WhatsApp Icon
BAZNAS PESISIR BARAT Rilis Program Terbaru BAZNAS RI _Madrasah Layak Belajar

PESISIR BARAT – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat siap menyelaraskan program kerja demi menyukseskan program nasional Madrasah Layak Belajar 2026 yang resmi diluncurkan oleh BAZNAS RI. Program ini menargetkan renovasi dan perbaikan fasilitas untuk 700 Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) dan Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) di seluruh Indonesia.

Peluncuran program strategis ini berlangsung di Aula Lantai 5 Kantor BAZNAS RI, Jakarta, pada Rabu (21/10/2026). Langkah ini merupakan bagian dari implementasi Asta Strata BAZNAS 2026–2031 yang mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk membangun ekosistem pendidikan yang layak bagi siswa dari keluarga miskin serta rentan.

Fokus Keberlanjutan Program

BAZNAS Pesisir Barat menyambut baik inisiatif ini sebagai momentum untuk mendorong peningkatan mutu sekolah-sekolah keagamaan swasta di tingkat daerah. Secara nasional, komitmen BAZNAS dalam dunia pendidikan telah teruji lewat pencapaian berikut:

• 2.000 madrasah telah dibantu sepanjang tahun 2024–2025.

• 37 provinsi dan 388 kabupaten/kota menjadi sebaran wilayah penerima manfaat.

• 409 madrasah di antaranya difokuskan pada wilayah prioritas kemiskinan ekstrem.

Selaras dengan Misi Keagamaan dan Pembangunan

Pihak BAZNAS RI menegaskan bahwa program Madrasah Layak Belajar ini didasarkan pada prinsip Maqashid Syariah, yaitu menjaga akal (hifz al-‘aql) melalui keberlanjutan pendidikan, serta menjaga jiwa (hifz al-nafs) dengan menyediakan ruang belajar yang aman dan kokoh.

Di tingkat lokal dan nasional, program ini sekaligus mendukung pencapaian target global SDGs Tujuan 4 mengenai pendidikan berkualitas, serta sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam mempercepat pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. BAZNAS Pesisir Barat berkomitmen penuh untuk mengawal agenda ini agar dampak pemerataan fasilitas pendidikan layak dapat dirasakan hingga ke pelosok daerah.

21/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS PESISIR BARAT _Fsl
Arah,Aksi Dan Dampak Merupakan Bagian Dari Materi RAKORNAS BAZNAS RI

ARAH, AKSI, DAN DAMPAK: Pimpinan BAZNAS Pesisir Barat Serap Materi Strategis Perencanaan dalam Rakornas BAZNAS RI 2026

JAKARTA, BAZNAS PESISIR BARAT – Jajaran pimpinan komisioner Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat menunjukkan komitmen kuat dalam memperkokoh tata kelola lembaga di tingkat daerah. Ketua BAZNAS Pesisir Barat, Bapak Faisol Muda'in, didampingi oleh Pimpinan Bidang Pengumpulan, Ky. Agus Mawardi, hadir dan mengikuti secara intensif rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI 2026 yang dipusatkan di Jakarta.

Kehadiran dua pimpinan teras BAZNAS Pesisir Barat ini menjadi langkah penting untuk menyelaraskan cetak biru (blueprint) pengumpulan dan pendistribusian dana umat dengan kebijakan strategis nasional.

Tiga Pilar Utama: Renstra, RKAT, dan Dampak

Dalam salah satu sesi materi inti Rakornas yang diserap langsung oleh delegasi Pesisir Barat, pimpinan pusat menekankan sebuah formula manajemen modern yang wajib diterapkan oleh seluruh BAZNAS daerah. Manajemen tersebut bertumpu pada tiga kalimat kunci:

• "Renstra adalah arah."

Rencana Strategis (Renstra) merupakan kompas organisasi yang memetakan ke mana arah gerakan zakat akan dibawa dalam jangka panjang.

• "RKAT adalah aksi."

Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) adalah bentuk pengejawantahan dari strategi besar menjadi program-program aksi nyata, taktis, dan terencana di lapangan dalam durasi satu tahun berjalan.

• "Dampak adalah tujuan."

Tujuan akhir dan muara dari seluruh pengelolaan zakat bukanlah seberapa banyak dokumen yang tersusun, melainkan seberapa besar dampak (impact) nyata perubahan nasib yang dirasakan langsung oleh para mustahik (penerima zakat).

Membangun Sistem Pengelolaan yang Adaptif

Menindaklanjuti pesan kuat pimpinan pusat dalam Rakornas tersebut, Bapak Faisol Muda'in bersama Ky. Agus Mawardi menegaskan komitmennya untuk segera merombak pola penyusunan RKAT di Kabupaten Pesisir Barat agar tidak sekadar menjadi formalitas di atas kertas.

"Pesan pimpinan pusat sangat jelas dan menyentuh esensi amil. Kita tidak sekadar menyusun dokumen perencanaan, tetapi membangun sistem pengelolaan zakat yang terarah, terukur, adaptif, dan berdampak," tegas Faisol Muda'in.

Ky. Agus Mawardi selaku pimpinan bidang pengumpulan menambahkan bahwa prinsip adaptif akan segera diimplementasikan dalam strategi fundraising di Bumi Para Sai Batin dan Para Ulama. BAZNAS Pesisir Barat akan merancang skema pengumpulan yang ramah terhadap ekosistem lokal, termasuk penguatan infak nelayan di Pelabuhan Siging serta digitalisasi pembayaran ZIS.

Dengan menyelaraskan Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, hasil dari Rakornas 2026 ini siap dibawa pulang ke Krui untuk diwujudkan dalam program-program kemanusiaan yang lebih berdaya guna bagi anak yatim, kaum dhuafa, dan keluarga prasejahtera di Pesisir Barat.

21/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS PESISIR BARAT _Fsl
BAZNAS PESISIR BARAT Dukung 10 Resolusi Jihad Zakat Hasil RAKORNAS BAZNAS RI 2026

BERITA BAZNAS PESISIR BARAT

BAZNAS Pesisir Barat Dukung 10 Resolusi Jihad Zakat Hasil Rakornas BAZNAS RI 2026*

Pesisir Barat, Lampung* - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat mendukung penuh hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 yang menghasilkan 10 Resolusi Jihad Zakat untuk Kesejahteraan.

Dikutip dari siaran pers resmi BAZNAS RI Nomor: 404/HUM-BAZ/X/2026, Rakornas yang digelar pada 13-15 Agustus 2026 di Jakarta tersebut diikuti 1.300 perwakilan BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia dan dirangkaikan dengan peluncuran buku Rencana Strategis BAZNAS 2026-2031.

Sepuluh resolusi tersebut dibacakan langsung oleh Pimpinan Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah BAZNAS RI, Hj. Saidah Sakwan, M.A., di hadapan Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, http://M.Sc., Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, http://M.Si., serta jajaran Pimpinan BAZNAS RI.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, http://M.Sc. menegaskan, resolusi tidak boleh berhenti pada kesepakatan di atas kertas. Seluruh hasil Rakornas harus diterjemahkan menjadi langkah nyata di daerah.

Selama tiga hari, kita telah berkumpul, berdiskusi, menyampaikan berbagai pandangan, serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan zakat nasional. Mari kita laksanakan Resolusi Jihad Zakat sebagai sebuah pendakian. Pendakian kita untuk memberantas kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, memobilisasi zakat, infak, dan sedekah sebanyak-banyaknya, serta mendistribusikannya secara tepat waktu dan tepat jumlah," ujar Sodik sebagaimana dilansir laman resmi BAZNAS RI.

Ia menambahkan, komitmen tersebut harus dilaksanakan sungguh-sungguh untuk mewujudkan _khairu ummah_, yakni umat Islam yang sejahtera dan mandiri secara ekonomi sehingga memberi rahmat bagi seluruh golongan.

Sementara itu, Hj. Saidah Sakwan, M.A. menegaskan resolusi tersebut meneguhkan Jihad Zakat sebagai ikhtiar bersama untuk pengelolaan zakat yang amanah, terukur, kolaboratif dan berdampak nyata.

Dengan semangat satu visi, satu arah, dan satu gerakan zakat nasional, kami menyatakan komitmen bersama untuk menjadikan zakat sebagai kekuatan pembangunan, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, dan solidaritas kemanusiaan Indonesia," ujar Saidah.

Adapun 10 Resolusi Jihad Zakat Rakornas BAZNAS 2026 adalah sebagai berikut:*

1. Mencapai target pengumpulan ZIS-DSKL nasional Rp70 triliun pada 2027 melalui penguatan regulasi, literasi melalui Manasik Zakat, digitalisasi, dan perluasan 8 sumber zakat sesuai UU No.23/2011.

2. Mengoptimalkan pendistribusian dan pendayagunaan yang menyasar 48 juta jiwa mustahik secara efektif, terukur, dan berdampak.

3. Bersama pemerintah mengentaskan kemiskinan 601 ribu mustahik atau 2,41 juta jiwa penerima manfaat di tahun 2027.

4. Memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Daerah dari tingkat provinsi hingga desa agar pengelolaan zakat terhubung dengan agenda pembangunan daerah.

5. Mengaktivasi seluruh UPZ Desa sebagai ujung tombak layanan zakat di tingkat komunitas.

6. Menjaga nama baik dan kepercayaan muzaki, Presiden, Pemerintah, dan masyarakat melalui tata kelola yang amanah, transparan, dan akuntabel.

7. Memperkuat kolaborasi dengan jaringan pengusaha dan kelompok profesi sebagai mitra strategis.

8. Mendukung penguatan kedudukan hukum kelembagaan BAZNAS serta sinergi dengan Bappenas/Bappeda melalui pemanfaatan DTSEN dan Indeks Zakat Nasional.

9. Memperkuat koordinasi dengan Kejaksaan dan Kepolisian RI untuk menjaga kepatuhan dan integritas pengelolaan zakat.

10. Merespon cepat penanganan bencana alam, kemanusiaan, dan sosial di skala lokal, nasional, dan global.

BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat menyatakan siap mengimplementasikan 10 resolusi tersebut untuk memperluas manfaat dana umat dan mempercepat pengentasan kemiskinan di Kabupaten Pesisir Barat.

Sumber: Siaran Pers Resmi BAZNAS RI - http://baznas.go.id*

_Nomor: 404/HUM-BAZ/X/2026 | Jakarta, 16 Oktober 2026_

16/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS PESISIR BARAT _Fsl
Kunci Utama Dana Umat Berdampak Pada Ekonomi Masif Adalah Integrasi DTSEN

DATA TEPAT ZAKAT BERDAMPAK: BAZNAS Pesisir Barat Siap Integrasikan DTSEN dan SIMZAT Kemenag RI

JAKARTA, BAZNAS PESISIR BARAT – Memasuki hari kedua pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 di Jakarta pada Rabu (14/10/2026), fokus penguatan tata kelola zakat nasional diarahkan pada digitalisasi dan akurasi data. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Waryono, menegaskan bahwa kunci utama agar dana umat memberikan dampak ekonomi yang masif adalah melalui integrasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Dalam forum tersebut, Kemenag RI juga memperkenalkan SIMZAT, sebuah aplikasi ekosistem digital terpadu yang dirancang khusus untuk mendukung pencatatan data mustahik, proses penghimpunan, hingga pelaporan pendistribusian dana ZIS secara nasional.

Menghapus Duplikasi Bantuan lewat Pemadanan Data

Dalam paparannya, Prof. H. Waryono menjelaskan bahwa potret DTSEN sangat krusial bagi BAZNAS di seluruh daerah untuk mengidentifikasi calon penerima manfaat secara objektif berdasarkan tingkat kesejahteraannya.

“Pemetaan lewat DTSEN ini menjadi ikhtiar kita untuk memastikan penyaluran, pendistribusian, dan seterusnya tetap tepat sasaran berdasarkan kondisi sosial ekonomi dan tingkat kesejahteraan masyarakat. Harapannya, data ini membantu Bapak dan Ibu BAZNAS seluruh Indonesia untuk sampai pada penyaluran yang terarah dan dampaknya terukur,” ujar Waryono.

Integrasi data terpadu ini membawa tiga keuntungan manajerial utama:

• Mencegah Duplikasi: Sistem yang terhubung membuat BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dapat mendeteksi jenis bantuan yang sudah diterima oleh mustahik dari pemerintah, sehingga penyaluran berikutnya tidak tumpang tindih.

• Pemutakhiran Berkala: Pemadanan data dijadwalkan berlangsung setiap enam bulan sekali, disusul dengan evaluasi berkala setahun sekali demi merekam perubahan status sosial ekonomi jemaah di lapangan.

• Klasterisasi Penerima: Masyarakat dengan kerentanan paling tinggi (Desil 1) difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pokok (bantuan konsumtif dasar). Sementara kelompok yang memiliki potensi berkembang akan didorong melalui program pemberdayaan ekonomi produktif.

Pembagian Peran yang Jelas

Guna mencapai visi "Data Tepat, Zakat Berdampak, Umat Sejahtera", Kemenag menetapkan pembagian kerja yang rigid. Kementerian Agama bertindak sebagai pengendali data makro, sedangkan BAZNAS bersama LAZ bergerak aktif sebagai pemroses data teknis di lapangan.

Aksi Nyata BAZNAS Pesisir Barat

Merespons cetak biru digitalisasi dari pusat, Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat, Bapak Faisol Muda'in, menyatakan komitmennya untuk segera menyelaraskan sistem operasional di daerah dengan aplikasi SIMZAT.

Sejalan dengan prinsip Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, BAZNAS Pesisir Barat akan bergerak cepat merangkul Kantor Kemenag Pesisir Barat serta para Peratin (Kepala Desa) di tingkat pekon. Pemadanan data ini akan langsung diterapkan pada program-program strategis lokal, seperti program Ngaras Peduli, bantuan yatim piatu, serta penyaluran infak khusus bagi keluarga besar nelayan Labuhan Siging agar sepenuhnya transparan dan akuntabel.

15/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS PESISIR BARAT _Fsl
BAZNAS PESISIR BARAT Turut Hadir Dan Mensukseskan RAKORNAS BAZNAS RI DI KEMAYORAN JAKARTA

BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat turut menghadiri dan mensukseskan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI 2026 yang diselenggarakan di Kemayoran, Jakarta. Kehadiran ini diwakili langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat, Faisol Mudain, bersama Wakil Ketua I, Ky Agus Mawardi, sebagai bentuk komitmen daerah dalam menyelaraskan target pengumpulan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) nasional sebesar Rp70 triliun pada tahun 2027.

Informasi ini bersumber dari siaran pers resmi BAZNAS RI dalam pembukaan Rakornas yang berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 dengan mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak”.

Komitmen BAZNAS Pesisir Barat di Rakornas 2026

• Sinergi Target Nasional: Ketua BAZNAS Pesisir Barat, Faisol Mudain, menyatakan kesiapan daerah untuk bergerak bersama mengejar target pengumpulan Rp70 triliun demi memperluas jangkauan manfaat zakat hingga ke tingkat kabupaten.

• Pengentasan Kemiskinan Daerah: Selaras dengan arahan Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., BAZNAS Pesisir Barat fokus pada optimalisasi dana zakat secara produktif untuk mengubah mustahik (penerima zakat) menjadi muzaki (pembayar zakat).

• Penguatan Konsolidasi: Melalui koordinasi yang dihadiri Wakil Ketua I Ky Agus Mawardi, BAZNAS Pesisir Barat aktif mengikuti komisi strategi guna membawa hasil resolusi zakat yang berdampak nyata bagi kesejahteraan umat di Pesisir Barat.

Dihadiri Tokoh-Tokoh Nasional

Pembukaan agenda besar di Kemayoran ini diikuti sekitar 1.300 peserta dan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain:

• Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani, S.Sos., M.Si.

• Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.

• Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.

• Menteri Koperasi RI, Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si.

• Duta Besar Palestina untuk Indonesia, H.E. Mr. Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattar.

Selain itu, rangkaian acara diisi dengan sesi Zakat Strategic Talks bersama jajaran Menteri Koordinator, Kadin, serta pimpinan lembaga tinggi negara.

Sebagai penutup program pada Kamis, 15 Oktober 2026, Rakornas akan membacakan "Resolusi Jihad Zakat untuk Kesejahteraan Bangsa" serta menggelar Grand BAZNAS Awards 2026 sebagai puncak konsolidasi zakat nasional.

13/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS PESISIR BARAT _Fsl

Berita Terbaru

Pesisir Barat Peduli Disabilitas
Pesisir Barat Peduli Disabilitas
Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dan BAZNAS Antar Anak Disabilitas Ikuti Kegiatan di Bandar Lampung Pesisir Barat — Bentuk kepedulian terhadap anak-anak penyandang disabilitas kembali ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat bersama BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat. Dalam kegiatan sosial yang penuh perhatian dan semangat kemanusiaan tersebut, anak-anak disabilitas didampingi langsung oleh orang tua mereka untuk mengikuti kegiatan di Bandar Lampung. Keberangkatan rombongan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Sosial P3AKB Kabupaten Pesisir Barat bersama Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial serta tim dan squad Dinas Sosial yang turut membersamai selama perjalanan dan pelaksanaan kegiatan. Hadir pula Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat yang ikut memberikan dukungan penuh terhadap program pelayanan sosial bagi anak-anak disabilitas tersebut. Program ini menjadi bentuk nyata perhatian Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat terhadap masyarakat, khususnya anak-anak penyandang disabilitas yang membutuhkan pendampingan dan pelayanan khusus. Di tengah berbagai kendala yang dihadapi sejumlah daerah lain dalam pelaksanaan program serupa, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat tetap berkomitmen menjalankan kegiatan ini dengan penuh semangat dan rasa tanggung jawab sosial. Diketahui, beberapa daerah memilih tidak melaksanakan program tersebut karena berbagai alasan yang dianggap mendesak, termasuk ketentuan bahwa anak-anak peserta harus datang langsung ke Bandar Lampung. Namun hal tersebut tidak menyurutkan langkah Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat untuk tetap hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakatnya. Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menumbuhkan kepedulian sosial serta memberikan dukungan moral kepada anak-anak disabilitas dan keluarga mereka. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat, semangat, dan kebahagiaan bagi anak-anak disabilitas serta menjadi motivasi bagi semua pihak untuk terus peduli terhadap sesama, ujarnya. Mwelalui sinergi antara pemerintah daerah, Dinas Sosial P3AKB, dan BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat, diharapkan perhatian terhadap anak-anak disabilitas dapat terus ditingkatkan demi mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif dan peduli sosial.
BERITA10/05/2026 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
Yayasan Krui Maju Sejahtera Bersama Dinsos Pesisir Barat Kunjungi Penyandang Disabilitas Di Ulok Manik
Yayasan Krui Maju Sejahtera Bersama Dinsos Pesisir Barat Kunjungi Penyandang Disabilitas Di Ulok Manik
Yayasan Krui Maju Sejahtera Bersama Dinas Sosial Pesisir Barat Kunjungi Penyandang Disabilitas di Ulok Manik PESISIR BARAT – Bentuk nyata kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Yayasan Krui Maju Sejahtera bersama Dinas Sosial Kabupaten Pesisir Barat melalui kegiatan kunjungan sosial ke masyarakat yang membutuhkan. Pada Rabu (6/5/2026), rombongan melakukan kunjungan kasih ke Pekon Ulok Manik, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat. Kegiatan ini menyasar salah satu anak penyandang disabilitas sebagai bentuk perhatian dan dukungan moral dari berbagai pihak. Pembina Yayasan Krui Maju Sejahtera, Dian Hardiyanti, hadir bersama jajaran pengurus yayasan serta perwakilan Dinas Sosial. Dalam kesempatan tersebut, rombongan menyerahkan bantuan sosial sekaligus melihat secara langsung kondisi kesehatan dan perkembangan anak yang dikunjungi. Dian Hardiyanti menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen yayasan untuk terus hadir di tengah masyarakat. Kami ingin menjadi jembatan kebaikan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak-anak penyandang disabilitas agar mendapatkan perhatian dan penanganan yang tepat, ujarnya. Sementara itu, perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Pesisir Barat menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dengan Yayasan Krui Maju Sejahtera. Kolaborasi ini dinilai sangat penting dalam memastikan pelayanan sosial dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan tepat sasaran. Kegiatan kunjungan ini tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga dukungan moral bagi keluarga penerima manfaat. Warga setempat menyambut baik kehadiran rombongan dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang. Melalui sinergi antara Yayasan Krui Maju Sejahtera dan Dinas Sosial, diharapkan kepedulian sosial terhadap masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, dapat terus meningkat dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pesisir Barat
BERITA06/05/2026 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
Sosialisasi teknik implementasi surat edaran bupati pesisir barat
Sosialisasi teknik implementasi surat edaran bupati pesisir barat
KRUI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat menggelar kegiatan strategis bertajuk "Sosialisasi Teknik Implementasi Surat Edaran Bupati Pesisir Barat" sekaligus penyerahan Surat Keputusan (SK) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat. Kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat tata kelola Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di wilayah Pesisir Barat, khususnya di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Optimalisasi Pengumpulan Zakat Melalui Regulasi Sosialisasi ini difokuskan pada pemahaman teknis mengenai mekanisme pemotongan dan penyetoran zakat profesi sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Bupati. Hal ini bertujuan agar pengumpulan zakat dari para pegawai di lingkungan pemerintah daerah dapat berjalan lebih terstruktur, transparan, dan akuntabel. Ketua BAZNAS Pesisir Barat Faisol Muda’in, S.H. menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS adalah kunci utama dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui dana umat. "Dengan adanya SK UPZ yang resmi diserahkan hari ini, setiap OPD memiliki legalitas dan tanggung jawab penuh untuk mengelola serta melaporkan zakat di instansi masing-masing secara profesional," ungkapnya. Poin Penting dalam Kegiatan: Implementasi SE Bupati: Penjabaran langkah teknis agar instruksi Bupati terkait zakat profesi dapat terlaksana tanpa kendala administratif. Legalitas UPZ: Penyerahan SK UPZ sebagai simbol dimulainya penguatan struktur pengumpul zakat di tiap dinas dan badan. Transparansi Kelola: Penekanan pada sistem pelaporan yang jelas agar penyaluran zakat tepat sasaran bagi para mustahik (penerima zakat) di Pesisir Barat. Harapan Kedepan Melalui penguatan UPZ di tingkat OPD, diharapkan perolehan dana ZIS dapat meningkat secara signifikan. Dana yang terhimpun nantinya akan disalurkan melalui berbagai program unggulan BAZNAS, mulai dari bantuan pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat kurang mampu di Negeri Para Sai Batin dan Para Ulama tersebut. Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh perwakilan dari seluruh OPD, camat, serta jajaran pengurus BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat.
BERITA06/05/2026 | Febriyade
BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat Perkuat Sinergi dengan DINSOS PPPAKB untuk Pengentasan Kemiskinan
BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat Perkuat Sinergi dengan DINSOS PPPAKB untuk Pengentasan Kemiskinan
BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat Perkuat Sinergi dengan DINSOS PPPAKB untuk Pengentasan Kemiskinan Pesisir Barat, 27 Mei 2025 — Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat melakukan koordinasi langsung dengan Kepala Dinas Sosial PPPAKB Kabupaten Pesisir Barat dalam rangka memperkuat sinergi program penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Pesisir Barat. Pertemuan yang berlangsung di lingkungan kantor DINSOS PPPAKB tersebut membahas berbagai peluang kolaborasi strategis antara kedua lembaga, khususnya dalam optimalisasi penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang terintegrasi dengan program perlindungan sosial pemerintah daerah. Ketua BAZNAS Pesisir Barat menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memastikan program pengentasan kemiskinan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. “Sinergi antara BAZNAS dan DINSOS PPPAKB diharapkan mampu menghadirkan intervensi yang berkelanjutan, tidak hanya bersifat bantuan sesaat, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Kepala DINSOS PPPAKB Kabupaten Pesisir Barat menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menekankan pentingnya integrasi data dan program agar bantuan sosial dan pemberdayaan dapat menjangkau kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan. “Kami melihat potensi besar dari kolaborasi ini, terutama dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” ungkapnya. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas langkah konkret seperti sinkronisasi data penerima manfaat, pengembangan program pemberdayaan berbasis komunitas, serta peningkatan koordinasi dalam penyaluran bantuan sosial yang berkelanjutan. Melalui kerja sama ini, diharapkan upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Pesisir Barat dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
BERITA05/05/2026 | Sastra Wiratma S.IP
BAZNAS Pesisir Barat Sampaikan Terima Kasih kepada Kemenag dan Bank Lampung atas Dukungan Suksesnya Sosialisasi Teknis Implementasi Surat Edaran Bupati
BAZNAS Pesisir Barat Sampaikan Terima Kasih kepada Kemenag dan Bank Lampung atas Dukungan Suksesnya Sosialisasi Teknis Implementasi Surat Edaran Bupati
BAZNAS Pesisir Barat Sampaikan Terima Kasih kepada Kemenag dan Bank Lampung atas Dukungan Suksesnya Sosialisasi Teknis Implementasi Surat Edaran Bupati Pesisir Barat — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kementerian Agama Republik Indonesia serta Bank Lampung atas dukungan dan partisipasi aktif dalam kegiatan Sosialisasi Teknis Implementasi Surat Edaran Bupati yang telah berlangsung dengan lancar dan sukses. Kegiatan yang diselenggarakan oleh BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman serta implementasi kebijakan terkait optimalisasi pengumpulan zakat, infak, dan sedekah, khususnya melalui Surat Edaran Bupati Pesisir Barat. Kehadiran perwakilan Kemenag dan Bank Lampung dinilai memberikan kontribusi penting dalam memperkuat sinergi antar lembaga. Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Kemenag sebagai representasi pemerintah di bidang keagamaan serta Bank Lampung sebagai mitra strategis dalam sistem keuangan daerah menjadi faktor kunci keberhasilan acara tersebut. “Partisipasi aktif dari Kemenag dan Bank Lampung tidak hanya menunjukkan komitmen bersama dalam pengelolaan zakat yang transparan dan akuntabel, tetapi juga memperkuat langkah nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi potensi zakat di Kabupaten Pesisir Barat,” ujarnya. Dalam kegiatan tersebut, turut dibahas mekanisme teknis penerapan Surat Edaran Bupati, termasuk pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di berbagai instansi serta sistem penyaluran zakat yang lebih efektif dan tepat sasaran. BAZNAS Pesisir Barat berharap sinergi yang telah terjalin ini dapat terus ditingkatkan di masa mendatang guna mendukung program-program pemberdayaan umat serta pembangunan daerah yang berkelanjutan. Sebagai penutup, BAZNAS kembali menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini, khususnya Kemenag dan Bank Lampung, serta seluruh peserta yang hadir dan berpartisipasi aktif.
BERITA05/05/2026 | Sastra Wiratma
BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat Resmi Serahkan SK UPZ kepada Seluruh OPD untuk Perkuat Pengelolaan ZIS
BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat Resmi Serahkan SK UPZ kepada Seluruh OPD untuk Perkuat Pengelolaan ZIS
BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat Resmi Serahkan SK UPZ kepada Seluruh OPD untuk Perkuat Pengelolaan ZIS Pesisir Barat — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintah daerah. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang lebih terstruktur, transparan, dan akuntabel. Penyerahan SK tersebut dilaksanakan dalam sebuah acara resmi yang dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, kepala OPD, seluruh komisioner BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat, serta perwakilan pemerintah daerah yang dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan. Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat, Ustadz Faisol Muda’in, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembentukan UPZ di setiap OPD merupakan langkah konkret untuk memperkuat sistem pengumpulan zakat yang lebih efektif dan terorganisir. “UPZ di OPD bukan hanya sebagai formalitas kelembagaan, tetapi menjadi ujung tombak dalam menghimpun potensi zakat, infak, dan sedekah dari para ASN. Dengan pengelolaan yang baik, ZIS akan mampu memberikan dampak signifikan dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa sinergi antara BAZNAS dan OPD menjadi kunci keberhasilan dalam mengoptimalkan potensi zakat daerah. “Kami mengajak seluruh OPD untuk aktif berperan dalam menggerakkan kesadaran berzakat di lingkungan kerja masing-masing. Ini adalah bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan keberkahan dan keadilan sosial di tengah masyarakat,” tambahnya. Staf Ahli Bidang Pemerintahan yang mewakili pemerintah daerah dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas langkah strategis yang dilakukan oleh BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh upaya optimalisasi pengelolaan ZIS melalui pembentukan UPZ di setiap OPD. “Kami berharap seluruh OPD dapat menjalankan fungsi UPZ secara maksimal, profesional, dan bertanggung jawab, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” ungkapnya. Dengan penyerahan SK UPZ ini, BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat menargetkan peningkatan signifikan dalam penghimpunan ZIS, sekaligus memastikan penyalurannya tepat sasaran kepada mustahik. Program-program pemberdayaan berbasis zakat diharapkan semakin berkembang dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat. Ke depan, BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat juga akan terus melakukan pembinaan dan monitoring terhadap UPZ di masing-masing OPD guna memastikan pelaksanaan tugas berjalan sesuai dengan prinsip syariah dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
BERITA05/05/2026 | Sastra Wiratma
Dukungan Kendaraan Dinas Dari Bupati Pesisir Barat, BAZNAS Sampaikan Ucapan Terimakasih
Dukungan Kendaraan Dinas Dari Bupati Pesisir Barat, BAZNAS Sampaikan Ucapan Terimakasih
BAZNAS Pesisir Barat Sampaikan Terima Kasih atas Dukungan Kendaraan Dinas dari Bupati Pesisir Barat – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bupati Pesisir Barat atas dukungan berupa pemberian kendaraan dinas guna menunjang kelancaran operasional lembaga. Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat, Faisol Mudain, menyampaikan bahwa bantuan kendaraan dinas tersebut merupakan bentuk perhatian dan komitmen nyata Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat dalam mendukung optimalisasi pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di daerah. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Pesisir Barat atas bantuan kendaraan dinas ini. Dukungan ini sangat berarti bagi kami dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja BAZNAS, khususnya dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan di wilayah yang cukup luas, ujar Faisol Mudain. Adapun kendaraan dinas yang diserahkan berupa satu unit mobil Toyota Avanza Veloz berwarna hitam yang akan digunakan sebagai kendaraan operasional BAZNAS Pesisir Barat. Proses serah terima kendaraan dilaksanakan secara resmi melalui penyerahan kunci dan dokumen kendaraan berupa STNK oleh Kepala Bagian Umum Kabupaten Pesisir Barat,Bpk Yasir, kepada pihak BAZNAS Pesisir Barat. Penyerahan tersebut menjadi simbol resmi pengalihan pemanfaatan kendaraan dinas untuk mendukung kegiatan operasional BAZNAS di lapangan. Ketua BAZNAS Pesisir Barat, Faisol Mudain, menerima langsung penyerahan tersebut dan menyatakan kesiapan lembaga dalam memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal dan bertanggung jawab. Lebih lanjut, Faisol menjelaskan bahwa keberadaan kendaraan operasional ini akan sangat membantu dalam pelaksanaan berbagai program BAZNAS, seperti pendistribusian bantuan kepada mustahik, kegiatan survei lapangan, serta pelayanan kepada masyarakat di berbagai kecamatan di Kabupaten Pesisir Barat. Ia juga menegaskan bahwa BAZNAS Pesisir Barat berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana umat. Dukungan dari pemerintah daerah diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi antara BAZNAS dan pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya fasilitas ini, kami optimis pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih maksimal dan tepat sasaran. Kami akan menjaga amanah ini dengan sebaik-baiknya demi kemaslahatan umat, tambahnya. BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat juga berharap kolaborasi yang telah terjalin dengan baik antara pemerintah daerah dan BAZNAS dapat terus ditingkatkan di masa mendatang, sehingga berbagai program sosial dan kemanusiaan dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
BERITA05/05/2026 | Ketua BAZNAS
Bupati Pesisir Barat Serahkan Bantuan Kendaraan Dinas Operasional kepada BAZNAS
Bupati Pesisir Barat Serahkan Bantuan Kendaraan Dinas Operasional kepada BAZNAS
KRUI, PESISIR BARAT – Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat secara resmi menyerahkan bantuan kendaraan dinas (randis) operasional kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat. Penyerahan bantuan ini dilakukan di halaman kantor bupati pada Senin, 4 Mei 2026. ?Penyerahan bantuan tersebut merupakan instruksi langsung dari Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung kelancaran program-program sosial dan kemanusiaan yang dikelola oleh BAZNAS. ?Prosesi Penyerahan ?Secara teknis, penyerahan dilakukan melalui Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Barat. Kepala Bagian (Kabag) Umum secara simbolis menyerahkan kunci kendaraan langsung kepada Ketua BAZNAS Pesisir Barat. ?"Bantuan kendaraan operasional ini diharapkan dapat mempercepat mobilisasi petugas BAZNAS dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan, terutama di wilayah-wilayah pelosok Pesisir Barat," ujar Kabag Umum dalam sambutannya. ?Dukungan untuk Optimalisasi Zakat ?Ketua BAZNAS Pesisir Barat menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Bupati Dedi Irawan atas perhatian besar terhadap lembaga pengelola zakat tersebut. Dengan adanya armada baru ini, BAZNAS berkomitmen untuk meningkatkan performa dalam penghimpunan maupun pendistribusian zakat, infak, dan sedekah (ZIS). ?Pemberian randis ini diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi pengurus BAZNAS untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan dan membantu kesejahteraan umat di Bumi Para Sai Batin dan Para Ulama.
BERITA04/05/2026 | Ari beni
Peringatan Hardiknas 2026: BAZNAS Pesisir Barat Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi Pendidikan dan Zakat
Peringatan Hardiknas 2026: BAZNAS Pesisir Barat Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi Pendidikan dan Zakat
KRUI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat turut memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2026. Momentum ini dijadikan sebagai pijakan untuk memperkuat komitmen dalam mendukung pemerataan kualitas pendidikan di Bumi Para Sai batin dan ulama Komering melalui program-program pendayagunaan zakat. Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat Faisol Muda’in, S.H. menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh insan pendidikan, mulai dari guru, tenaga pendidik, hingga para siswa. Ia menegaskan bahwa pendidikan adalah pilar utama dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan martabat bangsa. "Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari kita jadikan momentum ini untuk 'Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar'. BAZNAS Pesisir Barat akan terus hadir mendampingi generasi muda melalui berbagai program bantuan pendidikan agar tidak ada lagi anak bangsa yang putus sekolah karena kendala biaya," ungkapnya. Selama ini, BAZNAS Pesisir Barat telah aktif berperan dalam sektor pendidikan melalui penyaluran bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa dari keluarga kurang mampu (mustahik). Hal ini sejalan dengan tema Hardiknas tahun ini yang menekankan pada keberlanjutan transformasi pendidikan yang inklusif. Melalui rilis ini, BAZNAS Pesisir Barat juga mengajak para dermawan (Muzakki) untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya. Sinergi antara dana sosial keagamaan dan program pemerintah diharapkan mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang berakhlak mulia di Kabupaten Pesisir Barat.
BERITA02/05/2026 | Febriyade
BAZNAS Pesisir Barat Sampaikan Apresiasi dan Selamat Hari Buruh Nasional 2026
BAZNAS Pesisir Barat Sampaikan Apresiasi dan Selamat Hari Buruh Nasional 2026
PESISIR BARAT – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat secara resmi menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Buruh Nasional yang jatuh pada tanggal 1 Mei 2026. Momentum ini dijadikan sebagai ajang untuk mengapresiasi dedikasi seluruh pekerja di "Negeri Para Sai Batin dan Para Ulama". Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat Faisol muda'in, S.H. menyampaikan bahwa para pekerja dan buruh merupakan penggerak roda ekonomi yang sangat krusial bagi pembangunan daerah. "Kami keluarga besar BAZNAS Pesisir Barat mengucapkan Selamat Hari Buruh Nasional bagi seluruh pejuang keluarga. Dedikasi dan tetesan keringat kalian adalah kontribusi nyata bagi kesejahteraan bangsa dan daerah kita tercinta," ujarnya. Zakat sebagai Pilar Kesejahteraan Pekerja Dalam kesempatan ini, BAZNAS juga menekankan pentingnya sinergi antara kesejahteraan tenaga kerja dengan program pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah. BAZNAS berkomitmen untuk terus hadir membantu para mustahik, termasuk di kalangan pekerja rentan, melalui berbagai program seperti: Bantuan Ekonomi Produktif: Modal usaha bagi keluarga buruh yang ingin mandiri secara ekonomi. Beasiswa Pendidikan: Menjamin masa depan anak-anak pekerja agar tetap bisa mengenyam pendidikan tinggi. Layanan Kesehatan: Memberikan akses kesehatan bagi keluarga kurang mampu di sektor pekerja informal. Harapan di Hari Buruh BAZNAS Pesisir Barat berharap momentum Hari Buruh tahun ini menjadi titik balik penguatan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan lembaga sosial. "Semoga para pekerja di Pesisir Barat semakin sejahtera, dilindungi hak-haknya, dan selalu dalam keberkahan Allah SWT. Mari kita jadikan kerja sebagai ladang ibadah," pungkasnya.
BERITA01/05/2026 | Febriyade
SMPN 2 Krui Salurkan Infaq Dan Shodaqoh Melalui BAZNAS Pesisir Barat
SMPN 2 Krui Salurkan Infaq Dan Shodaqoh Melalui BAZNAS Pesisir Barat
PESISIR TENGAH – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Krui menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyetorkan dana Infaq dan Shodaqoh ke Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat. Penyerahan tersebut dilakukan langsung di Kantor BAZNAS Pesisir Barat pada Senin, 20 April 2026. ?Kehadiran perwakilan dari SMPN 2 Krui disambut hangat oleh staf BAZNAS Pesisir Barat, Febriyade, yang menerima langsung titipan dana umat tersebut. ?Wujud Kepedulian Siswa dan Guru ?Dana yang disetorkan merupakan hasil pengumpulan sukarela dari para siswa, guru, serta staf di lingkungan SMPN 2 Krui. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih rasa empati siswa serta mendukung program-program pemberdayaan masyarakat yang dikelola oleh BAZNAS di wilayah Pesisir Barat. ?"Kami sangat mengapresiasi langkah SMPN 2 Krui. Ini adalah contoh nyata bagaimana dunia pendidikan turut berkontribusi dalam gerakan zakat dan infaq di kabupaten kita," ujar Febriyade saat menerima kunjungan tersebut. ?Penyaluran yang Tepat Sasaran ?Pihak BAZNAS Pesisir Barat memastikan bahwa setiap rupiah yang masuk akan dikelola secara transparan dan disalurkan kepada mereka yang berhak (mustahik), baik dalam bentuk bantuan pendidikan, kesehatan, maupun program kemanusiaan lainnya di Bumi Para Saibatin dan Ulama. ?Diharapkan, aksi nyata dari SMPN 2 Krui ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain di Kecamatan Pesisir Tengah untuk turut aktif bersinergi dengan BAZNAS dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan sosial.
BERITA01/05/2026 | Ari beni
Optimalkan Zakat ASN, BAZNAS Pesisir Barat Matangkan Teknis MoU dengan Bank Lampung
Optimalkan Zakat ASN, BAZNAS Pesisir Barat Matangkan Teknis MoU dengan Bank Lampung
KRUI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat terus berupaya memperkuat tata kelola pengumpulan zakat di wilayah "Negeri Para Sai Batin dan Para Ulama". Terbaru, pimpinan BAZNAS Pesisir Barat melakukan pertemuan strategis dengan pihak Bank Lampung Kantor Cabang (KC) Pesisir Barat guna membahas detail teknis Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) pada Kamis (30/4/2026). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut untuk menyempurnakan mekanisme Zakat Profesi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat agar lebih terintegrasi dan akuntabel. Poin Utama Kerja Sama Teknis Dalam audiensi tersebut, terdapat beberapa poin krusial yang disepakati untuk segera diimplementasikan dalam waktu dekat: Transparansi Pelaporan: Pengembangan sistem pelaporan yang memungkinkan BAZNAS maupun nasabah (ASN) memantau arus dana zakat secara real-time untuk menjaga amanah dan kepercayaan umat. Sosialisasi Bersama: Rencana edukasi terpadu kepada OPD (Organisasi Perangkat Daerah) mengenai kemudahan berzakat melalui kanal perbankan yang tersedia. Sinergi demi Kesejahteraan Umat Ketua BAZNAS Pesisir Barat, Ustad Faisol Mudain, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan perbankan adalah kunci efisiensi pengumpulan ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah). "Kami perlu menyamakan persepsi teknis dengan Bank Lampung selaku mitra strategis pemerintah daerah. Tujuannya agar niat baik para ASN untuk menunaikan kewajiban zakatnya dapat terfasilitasi dengan sistem yang praktis, cepat, dan sesuai syariat," ujar Ustad Faisol. Di sisi lain, pihak Bank Lampung menyatakan komitmen penuh untuk menyediakan infrastruktur perbankan yang mumpuni demi kelancaran program ini. Langkah ini diharapkan mampu memaksimalkan potensi zakat di Pesisir Barat, yang nantinya akan disalurkan kembali kepada masyarakat melalui program bantuan pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Dengan matangnya pembahasan teknis ini, penandatanganan MoU resmi dijadwalkan akan dilakukan dalam waktu dekat sebagai payung hukum kolaborasi kedua belah pihak.
BERITA30/04/2026 | Febriyade
BAZNAS PESISIR BARAT Bersama Dinas Pendidikan Akan Membuat UPZ Diseluruh SD Dan SMPN Pesisir Barat
BAZNAS PESISIR BARAT Bersama Dinas Pendidikan Akan Membuat UPZ Diseluruh SD Dan SMPN Pesisir Barat
BAZNAS Pesisir Barat Ajukan Pembentukan UPZ Sekolah, Surat Diterima Dinas Pendidikan Pesisir Barat, 29 April 2026 — BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat secara resmi mengajukan permohonan rekomendasi pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan sekolah. Surat tersebut telah diterima oleh staf kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Barat pada Selasa (29/4/2026). Surat bernomor 800/027/BAZNAS-KPB/IV/2026 tertanggal 28 April 2026 itu ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Barat. Dalam surat tersebut, BAZNAS menyampaikan permohonan dukungan serta rekomendasi untuk pembentukan UPZ di tingkat Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di bawah naungan dinas terkait. Ketua BAZNAS Pesisir Barat, Faisol Muda’in, dalam suratnya menjelaskan bahwa pembentukan UPZ sekolah merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS), sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial sejak dini di lingkungan pendidikan. Pembentukan UPZ ini bertujuan untuk meningkatkan edukasi dan literasi zakat bagi siswa serta mendukung pendayagunaan dana ZIS untuk membantu siswa kurang mampu, termasuk melalui program beasiswa, demikian isi pokok surat tersebut. BAZNAS juga menegaskan bahwa langkah ini memiliki dasar hukum yang jelas, mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat serta Peraturan BAZNAS Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Tata Kerja Unit Pengumpul Zakat. Melalui surat ini, BAZNAS berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dapat memberikan rekomendasi resmi sekaligus instruksi kepada seluruh kepala sekolah SDN dan SMPN di wilayah Pesisir Barat untuk mendukung pembentukan UPZ di masing-masing sekolah. Dengan diterimanya surat tersebut, diharapkan proses koordinasi antara BAZNAS dan Dinas Pendidikan dapat segera berjalan, sehingga program pembentukan UPZ sekolah dapat direalisasikan dalam waktu dekat dan memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan di Kabupaten Pesisir Barat.
BERITA29/04/2026 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
BAZNAS Pesisir Barat Percepat Pembentukan UPZ Sekolah dan Desa dalam Rapat Mingguan
BAZNAS Pesisir Barat Percepat Pembentukan UPZ Sekolah dan Desa dalam Rapat Mingguan
KRUI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat menggelar rapat koordinasi mingguan pada Senin, 28 April 2026 untuk membahas langkah strategis penguatan pengelolaan zakat di tingkat akar rumput. Rapat ini memprioritaskan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan pendidikan serta percepatan administrasi UPZ Desa. Fokus Utama: UPZ Sekolah dan Desa Ketua BAZNAS Pesisir Barat Faisol Muda’in, S.H. menekankan pentingnya pembentukan UPZ di setiap sekolah di seluruh Kabupaten Pesisir Barat. Hal ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di sektor pendidikan. Selain itu, menindaklanjuti pesan dari Ketua BAZNAS Provinsi Lampung DR. Drs. H. Iskandar Zulkarnain,M.H.,, rapat menegaskan agar seluruh proses administrasi UPZ Desa harus rampung sebelum bulan Agustus. "Pendataan UPZ Desa harus segera diselesaikan, terutama saat dana sudah tersedia, agar distribusi dan pelaporan berjalan transparan," ungkap pimpinan rapat. Kerjasama Strategis dengan Bank Lampung Terkait tata kelola keuangan, BAZNAS Pesisir Barat menjadwalkan pembuatan rekening resmi dan pengambilan Nota Kesepahaman (MoU) pada hari ini. Untuk proses di Bank Lampung, pihak BAZNAS memastikan akan didampingi langsung oleh Ketua atau Sekretaris guna memberikan penjelasan mendalam terkait butir-butir kesepakatan dalam MoU tersebut. Pemetaan UPZ Masjid di Tiga Kecamatan Wakil Ketua I Ust Agus Mawardi Bidang Pengumpulan memaparkan teknis pembentukan UPZ Masjid. Dalam waktu dekat, tim akan disebar untuk mengambil data calon pengurus UPZ Masjid, khususnya di wilayah: Kecamatan Krui Selatan Kecamatan Pesisir Tengah Kecamatan Way Krui Data yang dihimpun meliputi nama masjid, nama pekon (desa), serta biodata calon pengurus UPZ yang akan bertugas. Rencana Sosialisasi Himbauan Bupati Guna memperkuat dukungan pemerintah, BAZNAS Pesisir Barat berencana menyurati Bupati Pesisir Barat untuk memfasilitasi pertemuan dengan seluruh Kepala Dinas di lingkungan Pemda. Agenda utamanya adalah sosialisasi Surat Himbauan Bupati terkait optimalisasi dana hibah dan pengelolaan ZIS di instansi pemerintahan. Pertemuan tersebut diharapkan dapat menyatukan visi antara pemerintah daerah dan BAZNAS dalam upaya pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan umat di Pesisir Barat.
BERITA28/04/2026 | Febriyade
Tingkatkan Sinergi, BAZNAS Pesisir Barat Gelar Rapat Mingguan dan Evaluasi Hasil Rakor Provinsi
Tingkatkan Sinergi, BAZNAS Pesisir Barat Gelar Rapat Mingguan dan Evaluasi Hasil Rakor Provinsi
PESISIR BARAT – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pesisir Barat menggelar rapat rutin mingguan pada Senin (27/04/2026). Rapat yang berlangsung di Kantor Baznas Pesisir Barat ini dipimpin langsung oleh Ketua Baznas, Ustadz Faisol Mudain, serta dihadiri oleh seluruh jajaran komisioner dan staf. Agenda utama dalam pertemuan kali ini adalah penyampaian hasil Rapat Koordinasi (Rakor) yang sebelumnya dilaksanakan di Bandar Lampung. Laporan tersebut dipaparkan oleh Wakil Ketua (Waka) II, Ustadz Mey Salko, yang hadir dalam Rakor tersebut bersama dua staf, yakni Febriyade (Bagian Pengumpulan) dan Sastra Wiratma (Bagian Penyaluran). Poin Utama Rapat Dalam suasana yang produktif, terdapat beberapa poin krusial yang dibahas guna meningkatkan kinerja amil zakat di Kabupaten Pesisir Barat: Sinkronisasi Program: Menyesuaikan arahan hasil Rakor Bandar Lampung dengan rencana kerja lokal di Pesisir Barat. Optimalisasi Pengumpulan: Arahan teknis dari bagian pengumpulan untuk menjangkau muzaki secara lebih luas dan efisien. Ketepatan Penyaluran: Evaluasi mekanisme penyaluran zakat agar lebih tepat sasaran bagi mustahik yang membutuhkan. "Rapat mingguan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah strategis untuk memastikan setiap amanah dari Rakor di provinsi dapat kita implementasikan dengan baik di lapangan," ujar Ustadz Faisol Mudain saat memimpin jalannya rapat. Kehadiran Penuh ?Rapat ini diikuti dengan antusias oleh seluruh elemen internal Baznas Pesisir Barat. Kehadiran lengkap dari komisioner hingga staf teknis menunjukkan soliditas lembaga dalam upaya mengelola zakat, infak, dan sedekah demi kesejahteraan umat di wilayah Pesisir Barat.
BERITA27/04/2026 | Ari beni
BAZNAS Provinsi Lampung Dorong Akselerasi UPZ Desa Melalui Zakat Innovation Hub
BAZNAS Provinsi Lampung Dorong Akselerasi UPZ Desa Melalui Zakat Innovation Hub
BANDAR LAMPUNG – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Lampung menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama pimpinan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung. Pertemuan strategis ini difokuskan pada penguatan tata kelola zakat di tingkat akar rumput serta pengenalan inovasi digital dalam pengelolaan dana umat. Acara dibuka secara resmi oleh Ketua BAZNAS Provinsi Lampung, Bapak Iskandar Zulkarnain. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara tingkat provinsi dan daerah untuk memastikan pendayagunaan zakat berjalan optimal dan tepat sasaran. Zakat Innovation Hub: Transformasi Digital Zakat Salah satu agenda utama dalam Rakor ini adalah pemaparan materi mengenai Zakat Innovation Hub yang disampaikan oleh Habib Syauqi Al Muhdhar. Dalam sesi tersebut, dijelaskan bahwa inovasi ini dirancang untuk memodernisasi ekosistem perzakatan di Lampung. Zakat Innovation Hub menjadi pusat pengembangan ide kreatif dan pemanfaatan teknologi informasi guna mempermudah muzaki dalam menunaikan kewajibannya, sekaligus meningkatkan transparansi penyaluran bantuan kepada mustahik. Evaluasi Progres UPZ Desa Selain pengenalan inovasi, Ketua BAZNAS Provinsi Lampung juga memberikan instruksi khusus kepada seluruh Ketua BAZNAS Kabupaten/Kota yang hadir. Beliau meminta setiap daerah memaparkan secara detail sejauh mana progres pembentukan dan efektivitas Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat Desa/Pekon. "UPZ Desa adalah ujung tombak kita. Saya meminta laporan konkret mengenai kendala di lapangan dan sejauh mana progres yang telah dicapai di masing-masing kabupaten," ujar Iskandar Zulkarnain di sela rapat. Pelaporan ini bertujuan untuk memetakan wilayah mana saja yang sudah aktif menjalankan fungsi UPZ Desa secara maksimal dan wilayah mana yang masih memerlukan pendampingan intensif. Dengan kuatnya basis UPZ di desa, diharapkan potensi zakat di Provinsi Lampung dapat tergali lebih besar demi kesejahteraan masyarakat luas.
BERITA27/04/2026 | Febriyade
BAZNAS PESISIR BARAT Ikuti Kajian Zakat Innovation Hub Sebagai Pusat Sinergi Dan Standarisasi SDM
BAZNAS PESISIR BARAT Ikuti Kajian Zakat Innovation Hub Sebagai Pusat Sinergi Dan Standarisasi SDM
BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat Perkuat Sinergi melalui Zakat Innovation Hub untuk Standardisasi SDM dan Pengentasan Kemiskinan Pesisir Barat — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat terus mendorong penguatan tata kelola zakat yang profesional, terintegrasi, dan berdampak luas melalui pengembangan Zakat Innovation Hub. Inisiatif ini menjadi bagian dari implementasi Pilar II: Pusat Sinergi dan Standarisasi SDM, yang menitikberatkan pada kolaborasi lintas sektor serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) amil zakat. Zakat Innovation Hub dirancang sebagai pusat kolaborasi strategis yang mengintegrasikan fungsi Amil Academy dan Zakat Collaboration Hub. Melalui platform ini, BAZNAS tidak hanya memperkuat kompetensi amil, tetapi juga memastikan adanya standardisasi layanan zakat yang berbasis pada prinsip syariah kontemporer serta pemanfaatan teknologi informasi. Pengelolaan zakat saat ini membutuhkan pendekatan yang lebih modern, adaptif, dan terukur. Oleh karena itu, kami menghadirkan Zakat Innovation Hub sebagai pusat pembelajaran, sertifikasi, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan. Penguatan SDM melalui Amil Academy Dalam kerangka Amil Academy, BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat berfokus pada peningkatan kualitas SDM melalui program sertifikasi amil, penguatan pemahaman fikih zakat kontemporer, serta pelatihan pemanfaatan teknologi digital. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan bahwa setiap pengelola zakat memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar nasional dan mampu menjawab tantangan zaman. Sinergi dengan Pemerintah Daerah BAZNAS juga memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dalam rangka sinkronisasi program pengentasan kemiskinan. Sinergi ini memungkinkan optimalisasi data dan program bantuan, sehingga penyaluran zakat dapat berjalan sejalan dengan kebijakan pembangunan daerah. Kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi kunci dalam memastikan bahwa zakat dapat menjadi instrumen strategis dalam menurunkan angka kemiskinan secara berkelanjutan, tambahnya. Kolaborasi dengan BAZNAS dan LAZ Swasta Selain itu, BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat turut membangun jaringan dengan BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) swasta untuk menciptakan ekosistem pengelolaan zakat yang terhubung dan terstandarisasi. Kolaborasi ini mencakup penyamaan standar layanan amil, pertukaran data, serta penguatan sistem distribusi zakat yang lebih efektif. Peran Kampus dalam Pengembangan Zakat Dalam mendukung inovasi dan riset, BAZNAS menjalin kemitraan dengan perguruan tinggi melalui program Partnership Campus. Program ini mencakup integrasi riset, Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Zakat, serta program magang mahasiswa. Beberapa institusi pendidikan seperti Universitas Lampung (UNILA), Institut Teknologi Sumatera (ITERA), dan UIN Raden Intan Lampung (UIN RIL) telah menjadi mitra strategis dalam pengembangan program ini. Kolaborasi akademik ini diharapkan dapat melahirkan inovasi berbasis riset yang mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan dan pendistribusian zakat. Optimalisasi Peran Corporate CSR BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat juga membuka ruang kolaborasi dengan sektor korporasi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Dengan dukungan data kemiskinan yang telah tervalidasi, penyaluran dana CSR dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Sinergi dengan sektor swasta memungkinkan peningkatan dampak sosial yang lebih luas, terutama dalam menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan, jelasnya. Komitmen Menuju Pengelolaan Zakat Modern Melalui implementasi Pilar II: Pusat Sinergi dan Standarisasi SDM, BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi lembaga pengelola zakat yang profesional, transparan, dan inovatif. Dengan mengedepankan kolaborasi multipihak, standardisasi SDM, serta pemanfaatan teknologi, diharapkan zakat dapat menjadi instrumen utama dalam mendorong kesejahteraan masyarakat dan percepatan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Pesisir Barat.
BERITA25/04/2026 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
BAZNAS PESISIR BARAT Perkuat Peran Dalam Ekosistem Zakat Innovation Hub
BAZNAS PESISIR BARAT Perkuat Peran Dalam Ekosistem Zakat Innovation Hub
BAZNAS Pesisir Barat Perkuat Peran dalam Ekosistem Zakat Innovation Hub Pesisir Barat – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan tata kelola zakat yang profesional dan berdampak melalui partisipasi dalam kegiatan penguatan Ekosistem Zakat Innovation Hub di Lampung. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan BAZNAS Pesisir Barat, yakni Ust. Maysalko, A.Md selaku Wakil Ketua II, Sdr. Febriyade, S.Pd dari Staf Divisi Pengumpulan, serta Sdr. Sastra Wiratma dari Staf Divisi Pendistribusian. Dalam kegiatan tersebut, dipaparkan bahwa Zakat Innovation Hub berperan sebagai Center of Excellence dalam tata kelola zakat berbasis riset dan pemberdayaan. Pendekatan ini menekankan pentingnya integrasi antara data, pelatihan, serta aksi nyata di lapangan guna menciptakan dampak yang berkelanjutan. Adapun misi utama dari ekosistem ini adalah menyediakan data yang akurat, membangun sistem pelatihan lintas sektor, serta mengimplementasikan model pemberdayaan berkelanjutan bagi masyarakat. Hal ini menjadi landasan penting dalam merancang program zakat yang tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga mampu mengangkat kesejahteraan mustahik secara menyeluruh. Ekosistem Zakat Innovation Hub memiliki tiga pilar utama. Pertama, Data dan Riset Kontemporer yang berfungsi memandu strategi pemberdayaan serta penyusunan kurikulum berbasis kebutuhan nyata di lapangan. Kedua, Pusat Pelatihan dan Kerjasama yang bertujuan mencetak sumber daya manusia (amil) yang kompeten dan mampu mengeksekusi program secara efektif. Ketiga, Penguatan dan Pemberdayaan melalui aksi nyata yang menghasilkan data baru sebagai bahan evaluasi dan pengembangan program lanjutan. Ust. Maysalko menyampaikan bahwa konsep ini memberikan arah baru dalam pengelolaan zakat di daerah, khususnya dalam membangun sinergi antara riset dan implementasi program. Melalui pendekatan ini, pengelolaan zakat tidak hanya berbasis pada penyaluran, tetapi juga pada penguatan kapasitas dan pemberdayaan yang terukur. Ini menjadi langkah penting dalam menciptakan program yang berkelanjutan, ujarnya. Dengan mengikuti kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat diharapkan mampu mengadopsi dan mengimplementasikan konsep Zakat Innovation Hub secara bertahap, guna meningkatkan kualitas pelayanan zakat serta memperluas dampak manfaat bagi masyarakat. Ke depan, BAZNAS Pesisir Barat berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi berbasis data dan kolaborasi lintas sektor, demi mewujudkan pengelolaan zakat yang modern, profesional, dan berdaya guna bagi kesejahteraan umat.
BERITA25/04/2026 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
BAZNAS PESISIR BARAT Ikuti Giat transformasi Pengelolaan Zakat
BAZNAS PESISIR BARAT Ikuti Giat transformasi Pengelolaan Zakat
BAZNAS Pesisir Barat Ikuti Giat Transformasi Pengelolaan Zakat di Swissbell Hotel Lampung Jum'at 24 April 2026 Pesisir Barat – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat turut ambil bagian dalam kegiatan bertema “Transformasi Paradigma Pengelolaan Zakat di Lampung yang menekankan pentingnya pergeseran pengelolaan zakat dari sekadar kewajiban ritual menjadi instrumen strategis penggerak ekonomi dan perubahan sosial. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan BAZNAS Pesisir Barat, yaitu Ust. Maysalko, A.Md selaku Wakil Ketua II, Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian Sdr. Febriyade, S.Pd dari Staf Divisi Pengumpulan, serta Sdr. Sastra Wiratma dari Staf Divisi Pendistribusian. Dalam pemaparan materi, dijelaskan bahwa paradigma pengelolaan zakat saat ini perlu bertransformasi dari pendekatan konvensional menuju model inovatif berbasis ekosistem. Jika sebelumnya pengelolaan zakat cenderung mengandalkan rutinitas dan insting, kini diarahkan pada kebijakan berbasis data yang lebih terukur dan tepat sasaran. Selain itu, fokus penyaluran zakat yang sebelumnya dominan pada bantuan darurat, kini bergeser menuju pemberdayaan berkelanjutan. Hal ini bertujuan agar penerima manfaat (mustahik) tidak hanya terbantu sesaat, tetapi mampu mandiri secara ekonomi dalam jangka panjang. Dari sisi sumber daya manusia, penguatan kapasitas amil juga menjadi perhatian utama. Jika sebelumnya banyak mengandalkan relawan lepas, kini didorong adanya amil yang tersertifikasi secara profesional guna meningkatkan kualitas pengelolaan zakat. Tak kalah penting, sinergi antar lembaga menjadi kunci dalam membangun ekosistem zakat yang kuat. Pengelolaan yang sebelumnya berjalan secara terpisah (silo), kini diarahkan menjadi kolaboratif lintas sektor, melibatkan berbagai pihak untuk memperluas dampak. Adapun output utama yang diharapkan dari transformasi ini adalah perubahan signifikan, yakni menjadikan mustahik sebagai muzakki. Dengan kata lain, zakat tidak hanya habis disalurkan, tetapi mampu mengangkat taraf hidup penerima hingga menjadi pihak yang turut berzakat. Keikutsertaan BAZNAS Pesisir Barat dalam kegiatan ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pengelolaan zakat di daerah. Dengan mengikuti kegiatan ini, BAZNAS Pesisir Barat berkomitmen untuk terus berbenah dan mengimplementasikan paradigma baru dalam pengelolaan zakat, guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang lebih merata dan berkelanjutan di Kabupaten Pesisir Barat.
BERITA24/04/2026 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
Perkuat Sinergi, BAZNAS Pesisir Barat Hadiri Puncak Perayaan HUT Kabupaten Pesisir Barat ke-13
Perkuat Sinergi, BAZNAS Pesisir Barat Hadiri Puncak Perayaan HUT Kabupaten Pesisir Barat ke-13
KRUI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat turut menghadiri rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pesisir Barat yang ke-13 yang digelar dengan meriah di lapangan utama perkantoran Pemkab setempat. Kehadiran jajaran pimpinan BAZNAS ini menjadi simbol kuatnya komitmen lembaga zakat dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di "Negeri Para Sai Batin dan Para Ulama." Dukungan untuk Kemajuan Daerah Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat Faisol Muda’in, S.H. menyampaikan apresiasi atas pencapaian yang telah diraih oleh Pemerintah Kabupaten selama 13 tahun berdiri. Menurutnya, BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat akan terus menyelaraskan program-programnya dengan visi pembangunan daerah. "Di usia yang ke-13 ini, kami berharap Kabupaten Pesisir Barat semakin maju dan sejahtera. BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah, terutama dalam menyalurkan amanah muzakki untuk membantu warga yang membutuhkan secara tepat sasaran," ungkap Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat. Rangkaian Acara dan Kolaborasi Dalam acara yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda, tokoh adat, serta tokoh masyarakat tersebut, BAZNAS juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Beberapa poin penting kehadiran BAZNAS meliputi: Sinergi Program: Menyelaraskan bantuan sosial BAZNAS dengan agenda pengentasan kemiskinan ekstrem di Pesisir Barat. Optimalisasi ZIS: Mengajak seluruh ASN dan masyarakat yang mampu untuk terus mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui lembaga resmi. Partisipasi Aktif: Turut memeriahkan rangkaian HUT sebagai bentuk dukungan moral terhadap identitas daerah. Harapan ke Depan Peringatan HUT ke-13 ini diharapkan menjadi momentum bagi BAZNAS Pesisir Barat untuk meningkatkan performa layanan dan jangkauan distribusi bantuan. Dengan semangat gotong royong, BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat optimis bahwa kesejahteraan masyarakat Pesisir Barat dapat terus meningkat seiring dengan bertambahnya usia kabupaten Pesisir Barat ini.
BERITA22/04/2026 | Febriyade
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Pesisir Barat.

Lihat Daftar Rekening →