WhatsApp Icon

Saat Diri Merasa Kontribusinya Pusat Kendali Sejatinya Dia Terjebak Dalam Ilusi Peran

08/04/2026  |  Penulis: Humas BAZNAS PESISIR BARAT

Bagikan:URL telah tercopy
Saat Diri Merasa Kontribusinya Pusat Kendali Sejatinya Dia Terjebak Dalam Ilusi Peran

Ruang Muhasabah

Ada jenis pola pikir yang secara halus _berpenyakit, yakni ketika seseorang diam-diam merasa dirinya lebih unggul, namun di saat yang sama menunjukkan kerendahan hati yang semu—misalnya dengan terlalu cepat meminta maaf sebelum berbicara. Sikap ini bukan semata-mata kerendahan hati, melainkan indikasi adanya konflik batin: di satu sisi ingin terlihat baik, di sisi lain menyimpan keyakinan bahwa dirinya lebih benar atau lebih penting.

Fenomena ini serupa dengan seorang wakil yang merasa tanpa dirinya pekerjaan tidak akan selesai, sementara ketua hanya dianggap sekadar mengetahui. Cara berpikir seperti ini keliru dan rancu. Ia gagal memahami hakikat perannya sendiri. Seorang wakil sejatinya adalah perpanjangan tangan dari ketua—perannya membantu, bukan mengambil alih makna kepemimpinan.

Ketika seseorang mulai merasa bahwa kontribusinya adalah pusat dari segalanya, ia sedang terjebak dalam ilusi peran. Ia lupa bahwa tugas yang ia jalankan bukanlah milik pribadinya, melainkan bagian dari tanggung jawab yang lebih besar dan terstruktur. Kesadaran ini penting, karena tanpa itu, yang muncul bukanlah profesionalisme, melainkan ego yang dibungkus dengan sikap seolah-olah rendah hati.

Tulisan ini menjadi pengingat: merasa diri _paling baik_ sering kali bukan tanda keunggulan, melainkan tanda bahwa seseorang belum sepenuhnya memahami posisi dan tanggung jawabnya. Profesionalisme sejati lahir dari kejernihan peran, ketulusan dalam bekerja, serta kemampuan menempatkan diri secara proporsional—bukan dari kebutuhan untuk diakui sebagai yang paling berkontribusi.

Bagikan:URL telah tercopy

Berita Lainnya

Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Pesisir Barat.

Lihat Daftar Rekening →