Berita Terkini
Kunci Utama Dana Umat Berdampak Pada Ekonomi Masif Adalah Integrasi DTSEN
DATA TEPAT ZAKAT BERDAMPAK: BAZNAS Pesisir Barat Siap Integrasikan DTSEN dan SIMZAT Kemenag RI
JAKARTA, BAZNAS PESISIR BARAT – Memasuki hari kedua pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 di Jakarta pada Rabu (14/10/2026), fokus penguatan tata kelola zakat nasional diarahkan pada digitalisasi dan akurasi data. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Waryono, menegaskan bahwa kunci utama agar dana umat memberikan dampak ekonomi yang masif adalah melalui integrasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Dalam forum tersebut, Kemenag RI juga memperkenalkan SIMZAT, sebuah aplikasi ekosistem digital terpadu yang dirancang khusus untuk mendukung pencatatan data mustahik, proses penghimpunan, hingga pelaporan pendistribusian dana ZIS secara nasional.
Menghapus Duplikasi Bantuan lewat Pemadanan Data
Dalam paparannya, Prof. H. Waryono menjelaskan bahwa potret DTSEN sangat krusial bagi BAZNAS di seluruh daerah untuk mengidentifikasi calon penerima manfaat secara objektif berdasarkan tingkat kesejahteraannya.
“Pemetaan lewat DTSEN ini menjadi ikhtiar kita untuk memastikan penyaluran, pendistribusian, dan seterusnya tetap tepat sasaran berdasarkan kondisi sosial ekonomi dan tingkat kesejahteraan masyarakat. Harapannya, data ini membantu Bapak dan Ibu BAZNAS seluruh Indonesia untuk sampai pada penyaluran yang terarah dan dampaknya terukur,” ujar Waryono.
Integrasi data terpadu ini membawa tiga keuntungan manajerial utama:
• Mencegah Duplikasi: Sistem yang terhubung membuat BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dapat mendeteksi jenis bantuan yang sudah diterima oleh mustahik dari pemerintah, sehingga penyaluran berikutnya tidak tumpang tindih.
• Pemutakhiran Berkala: Pemadanan data dijadwalkan berlangsung setiap enam bulan sekali, disusul dengan evaluasi berkala setahun sekali demi merekam perubahan status sosial ekonomi jemaah di lapangan.
• Klasterisasi Penerima: Masyarakat dengan kerentanan paling tinggi (Desil 1) difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pokok (bantuan konsumtif dasar). Sementara kelompok yang memiliki potensi berkembang akan didorong melalui program pemberdayaan ekonomi produktif.
Pembagian Peran yang Jelas
Guna mencapai visi "Data Tepat, Zakat Berdampak, Umat Sejahtera", Kemenag menetapkan pembagian kerja yang rigid. Kementerian Agama bertindak sebagai pengendali data makro, sedangkan BAZNAS bersama LAZ bergerak aktif sebagai pemroses data teknis di lapangan.
Aksi Nyata BAZNAS Pesisir Barat
Merespons cetak biru digitalisasi dari pusat, Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat, Bapak Faisol Muda'in, menyatakan komitmennya untuk segera menyelaraskan sistem operasional di daerah dengan aplikasi SIMZAT.
Sejalan dengan prinsip Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, BAZNAS Pesisir Barat akan bergerak cepat merangkul Kantor Kemenag Pesisir Barat serta para Peratin (Kepala Desa) di tingkat pekon. Pemadanan data ini akan langsung diterapkan pada program-program strategis lokal, seperti program Ngaras Peduli, bantuan yatim piatu, serta penyaluran infak khusus bagi keluarga besar nelayan Labuhan Siging agar sepenuhnya transparan dan akuntabel.
15/10/2026 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT _Fsl
BAZNAS PESISIR BARAT Turut Hadir Dan Mensukseskan RAKORNAS BAZNAS RI DI KEMAYORAN JAKARTA
BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat turut menghadiri dan mensukseskan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI 2026 yang diselenggarakan di Kemayoran, Jakarta. Kehadiran ini diwakili langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat, Faisol Mudain, bersama Wakil Ketua I, Ky Agus Mawardi, sebagai bentuk komitmen daerah dalam menyelaraskan target pengumpulan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) nasional sebesar Rp70 triliun pada tahun 2027.
Informasi ini bersumber dari siaran pers resmi BAZNAS RI dalam pembukaan Rakornas yang berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 dengan mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak”.
Komitmen BAZNAS Pesisir Barat di Rakornas 2026
• Sinergi Target Nasional: Ketua BAZNAS Pesisir Barat, Faisol Mudain, menyatakan kesiapan daerah untuk bergerak bersama mengejar target pengumpulan Rp70 triliun demi memperluas jangkauan manfaat zakat hingga ke tingkat kabupaten.
• Pengentasan Kemiskinan Daerah: Selaras dengan arahan Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., BAZNAS Pesisir Barat fokus pada optimalisasi dana zakat secara produktif untuk mengubah mustahik (penerima zakat) menjadi muzaki (pembayar zakat).
• Penguatan Konsolidasi: Melalui koordinasi yang dihadiri Wakil Ketua I Ky Agus Mawardi, BAZNAS Pesisir Barat aktif mengikuti komisi strategi guna membawa hasil resolusi zakat yang berdampak nyata bagi kesejahteraan umat di Pesisir Barat.
Dihadiri Tokoh-Tokoh Nasional
Pembukaan agenda besar di Kemayoran ini diikuti sekitar 1.300 peserta dan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain:
• Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani, S.Sos., M.Si.
• Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.
• Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.
• Menteri Koperasi RI, Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si.
• Duta Besar Palestina untuk Indonesia, H.E. Mr. Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattar.
Selain itu, rangkaian acara diisi dengan sesi Zakat Strategic Talks bersama jajaran Menteri Koordinator, Kadin, serta pimpinan lembaga tinggi negara.
Sebagai penutup program pada Kamis, 15 Oktober 2026, Rakornas akan membacakan "Resolusi Jihad Zakat untuk Kesejahteraan Bangsa" serta menggelar Grand BAZNAS Awards 2026 sebagai puncak konsolidasi zakat nasional.
13/10/2026 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT _Fsl
MUI Pesisir Barat Menggelar Pertemuan Silaturahmi Hangat Dengan Bupati Pesisir Barat
Perkuat Sinergi Umat, BAZNAS Pesisir Barat Sambut Positif Kesiapan MUI Pesibar Menuju Musda XI Lampung
KRUI — Hubungan harmonis antardokumentasi keagamaan di Kabupaten Pesisir Barat terus diperkuat demi kemaslahatan umat. Hal ini terlihat saat jajaran pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pesisir Barat menggelar pertemuan silaturahmi hangat dengan Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan. Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman pribadi Bupati pada Selasa malam, 6 Oktober 2026, selepas ibadah salat Isya.
Selain mempererat tali silaturahmi, kunjungan ini bertujuan untuk melaporkan secara langsung kesiapan dan kematangan koordinasi kafilah MUI Pesisir Barat yang akan bertolak menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI MUI Provinsi Lampung. Perhelatan akbar tingkat provinsi tersebut dijadwalkan berlangsung pada minggu depan, tepatnya tanggal 15 hingga 17 Oktober 2026, bertempat di Hotel Horison, Bandar Lampung.
Bupati Dedi Irawan menyambut baik laporan tersebut dan memberikan apresiasi serta dukungan penuh atas kesiapan MUI Pesisir Barat. Beliau berharap momentum Musda XI ini dapat melahirkan gagasan-gagasan strategis yang mampu membawa kemajuan bagi umat Islam, khususnya di Bumi Para Sai Batin dan Para Ulama.
Di tempat terpisah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat turut memberikan dukungan moral atas keberangkatan pengurus MUI Pesibar. Sebagai mitra strategis dalam penguatan kemaslahatan dan kesejahteraan umat, BAZNAS Pesisir Barat berharap keikutsertaan MUI dalam Musda XI mampu memperkuat sinergi program keagamaan, termasuk dalam optimalisasi gerakan zakat, infak, dan sedekah di tingkat provinsi maupun kabupaten. Sinergi yang kuat antara umara (pemerintah), ulama (MUI), dan lembaga pengelola zakat (BAZNAS) diyakini menjadi pilar utama pembangunan mental dan kesejahteraan masyarakat Pesisir Barat yang berkelanjutan.
08/10/2026 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT _Fsl
Berita Pendistribusian
BAZNAS TV
KAJIAN MENJELANG BERBUKA | MAKNA ZAKAT, INFAK, DAN SEDEKAH SEBENARNYA - Ustadz Dr. Fahruddin Faiz
Penulis: biro komunikasi publik
TALKSHOW MENUJU RAMADAN | PROGRAM RAMADAN BAZNAS 2026 "Zakat Menguatkan Indonesia"
Penulis: biro komunikasi publik




