ajaran Islam, setiap kesulitan adalah bagian dari ujian yang mengandung hikmah, dan setiap jiwa memiliki nilai yang begitu mulia di sisi-Nya.
Manusia sering lupa bahwa dirinya adalah amanah. Ketika dunia terasa tak peduli, di situlah pentingnya menumbuhkan kasih sayang terhadap diri sendiri, ungkap salah satu perwakilan BAZNAS Pesisir Barat. Pernyataan ini selaras dengan pesan kehidupan: bahwa kekuatan sejati bukanlah untuk membuktikan diri kepada orang lain, melainkan untuk menjaga diri agar tetap tegak dalam iman dan harapan.
Secara filosofis, kehidupan adalah perjalanan sunyi menuju makna. Tidak semua orang akan memahami luka yang kita rasakan, sebagaimana tidak semua mata mampu melihat air mata yang jatuh dalam diam. Oleh karena itu, mencintai diri sendiri bukanlah bentuk egoisme, melainkan wujud kesadaran spiritual—bahwa diri ini adalah ciptaan Allah yang harus dijaga, dirawat, dan dimuliakan.
Dalam perspektif agamis, Islam mengajarkan keseimbangan antara hubungan dengan Allah (hablumminallah) dan hubungan dengan sesama manusia (hablumminannas), termasuk hubungan dengan diri sendiri. Rasulullah SAW pun mencontohkan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental, serta tidak membebani diri melebihi kemampuan.
BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat terus berupaya menghadirkan program-program yang tidak hanya menyentuh aspek ekonomi, tetapi juga spiritual dan psikologis masyarakat. Melalui pendekatan yang humanis dan religius, BAZNAS ingin menguatkan pesan bahwa setiap individu berhak merasa berharga, dicintai, dan tidak sendiri dalam menghadapi ujian hidup.
Tulisan sederhana yang beredar di tengah masyarakat—tentang pentingnya mencintai diri sendiri karena orang lain belum tentu memahami—menjadi refleksi yang dalam. Ia bukan sekadar rangkaian kata, tetapi cermin dari realitas yang dihadapi banyak orang. Bahwa pada akhirnya, kekuatan itu harus tumbuh dari dalam diri, berakar pada iman, dan bertumbuh dalam kesabaran.
Seperti ombak yang tak pernah lelah menyapa pantai Pesisir Barat, demikian pula manusia harus terus bangkit, meski berkali-kali jatuh. Sebab di balik setiap ujian, Allah telah menyiapkan pelajaran, dan di balik setiap kesedihan, tersimpan rahmat yang menanti untuk disadari.
BAZNAS mengajak seluruh masyarakat untuk saling menguatkan, menebar empati, dan tidak abai terhadap sesama. Namun lebih dari itu, mari belajar untuk memeluk diri sendiri dengan penuh kasih, karena dari sanalah lahir keteguhan yang sejati—keteguhan untuk tetap hidup, berjuang, dan berserah kepada Yang Maha Kuasa.
BERITA03/04/2026 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT - Faisol Pesibar
BAZNAS PESISIR BARAT Ungkapan Duka Yang Mendalam
BAZNAS KABUPATEN PESISIR BARAT
UNGKAPAN DUKA CITA MENDALAM
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Dengan penuh rasa duka yang mendalam, segenap pimpinan dan jajaran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat turut berbelasungkawa atas gugurnya putra-putra terbaik bangsa dalam tugas mulia sebagai penjaga perdamaian dunia.
Gugurnya para prajurit dalam pengabdian bukanlah sekadar kehilangan bagi keluarga, tetapi juga kehilangan besar bagi bangsa dan kemanusiaan. Mereka adalah sosok-sosok yang memilih jalan pengorbanan, menempatkan kepentingan umat manusia di atas kepentingan pribadi, serta mengabdikan diri demi tegaknya kedamaian di muka bumi.
Kami meyakini, dengan segala keikhlasan dan pengorbanan yang telah mereka persembahkan, semoga Allah SWT menerima seluruh amal bakti mereka, mengampuni segala khilaf, dan menempatkan mereka dalam derajat yang mulia. Semoga para prajurit yang gugur tersebut terhitung sebagai syuhada biiznillah, dan dianugerahi tempat terbaik di sisi-Nya sebagai ahli surga.
Kepada keluarga yang ditinggalkan, kami menyampaikan doa dan harapan yang tulus agar senantiasa diberikan ketabahan, kekuatan iman, serta keikhlasan hati dalam menghadapi ujian ini. Semoga setiap tetes air mata menjadi saksi cinta dan setiap kesabaran menjadi ladang pahala yang berlipat ganda.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua akan arti pengabdian, keikhlasan, dan nilai luhur kemanusiaan. Semoga semangat juang dan pengorbanan para pahlawan ini terus hidup dalam sanubari kita, menjadi inspirasi untuk memperkuat persatuan, kepedulian, dan kontribusi nyata bagi negeri.
Akhirnya, kami berdoa:
Ya Allah, terimalah mereka dalam kemuliaan-Mu, lapangkan kubur mereka, terangilah dengan cahaya rahmat-Mu, dan himpunkan mereka bersama orang-orang saleh di surga-Mu.
Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat
BERITA03/04/2026 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
Muslimat NU Ngaras Audiensi dengan Bupati Pesisir Barat Terkait Rencana Tabligh Akbar
KRUI – Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat, Ustadz Faisol Mudain, bersama Wakil Ketua I, Ustadz Agus Mawardi, mendampingi rombongan ibu-ibu Muslimat NU Kecamatan Ngaras dalam agenda audiensi bersama Bupati Pesisir Barat di ruang kerja Bupati, Kamis (2/4).
?Pertemuan tersebut bertujuan untuk mematangkan persiapan acara Tabligh Akbar yang dijadwalkan akan berlangsung pada Sabtu, 4 April 2026 mendatang di Kecamatan Ngaras.
?Koordinasi Pelaksanaan Tabligh Akbar
?Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Muslimat NU menyampaikan rencana teknis kegiatan yang diharapkan dapat menjadi sarana syiar Islam sekaligus mempererat silaturahmi antarumat di Pesisir Barat. Pihak BAZNAS hadir sebagai mitra strategis yang mendukung penuh kegiatan keagamaan yang digerakkan oleh elemen masyarakat.
?Apresiasi Atas Dukungan Pengelolaan ZIS
?Selain membahas agenda Tabligh Akbar, Ustadz Faisol Mudain juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat. Hal ini terkait dengan diterbitkannya Surat Edaran (SE) Bupati terbaru mengenai optimalisasi pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).
?"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati atas dukungan regulasi melalui Surat Edaran terbaru ini. Hal ini menjadi angin segar bagi pengelolaan ZIS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat agar lebih maksimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan," ujar Ustadz Faisol.
?Bupati Pesisir Barat menyambut baik rencana kegiatan Tabligh Akbar tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung program-program keagamaan serta penguatan peran BAZNAS sebagai lembaga pengelola dana umat.
BERITA02/04/2026 | Ari beni
Tabligh Akbar Muslimat NU Kecamatan Ngaras Siap Dihadiri Bupati Dan Jajaran
Audiensi Muslimat NU Ngaras dengan Bupati Pesisir Barat, Dukung Sukses Tabligh Akbar 4 April 2026
Pesisir Barat — Jelang pelaksanaan Tabligh Akbar yang akan digelar pada Sabtu, 4 April 2026, jajaran Muslimat NU Ngaras melakukan audiensi dengan Bupati Pesisir Barat di Gedung Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, Kamis (2/4/2026).
Audiensi tersebut turut didampingi oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat Faisol Mudain yang juga menjabat sebagai Katib Syuriyah PCNU, serta Wakil Tanfidziah PCNU Pesisir Barat Agus Mawardi. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan penuh dari jajaran Nahdlatul Ulama terhadap kegiatan keagamaan yang akan dilaksanakan.
Ketua pelaksana kegiatan, Juwairiyah, dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh Bupati Pesisir Barat beserta jajaran. Ia juga secara langsung mengundang Bupati dan seluruh perangkat daerah untuk hadir dan membersamai kegiatan Tabligh Akbar yang diharapkan menjadi momentum penguatan nilai-nilai keislaman di masyarakat.
Kami sangat berterima kasih atas penerimaan yang luar biasa ini. Besar harapan kami Bapak Bupati beserta jajaran dapat hadir dalam kegiatan mulia ini, ujar Juwairiyah.
Bupati Pesisir Barat dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan silaturahmi yang dilakukan oleh Muslimat NU Ngaras bersama para tokoh NU. Ia berharap kegiatan Tabligh Akbar dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.
Terima kasih kepada ibu-ibu Muslimat NU Ngaras yang telah berkunjung. Semoga kegiatan ini sukses dan membawa keberkahan bagi kita semua, ungkap Bupati.
Menariknya, di akhir pertemuan, Bupati juga memberikan arahan langsung kepada jajaran pemerintah daerah agar turut mendukung kegiatan tersebut. Ia meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk ikut berpartisipasi dan hadir dalam rangka menyukseskan Tabligh Akbar.
Langkah ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan dalam membangun kehidupan sosial dan spiritual masyarakat di Kabupaten Pesisir Barat.
BERITA02/04/2026 | Faisol Pesibar

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Pesisir Barat.
Lihat Daftar Rekening →