WhatsApp Icon
SYURIAH PCNU Pesisir Barat Hadiri Giat Rutin Musyawarah Syuriah SE Provinsi Lampung

BAZNAS Mengabarkan

Syuriyah PCNU se-Provinsi Lampung Tekankan Kemandirian Organisasi dan Penguatan Pendidikan Islam

Bandar Lampung — Jajaran Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Provinsi Lampung menyelenggarakan Musyawarah Khusus sebagai forum konsolidasi organisasi menjelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Bustanul Falah, Bandar Lampung, tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang menegaskan komitmen terhadap tata kelola organisasi, penguatan pendidikan Islam, serta nilai-nilai kemaslahatan umat.

Dalam suasana musyawarah yang berlangsung penuh kekeluargaan, para peserta menyatakan kesiapan untuk turut menyukseskan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama dengan menjaga tradisi musyawarah yang damai, tertib, dan menjunjung tinggi ukhuwah. Semangat tersebut dipandang sebagai bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga persatuan dan marwah organisasi.

Salah satu poin penting yang mengemuka adalah rekomendasi mengenai penegasan penerapan aturan larangan rangkap jabatan sebagaimana merujuk pada ketentuan organisasi Nahdlatul Ulama. Forum berpandangan bahwa kepemimpinan organisasi perlu dijalankan dengan mengedepankan independensi serta menghindari potensi benturan kepentingan, sehingga kepercayaan warga terhadap jam'iyah tetap terpelihara.

Selain aspek tata kelola organisasi, forum juga memberikan perhatian terhadap masa depan pendidikan Islam di Indonesia. Para peserta mengusulkan agar sistem pendidikan madrasah memperoleh penguatan dalam regulasi nasional melalui pengakomodasian yang lebih tegas dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Harapannya, madrasah semakin memperoleh kepastian hukum, kesetaraan, dan dukungan kebijakan yang berkeadilan.

Musyawarah juga menegaskan pentingnya penguatan koordinasi dan komunikasi dalam struktur organisasi, sehingga setiap langkah yang diambil tetap berjalan sesuai mekanisme serta nilai-nilai yang menjadi pedoman Nahdlatul Ulama.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan Hizib Nashor sebagai doa bersama memohon pertolongan, perlindungan, dan keberkahan Allah SWT bagi organisasi, bangsa, dan umat, sekaligus memohon kelancaran penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.

Melalui semangat musyawarah, kebersamaan, dan tanggung jawab organisasi, forum ini mencerminkan ikhtiar bersama dalam merawat persatuan, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta mendorong lahirnya kebijakan yang berpihak pada kemaslahatan umat dan kemajuan pendidikan Islam di Indonesia.

13/07/2026 | Kontributor: HBPB.1.13.7_Fsl
BAZNAS Pesisir Barat Serahkan Bantuan Rp7,8 Juta Untuk Mendukung Program Sekolah Rakyat

KRUI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat menyerahkan bantuan dana sebesar Rp7.800.000 kepada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pesisir Barat. Bantuan ini dialokasikan untuk mendukung kegiatan pelepasan dan keberangkatan siswa Sekolah Rakyat (SR) di Bandar Lampung.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh perwakilan pimpinan BAZNAS Pesisir Barat kepada jajaran Dinas Sosial. Sinergi ini bertujuan untuk memastikan para siswa Sekolah Rakyat dapat mengikuti seluruh rangkaian acara perpisahan dan persiapan jenjang pendidikan berikutnya tanpa kendala biaya.

BAZNAS berharap bantuan yang tidak seberapa ini dapat memotivasi para siswa untuk tetap semangat belajar dan melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.

Sementara itu, Dinas Sosial Kabupaten Pesisir Barat menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat. Dana tersebut akan langsung digunakan untuk memfasilitasi kebutuhan akomodasi dan operasional keberangkatan para siswa Sekolah Rakyat yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

10/07/2026 | Kontributor: Febriyade
BAZNAS PESISIR BARAT Apresiasi Prestasi Gemilang Atlit Tarung Derajat

BAZNAS PESISIR BARAT APRESIASI PRESTASI GEMILANG ATLET TARUNG DERAJAT, WUJUD SINERGI MEMBANGUN PRESTASI DAERAH

Pesisir Barat – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi gemilang yang diraih para atlet Tarung Derajat Kabupaten Pesisir Barat pada Kejuaraan Tarung Derajat Tingkat Provinsi Lampung.

Pada ajang tersebut, kontingen Tarung Derajat Kabupaten Pesisir Barat berhasil membawa pulang 10 medali, terdiri dari 4 medali emas, 2 medali perak, dan 4 medali perunggu. Raihan tersebut menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, disiplin, semangat juang, dan latihan yang konsisten mampu melahirkan prestasi yang membanggakan sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Pesisir Barat.

Sebelum publikasi apresiasi ini disampaikan, Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat, Faisol Mudain, telah melakukan konfirmasi dan koordinasi dengan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispora Parekraf) Kabupaten Pesisir Barat, Ibu Rena Nova Sari. Beliau menyambut baik dan menyetujui sinergi informasi ini sebagai bentuk dukungan bersama dalam memberikan apresiasi kepada para atlet yang telah mengukir prestasi bagi daerah.

Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat, Faisol Mudain, menyampaikan bahwa keberhasilan para atlet bukan sekadar tentang jumlah medali yang diraih, tetapi juga mencerminkan karakter generasi muda yang tangguh, disiplin, berintegritas, dan pantang menyerah.

Prestasi adalah hasil dari kerja keras yang dilakukan secara konsisten. Medali mungkin akan memudar, tetapi nilai-nilai perjuangan, kedisiplinan, dan mental juara akan tetap tertanam sepanjang hayat. Inilah yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda Pesisir Barat.

BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat meyakini bahwa keberhasilan para atlet merupakan buah dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari atlet, pelatih, orang tua, pemerintah daerah, hingga masyarakat yang senantiasa memberikan doa dan dukungan. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi fondasi lahirnya prestasi-prestasi baru di masa depan.

Sebagai lembaga yang memiliki komitmen terhadap pembangunan sumber daya manusia, BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat juga memandang bahwa pembinaan generasi muda melalui olahraga merupakan investasi penting dalam menciptakan masyarakat yang sehat, berkarakter, berprestasi, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat berharap prestasi yang telah diraih ini tidak menjadi titik akhir, melainkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan, memperkuat mental juara, dan meraih pencapaian yang lebih tinggi pada tingkat nasional bahkan internasional.

BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat mengucapkan selamat dan sukses kepada seluruh atlet, pelatih, pembina, serta Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pesisir Barat atas prestasi yang membanggakan ini. Semoga semangat juang terus menyala, prestasi semakin meningkat, dan Kabupaten Pesisir Barat semakin dikenal sebagai daerah yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi.

Prestasi bukan hanya tentang menjadi yang terbaik hari ini, tetapi tentang menjaga semangat untuk terus belajar, berlatih, dan memberi manfaat bagi daerah, bangsa, dan sesama. BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat bangga menjadi bagian dari sinergi yang mendukung lahirnya generasi unggul dan berprestasi.

09/07/2026 | Kontributor: HBPB_Fsl.1.9.7
BAZNAS PESISIR BARAT Mendapatkan 30 Kuota Dalam Program Satu Desa Satu Tahfidz

Ketua BAZNAS Provinsi Lampung Dorong Penguatan Program BAZNAS Pesisir Barat

Pesisir Barat, 7 Juli 2026 – BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat terus memperkuat langkah dalam mengembangkan program-program pemberdayaan umat melalui koordinasi yang intensif dengan BAZNAS Provinsi Lampung.

Pada Jumat, 3 Juli 2026, Ketua BAZNAS Provinsi Lampung, Dr. H. Iskandar Zulkarnain, M.H., melakukan komunikasi melalui sambungan telepon dengan Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat, Faisol Mudain. Dalam pembicaraan tersebut, berbagai hal strategis dibahas, salah satunya mengenai perkembangan pembentukan dan pembaruan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tingkat pekon.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat menjelaskan bahwa proses pembaruan UPZ pekon di Kabupaten Pesisir Barat telah mencapai 100 persen. Namun, sosialisasi kepada masing-masing pekon masih menunggu waktu yang tepat karena saat ini BAZNAS Pesisir Barat sedang memfokuskan diri pada tindak lanjut Surat Edaran Bupati Pesisir Barat tentang Optimalisasi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di lingkungan Pemerintah Daerah, khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN).

Mendengar penjelasan tersebut, Ketua BAZNAS Provinsi Lampung yang akrab disapa Bung Is memberikan apresiasi sekaligus motivasi agar seluruh jajaran BAZNAS Pesisir Barat terus menjaga kekompakan dan melanjutkan program-program yang telah direncanakan.

Ya sudah, dilanjut dan kompak selalu, pesan Bung Is.

Dalam kesempatan yang sama, Bung Is juga menyampaikan alokasi 30 kuota untuk Kabupaten Pesisir Barat sebagai bagian dari penguatan program yang akan dilaksanakan. Menanggapi hal tersebut, Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat menyatakan kesiapan penuh untuk segera menindaklanjuti arahan tersebut.

Sebagai tindak lanjut, pada Senin, 6 Juli 2026, jajaran (Squad) BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat menggelar rapat rutin mingguan. Salah satu agenda utama yang dibahas adalah persiapan pelaksanaan Program Satu Desa Satu Tahfidz, yang diharapkan mampu melahirkan generasi Qur'ani di setiap desa sekaligus memperkuat syiar Islam di Kabupaten Pesisir Barat.

Dengan semangat kebersamaan, sinergi, dan komitmen dalam melayani umat, BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat optimistis seluruh program yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

Semoga setiap ikhtiar yang dilakukan menjadi jalan hadirnya keberkahan, meningkatkan kesejahteraan umat, dan memperkuat peran BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat yang amanah, profesional, dan terpercaya.

07/07/2026 | Kontributor: HBPB_fsl.1.07.07
Sinergi BAZNAS dan MUI Pesisir Barat Sempurnakan Proses Mualaf Warga Negara Inggris

PESISIR BARAT  Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat menunjukkan komitmen nyata dalam pendampingan asnaf mualaf. Pada hari Jumat, 3 Juli 2026, BAZNAS bersinergi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pesisir Barat untuk mendampingi dan menyempurnakan proses ikrar syahadat seorang Warga Negara (WN) Inggris yang mantap memeluk agama Islam.

?Acara sakral ini berlangsung dengan khidmat di Masjid Riyadhssholihi, Way Redak, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat.

?Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Komisioner BAZNAS Pesisir Barat Bidang Pendistribusian, Ustadz Mey Salko. Dalam menjalankan tugas mulia ini, beliau didampingi oleh dua staf ahli BAZNAS Pesisir Barat, yaitu Ari Beni dan Azmar.

?Alhamdulillah, hari ini kita menyaksikan langsung momentum hidayah yang luar biasa. BAZNAS hadir tidak hanya memberikan dukungan secara moral, tetapi juga memastikan bahwa saudara baru kita yang masuk dalam kategori asnaf mualaf ini mendapatkan pendampingan yang tepat untuk memperkuat keislamannya ke depan, ujar Ustadz Mey Salko di lokasi.

?Sinergi untuk Umat

?Berdasarkan dokumentasi foto yang dirilis, prosesi ini dihadiri oleh jajaran pengurus MUI, tokoh agama, serta masyarakat setempat yang ikut menyambut hangat kehadiran saudara seiman yang baru. Kolaborasi antara BAZNAS dan MUI Pesisir Barat ini menjadi bukti nyata hadirnya lembaga keagamaan dalam menyambut dan membina para mualaf agar dapat menjalankan syariat Islam dengan baik.

?Sebagai bagian dari asnaf yang berhak menerima manfaat (mustahik), BAZNAS Pesisir Barat berkomitmen untuk terus mengawal proses belajar dan adaptasi WN Inggris tersebut selama menetap di bumi Pesisir Barat.

03/07/2026 | Kontributor: Humas ari beni 03 juli 2026

Berita Terbaru

BAZNAS Pesisir Barat Gelar Rapat Mingguan Bahas Rencana Kerja
BAZNAS Pesisir Barat Gelar Rapat Mingguan Bahas Rencana Kerja
Pesisir Barat, 11 Desember 2025 – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat menggelar rapat mingguan pada Kamis (11/12/2025) bertempat di Kantor BAZNAS. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Pesisir Barat dan diikuti oleh seluruh komisioner serta staf pelaksana. Dalam rapat tersebut, BAZNAS membahas sejumlah agenda strategis terkait rencana kerja untuk periode 2026, termasuk evaluasi program penyaluran zakat selama tahun berjalan, perencanaan penguatan pendataan mustahik, serta pengembangan inovasi layanan digital guna mempermudah masyarakat dalam menunaikan zakat, infak, dan sedekah. Ketua BAZNAS Pesisir Barat menyampaikan bahwa evaluasi rutin diperlukan agar setiap program dapat berjalan tepat sasaran. “Melalui rapat mingguan ini, kami memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai rencana dan tetap berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. Selain itu, BAZNAS juga membahas rencana kolaborasi dengan sejumlah lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat untuk memperluas jangkauan edukasi zakat. Diharapkan langkah ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menyalurkan zakat melalui lembaga resmi. Rapat mingguan ditutup dengan pembahasan agenda kegiatan penyaluran bantuan akhir tahun dan persiapan laporan kinerja yang akan disampaikan kepada pemerintah daerah. Kami mengajak kepada para Muzaki untuk dapat membayar zakat infaq shodaqoh dan dana sosial keagamaan lainnya di BAZNAS pesisir barat.Melalui rekening BAZNAS Bank Lampung – Rekening Zakat Atas Nama: BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL PESISIR BARAT Nomor Rekening : 3930-3040-5709-7 Bank Lampung – Rekening Infaq & Shodaqoh Atas Nama : BAZNAS INFAQ SHADAQOH PESISIR BARAT Nomor Rekening : 3930-3010-2228-4 Bank Syariah Indonesia (BSI) Nomor Rekening: 7265-1345-34 Melalui kantor digital BAZNAS pesisir barat Lampung https://kabpesisirbarat.baznas.go.id Terimakasih dan semoga para Muzakki senantiasa diberikan keberkahan dalam hidupnya.
BERITA11/12/2025 | Ari beni
BAZNAS Pesisir Barat Lakukan Kunjungan ke Dinas Kesehatan untuk Optimalkan Dana ZIS
BAZNAS Pesisir Barat Lakukan Kunjungan ke Dinas Kesehatan untuk Optimalkan Dana ZIS
Pesisir Barat, Kamis 11 Desember 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat melakukan kunjungan resmi ke Dinas Kesehatan setempat dalam rangka meningkatkan optimalisasi pengelolaan dan pemanfaatan dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di sektor kesehatan. Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Pesisir Barat, yang turut didampingi para komisioner dan staf. Rombongan BAZNAS disambut oleh jajaran pimpinan Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Barat. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas strategi penguatan program kesehatan berbasis dana ZIS, termasuk bantuan untuk masyarakat kurang mampu, dukungan pengadaan alat kesehatan, serta program peningkatan kesejahteraan mustahik di bidang kesehatan. Ketua BAZNAS Pesisir Barat menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara lembaga layanan kesehatan dengan BAZNAS, sehingga dana ZIS dapat memberikan manfaat lebih luas dan tepat sasaran. Pihak Dinas Kesehatan menyambut baik kunjungan ini dan siap mendukung program-program yang bertujuan meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Kami mengajak kepada para Muzaki untuk dapat membayar zakat infaq shodaqoh dan dana sosial keagamaan lainnya di BAZNAS pesisir barat.Melalui rekening BAZNAS Bank Lampung – Rekening Zakat Atas Nama : BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL PESISIR BARAT Nomor Rekening : 3930-3040-5709-7 Bank Lampung – Rekening Infaq & Shodaqoh Atas Nama : BAZNAS INFAQ SHADAQOH PESISIR BARAT Nomor Rekening : 3930-3010-2228-4 Bank Syariah Indonesia (BSI) Nomor Rekening: 7265-1345-34 Melalui kantor digital BAZNAS pesisir barat Lampung https://kabpesisirbarat.baznas.go.id Terimakasih dan semoga para Muzakki senantiasa diberikan keberkahan dalam hidupnya.
BERITA11/12/2025 | Ari beni
BAZNAS Bahas Penguatan Tata Kelola Zakat Menuju 2045 pada ICONZ 2025
BAZNAS Bahas Penguatan Tata Kelola Zakat Menuju 2045 pada ICONZ 2025
*SIARAN PERS* _Nomor: 476/HUM-BAZ/XII/2025_ Kamis, 11 Desember 2025 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran zakat sebagai pilar pembangunan ekonomi syariah nasional melalui penyelenggaraan Plenary Session 2 dan 3 The 9th International Conference on Zakat (ICONZ) yang berlangsung di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (10/12/2025). Forum internasional ini mempertemukan para pemikir, praktisi, dan otoritas zakat dari berbagai negara untuk membahas masa depan tata kelola zakat dalam konteks pembangunan sosial dan ekonomi global. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, Prof. (HC) Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, memaparkan strategi penguatan riset dan perencanaan zakat nasional sebagai instrumen kesejahteraan masyarakat. Dalam paparannya, ia menegaskan pentingnya fondasi tata kelola yang taat syariah, taat regulasi, dan menjaga persatuan bangsa. “Segala aktivitas pengumpulan dan pendistribusian zakat harus aman secara syariah, aman secara regulasi, dan aman bagi NKRI,” ujarnya menekankan prinsip 3 Aman dalam pengelolaan zakat. Prof. Zainulbahar juga menyoroti besarnya potensi zakat nasional yang mencapai Rp327 triliun, yang menurutnya dapat menjadi kekuatan besar bagi pembangunan nasional jika dikelola secara optimal dan terpadu. Ia kembali menegaskan, “Zakat memiliki peran strategis bukan hanya sebagai instrumen pemerataan, tetapi juga sebagai pilar pembangunan ekonomi jangka panjang Indonesia menuju 2045.” Selain memaparkan potensi nasional, Prof. Zainulbahar juga memperkenalkan National Zakat Index (NZI) sebagai instrumen pengukuran efektivitas tata kelola zakat. Saat ini, NZI telah diadopsi oleh 16 provinsi dan 173 kabupaten/kota, menandakan meningkatnya integrasi zakat dalam perencanaan pembangunan daerah. BAZNAS menilai capaian ini sebagai tonggak penting harmonisasi antara kebijakan publik dan filantropi Islam. Sementara itu, Manajer PPZ dan Direktur Akademi Zakat Kuala Lumpur, Dr. Muhsin Nor Paizin, memberikan perspektif kawasan ASEAN mengenai standardisasi tata kelola zakat. Ia menjelaskan keberhasilan Malaysia menerapkan tata kelola terdesentralisasi yang tetap seragam pada standar nasional melalui digitalisasi dan harmonisasi SOP. “Harmonisasi bukan berarti sentralisasi. Yang kita butuhkan adalah keseragaman istilah, indikator kinerja, dan prosedur dasar agar kolaborasi antarnegara lebih mudah diwujudkan,” ungkapnya. Dr. Muhsin menambahkan bahwa praktik digitalisasi di Malaysia mampu mendorong 70%–80% pembayaran zakat secara cashless, sebuah capaian yang dinilai dapat menjadi rujukan bagi negara-negara ASEAN dalam penguatan layanan publik berbasis syariah. Ia juga mendorong terbangunnya “Zakat as Micro-Stabiliser” sebagai bagian dari agenda ketahanan sosial ASEAN 2045. Di sisi lain, Zakat Operations Lead Islamic Relief Worldwide sekaligus pendiri Zamil Consultancy, Mawlana Adil Bader, mengangkat perspektif zakat di negara-negara diaspora Muslim, terutama di Eropa dan Amerika Utara. Ia menggarisbawahi absennya otoritas zakat negara yang menyebabkan lembaga kemanusiaan menjadi pengelola zakat de facto. “Dalam konteks diaspora, NGO menjadi naib, pengganti peran negara. Karena itu governance dan akuntabilitas menjadi kunci legitimasi,” tegasnya. Mawlana Adil juga menekankan perlunya kolaborasi internasional dalam peningkatan kapasitas SDM zakat, termasuk pelatihan teknis dan penyusunan standar global yang tetap menghormati konteks lokal. Menurutnya, peran Indonesia dan Malaysia sangat strategis karena ekosistem zakat di kedua negara telah diakui sebagai salah satu yang paling maju di dunia Muslim. Keseluruhan plenary session ini memperlihatkan bahwa zakat semakin dipandang sebagai instrumen strategis dalam pembangunan sosial global, tidak lagi terbatas pada lingkup filantropi tradisional. Baik negara dengan otoritas zakat yang kuat seperti Indonesia dan Malaysia maupun komunitas Muslim diaspora di Barat menghadapi tantangan dan peluang yang berbeda, namun memiliki visi yang sama yakni menciptakan tata kelola zakat yang profesional, transparan, dan berdampak. Melalui penyelenggaraan The 9th ICONZ, BAZNAS RI berharap terjalin semakin banyak kolaborasi lintas negara, khususnya terkait harmonisasi standar, penelitian, dan pembangunan sistem zakat modern. Dengan dukungan para ahli dan lembaga zakat internasional, Indonesia menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat rujukan global dalam inovasi tata kelola zakat menuju Zakat Roadmap 2045.
BERITA11/12/2025 | Ari beni
ICONZ Ke-9, Menag RI Dorong Peran Zakat Atasi Isu Global
ICONZ Ke-9, Menag RI Dorong Peran Zakat Atasi Isu Global
*SIARAN PERS* _Nomor: 475/HUM-BAZ/XII/2025_ Rabu, 10 Desember 2025 Menteri Agama RI Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA., menyoroti peran zakat dan ekonomi filantropi Islam seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) untuk mengatasi masalah-masalah global seperti kemiskinan dan kesejahteraan. “Di luar zakat ada potensi besar dari ekosistem filantropi Islam yang lebih luas, ada wakaf, sedekah, Infak, yang mana kalau kita kumpulkan dapat kita gunakan untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan. Sedangkan kalau zakat kan tidak bisa, sudah disebutkan dalam Al-Qur’an siapa saja asnafnya yang berhak,” ujar Nasaruddin saat membuka acara The 9th International Conference on Zakat (ICONZ) yang diselenggarakan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (10/12/2025). Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Dr. Zainulbahar Noor SE, M.Ec., Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., para pembicara dari berbagai negara, dan akademisi. Menurut Prof. Nasaruddin, selain sumber dana ZIS tersebut, Islam juga memiliki instrumen lain seperti dana yang berasal dari sanksi atau denda untuk kemaslahatan umat, pembayaran DAM, fidyah, kafarat, wasiat, luqathah, aqiqah, diyat, dan hiwalah. “Kalau bayar DAM haji di Saudi belum tentu organisasi di sana aman, kalau di Indonesia ada BAZNAS, kita percayakan ke BAZNAS,” ucapnya. Lebih lanjut, untuk merancang transformasi global menurutnya ada tiga hal yang bisa dilakukan. Pertama, Pilar Tata Kelola Kelembagaan. Pemerintah dan pembuat kebijakan harus menciptakan kerangka hukum adaptif yang memungkinkan inovasi filantropi sekaligus menjamin akuntabilitas yang ketat dan standar Tata Kelola Syariah yang terpadu, baik di dalam negeri maupun internasional. “Kita harus membina kolaborasi lintas sektor, menghubungkan pengelola zakat dengan pemerintah, akademisi, dan sektor swasta. Masalah kemiskinan terlalu besar untuk diselesaikan oleh satu entitas saja,” ujarnya. Kedua, Pilar Inovasi Programatik. Bagaimana agar dana zakat bukan sekedar menjadi bantuan konsumtif tetapi menuju pemberdayaan masyarakat agar lebih produktif dan berkelanjutan. “Jadi Keberhasilan zakat tidak diukur dari seberapa banyak yang kita berikan, tetapi dari seberapa banyak penerima manfaat ini kita ubah menjadi muzaki,” ujar Nasaruddin. Ketiga, Pilar Dampak Global dan Kemanusiaan. Menurut Nasarudin, zakat dan filantropi Islam adalah manifestasi utama solidaritas global. “Bantuan kita tidak dapat dibatasi oleh batas geografis atau identitas agama. Kita harus memastikan bahwa dana ini secara efisien untuk bantuan kemanusiaan global, menjangkau mereka yang menderita di zona konflik, daerah bencana, dan negara-negara rapuh di seluruh dunia,” ungkapnya. Nasaruddin berharap, di acara ICONZ ke-9 akan melahirkan rekomendasi kebijakan yang konkret dan strategis. ICONZ ke-9 terselenggara melalui kolaborasi BAZNAS RI, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Kementerian Agama, serta mendapat dukungan dari berbagai pihak seperti PT Bank Syariah Indonesia, BSI Maslahat, Rumah Zakat, Transjakarta, INDEF, Universitas Tazkia, Universitas Paramadina, KNEKS, IAEI, dan Indiana University.
BERITA11/12/2025 | Ari beni
Uraian Materi KPI
Uraian Materi KPI
BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat — Berita Resmi Pemaparan Materi KPI oleh Kepala Biro Perencanaan, Keuangan dan SDM BAZNAS RI dalam RAKORDA BAZNAS se-Provinsi Lampung Bandar Lampung, 4–6 Desember 2025 — Dalam rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS se-Provinsi Lampung yang digelar di Hotel Emersia Bandar Lampung, BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat turut hadir dan mengikuti penyampaian materi strategis terkait pengelolaan KPI (Key Performance Indicator) atau Indikator Kinerja Utama. Materi ini disampaikan langsung oleh Bapak Deni Hidayat, selaku Kepala Biro Perencanaan, Keuangan dan SDM BAZNAS RI, yang memaparkan contoh adopsi langsung KPI dalam proses perencanaan kinerja lembaga pengelola zakat. Uraian Materi KPI pada Gambar 1. Sasaran Strategis Sasaran strategis yang ditetapkan: Meningkatnya pengumpulan dana BAZNAS. Sasaran ini berarti bahwa lembaga memiliki tujuan jangka panjang untuk terus meningkatkan jumlah penghimpunan dana zakat, infak, sedekah, maupun dana sosial keagamaan lainnya. 2. KPI (Key Performance Indicator) Dalam gambar, KPI yang ditetapkan adalah: Pengumpulan dana ZIS-DSKL. Makna istilah: KPI (Key Performance Indicator): Indikator utama yang digunakan untuk mengukur keberhasilan suatu program atau sasaran strategis. ZIS: Zakat, Infak, Sedekah. DSKL: Dana Sosial Keagamaan Lainnya. KPI ini digunakan untuk menilai sejauh mana pengumpulan dana ZIS-DSKL meningkat dari tahun ke tahun. 3. Target Target pengumpulan dana yang ditetapkan adalah: Rp 11,7 miliar → Rp 14,35 miliar Artinya terjadi kenaikan target penghimpunan dana yang harus dicapai oleh BAZNAS, dari Rp 11,7 miliar menjadi Rp 14,35 miliar pada periode tertentu. 4. Mekanisme Adopsi Langsung Gambar menunjukkan proses penurunan (cascade) KPI dari level pimpinan ke level kepala bagian: KPI tingkat nasional → BSC Pimpinan (Balanced Scorecard Pimpinan) → BSC Kepala Bagian Pengumpulan Makna istilah: Balanced Scorecard (BSC): Kerangka manajemen kinerja yang digunakan untuk menerjemahkan strategi ke dalam indikator terukur serta distribusinya kepada unit atau individu terkait. Adopsi Langsung (Direct Adoption): Metode di mana KPI di tingkat atas langsung diturunkan ke unit di bawahnya tanpa perubahan, sehingga memastikan keselarasan tujuan. Pada bagian bawah gambar diperlihatkan hasil adopsi tersebut, yaitu sasaran, KPI, dan target yang sama diteruskan kepada bagian pengumpulan, sehingga semua unit bekerja dengan indikator yang selaras. Apresiasi dari Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat, Ustaz Faisol Mudain, menyampaikan: Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas ilmu dan wawasan yang telah disampaikan oleh Bapak Deni Hidayat. Materi ini sangat bermanfaat bagi peningkatan kapasitas insan BAZNAS se-Provinsi Lampung, khususnya dalam penguatan sistem perencanaan dan pengukuran kinerja.” Beliau menambahkan bahwa peningkatan kualitas tata kelola, termasuk melalui pemahaman KPI dan Balanced Scorecard, sangat penting untuk memastikan optimalisasi penghimpunan dana dan penyalurannya bagi mustahik. Tentang Kegiatan RAKORDA BAZNAS se-Provinsi Lampung tahun ini diikuti oleh seluruh BAZNAS Kabupaten/Kota, dengan fokus pada: Penguatan kelembagaan, Standarisasi kinerja, Penerapan KPI, Sinkronisasi program penghimpunan dan pendistribusian, Dan peningkatan kapasitas SDM BAZNAS. Kegiatan berlangsung pada 4–6 Desember 2025, menghadirkan narasumber dari BAZNAS RI dan diwarnai diskusi mendalam mengenai strategi penguatan kinerja lembaga pengelola zakat. Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. T A B I K P U N Mudahnya Menunaikan Zakat Infaq dan Shodaqoh Di Kantor Digital BAZNAS PESISIR BARAT Cukup Klik Link Dibawah ini https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/rekening https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/konfirmasi-zis https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/sedekah
BERITA11/12/2025 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
Tokoh Masyarakat Berkunjung ke Kantor BAZNAS, Gelar Bincang Santai
Tokoh Masyarakat Berkunjung ke Kantor BAZNAS, Gelar Bincang Santai
Pesisir Barat – Sejumlah tokoh masyarakat melakukan silaturahmi ke kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat pada Rabu, 10 Desember 2025 pukul 09.57 WIB. Kedatangan para tokoh tersebut disambut langsung oleh Ketua BAZNAS Pesisir Barat, Faisol Mudain. Pertemuan berlangsung dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan. Dalam kesempatan itu, para tokoh masyarakat berdiskusi ringan mengenai berbagai program sosial yang telah dan akan dijalankan oleh BAZNAS. Mereka juga menyampaikan sejumlah masukan terkait optimalisasi penyaluran zakat, infak, dan sedekah untuk membantu masyarakat kurang mampu di wilayah Pesisir Barat. Ketua BAZNAS, Faisol Mudain, mengapresiasi kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa sinergi antara BAZNAS dan para tokoh masyarakat sangat penting untuk memperkuat peran lembaga dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih atas kunjungan dan perhatian para tokoh. InsyaAllah kerja sama ini akan semakin memudahkan BAZNAS dalam melakukan pendataan dan penyaluran bantuan secara tepat sasaran,” ujar Faisol. Pertemuan diakhiri dengan foto bersama serta komitmen untuk memperkuat kolaborasi dalam kegiatan sosial ke depan. Kami mengajak kepada para Muzaki untuk dapat membayar zakat infaq shodaqoh dan dana sosial keagamaan lainnya di BAZNAS pesisir barat.Melalui rekening BAZNAS Bank Lampung – Rekening Zakat Atas Nama : BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL PESISIR BARAT Nomor Rekening : 3930-3040-5709-7 Bank Lampung – Rekening Infaq & Shodaqoh Atas Nama : BAZNAS INFAQ SHADAQOH PESISIR BARAT Nomor Rekening : 3930-3010-2228-4 Bank Syariah Indonesia (BSI) Nomor Rekening: 7265-1345-34 Melalui kantor digital BAZNAS pesisir barat Lampung https://kabpesisirbarat.baznas.go.id Terimakasih dan semoga para Muzakki senantiasa diberikan keberkahan dalam hidupnya.
BERITA10/12/2025 | Ari beni
BAZNAS Pesisir Barat Meraih Penghargaan UPZ 100% Di Rakorda BAZNAS SE Provinsi Lampung
BAZNAS Pesisir Barat Meraih Penghargaan UPZ 100% Di Rakorda BAZNAS SE Provinsi Lampung
BAZNAS Pesisir Barat Raih Penghargaan 100% UPZ pada Rakorda BAZNAS se-Provinsi Lampung Bandar Lampung, 6 Desember 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat kembali menorehkan prestasi membanggakan pada pelaksanaan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Provinsi Lampung yang berlangsung pada 4–6 Desember 2025 di Hotel Emersia, Bandar Lampung. Pada kesempatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat berhasil meraih penghargaan sebagai BAZNAS Daerah dengan 100% Unit Pengumpul Zakat (UPZ) aktif, sebuah pencapaian penting yang menunjukkan komitmen kuat lembaga dalam optimalisasi pengelolaan zakat di tingkat daerah. Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat, Faisol Mudain, hadir langsung memimpin delegasi Pesisir Barat dalam kegiatan Rakorda tersebut. Ia didampingi oleh Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian, Ustadz Maysalko, yang turut berperan aktif dalam rangkaian diskusi dan evaluasi program kerja BAZNAS se-Provinsi Lampung. Kehadiran BAZNAS Pesisir Barat semakin lengkap dengan dukungan Pemerintah Daerah. Bupati Pesisir Barat, yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra), memberi semangat dan apresiasi atas kinerja BAZNAS dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di wilayah Pesisir Barat. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS Pesisir Barat menyampaikan rasa syukur dan komitmen untuk terus meningkatkan profesionalitas lembaga. Penghargaan ini bukan hanya pencapaian BAZNAS, tetapi keberhasilan seluruh UPZ dan dukungan penuh Pemerintah Daerah serta masyarakat Pesisir Barat. Kami akan terus memperkuat pengelolaan zakat agar manfaatnya semakin luas dan dirasakan oleh mustahik,” ujar Faisol Mudain. Rakorda BAZNAS se-Provinsi Lampung tahun 2025 ini menjadi momentum penting dalam menyinkronkan program kerja, memperkuat koordinasi antar-BAZNAS daerah, serta mendorong inovasi pengelolaan ZIS di Provinsi Lampung. Prestasi BAZNAS Pesisir Barat sebagai daerah dengan 100% UPZ aktif diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan dan pemberdayaan umat. Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. T A B I K P U N Mudahnya Menunaikan Zakat Infaq dan Shodaqoh Di Kantor Digital BAZNAS PESISIR BARAT Cukup Klik Link Dibawah ini https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/rekening https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/konfirmasi-zis https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/sedekah
BERITA10/12/2025 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
BAZNAS Pesisir Barat Kembali Meraih Penghargaan Lewat Program BAZNAS MIKROFINANC MASJID (BMM-MADADA)
BAZNAS Pesisir Barat Kembali Meraih Penghargaan Lewat Program BAZNAS MIKROFINANC MASJID (BMM-MADADA)
BAZNAS Pesisir Barat Kembali Raih Penghargaan, Sukses Gelar RAKORDA BAZNAS se-Provinsi Lampung Bandar Lampung, 6 Desember 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan atas pelaksanaan Program BMM-MADADA. Penghargaan ini menjadi bukti komitmen BAZNAS Pesisir Barat dalam meningkatkan kualitas pengelolaan zakat dan pemberdayaan mustahik di wilayahnya. Program BMM-MADADA selama ini dikenal sebagai inovasi pemberdayaan yang mengintegrasikan bantuan modal, pendampingan, dan monitoring secara berkelanjutan. Keberhasilan BAZNAS Pesisir Barat dalam program ini dinilai mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro serta keluarga kurang mampu. Selain meraih penghargaan, BAZNAS Pesisir Barat juga berperan aktif dalam kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS se-Provinsi Lampung yang diselenggarakan pada 4–6 Desember 2025 di Hotel Emersia, Bandar Lampung. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh BAZNAS kabupaten/kota se-Provinsi Lampung dan menjadi ajang strategis untuk memperkuat sinergi, meningkatkan kapasitas kelembagaan, serta menyusun langkah-langkah penguatan pengelolaan zakat ke depan. Dalam RAKORDA tersebut, berbagai isu penting dibahas, seperti optimalisasi pengumpulan zakat, penguatan regulasi, inovasi program pemberdayaan, serta strategi digitalisasi layanan zakat. BAZNAS Pesisir Barat turut memberikan kontribusi melalui paparan capaian program, inovasi, dan strategi yang telah berhasil diterapkan di wilayahnya. Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diraih dan mengapresiasi seluruh amil serta para muzakki yang telah berkontribusi. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini akan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan dan akuntabilitas dalam pengelolaan zakat. Penghargaan ini adalah wujud kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS Pesisir Barat. Kami akan terus berinovasi dan memperluas program pemberdayaan agar manfaat zakat semakin dirasakan oleh masyarakat,ujarnya. Dengan terselenggaranya RAKORDA dan capaian penghargaan tersebut, BAZNAS Pesisir Barat menegaskan komitmennya untuk terus menjadi lembaga yang profesional, amanah, dan berdampak bagi kesejahteraan umat. Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. T A B I K P U N Mudahnya Menunaikan Zakat Infaq dan Shodaqoh Di Kantor Digital BAZNAS PESISIR BARAT Cukup Klik Link Dibawah ini https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/rekening https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/konfirmasi-zis https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/sedekah.
BERITA10/12/2025 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
Sudah Sekian Lama Dinanti Alhamdulillah SK RKAT BAZNAS PESISIR BARAT Direstui Pusat
Sudah Sekian Lama Dinanti Alhamdulillah SK RKAT BAZNAS PESISIR BARAT Direstui Pusat
BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat RKAT BAZNAS Pesisir Barat Resmi Disetujui Pusat dalam RAKORDA BAZNAS se-Provinsi Lampung 2025 Alhamdulillah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat berhasil meraih capaian penting setelah Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) BAZNAS Pesisir Barat secara resmi disetujui dan disahkan oleh BAZNAS Pusat pada kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS se-Provinsi Lampung tahun 2025. Kegiatan RAKORDA tersebut berlangsung pada 04–06 Desember 2025 di Hotel Emersia, Bandar Lampung, dengan menghadirkan seluruh delegasi BAZNAS kabupaten/kota se-Provinsi Lampung. RKAT yang telah lama berjalan dan dipersiapkan dengan matang akhirnya mendapatkan restu serta pengesahan resmi dari pusat. Hal ini menjadi capaian luar biasa, mengingat tanpa RKAT yang telah disahkan, BAZNAS daerah tidak dapat menerima ataupun melaksanakan program-program dari BAZNAS RI. BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat hadir langsung dalam kegiatan tersebut melalui delegasi yang dipimpin oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat, Faisol Mudain, didampingi oleh Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian, Ustadz Maysalko. Kehadiran delegasi turut mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pesisir Barat. Pengesahan RKAT ini menjadi langkah strategis bagi BAZNAS Pesisir Barat dalam memaksimalkan program-program pendistribusian dan pendayagunaan zakat bagi mustahik di wilayah Pesisir Barat. Dengan adanya legitimasi dari BAZNAS RI, program yang direncanakan dapat berjalan lebih terarah, terstruktur, dan bersinergi dengan program nasional. BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses penyusunan hingga pengesahan RKAT 2025. Diharapkan, capaian ini menjadi motivasi untuk memperkuat pelayanan, meningkatkan transparansi, serta memperluas kebermanfaatan zakat bagi masyarakat. BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat Mengabdi untuk Umat, Hadir Membantu Sesama. Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. T A B I K P U N Mudahnya Menunaikan Zakat Infaq dan Shodaqoh Di Kantor Digital BAZNAS PESISIR BARAT Cukup Klik Link Dibawah ini https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/rekening https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/konfirmasi-zis https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/sedekah
BERITA10/12/2025 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
Penguatan KPI Dan Penyusunan Strategi Map
Penguatan KPI Dan Penyusunan Strategi Map
BERITA RESMI BAZNAS KABUPATEN PESISIR BARAT Penguatan KPI dan Penyusunan Strategy Map: BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat Ikuti Pemaparan Materi pada RAKORDA BAZNAS Se-Provinsi Lampung Bandarlampung — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS se-Provinsi Lampung, yang digelar pada 4–6 Desember 2025 di Hotel Emersia, Bandarlampung. Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah penyampaian materi penguatan tata kelola kinerja organisasi melalui penyusunan Key Performance Indicator (KPI) dan Strategy Map. Materi ini disampaikan oleh Bapak Deni Hidayat, Kepala Biro Perencanaan Keuangan dan SDM BAZNAS RI, yang memberikan pemaparan komprehensif mengenai pentingnya perencanaan strategis yang terstruktur dan terukur dalam lembaga zakat. Pokok Materi: Penyusunan Strategy Map dalam KPI Dalam penjelasannya, Bapak Deni Hidayat memaparkan bahwa setiap sasaran strategis dalam organisasi WAJIB dirumuskan dengan jelas dan harus mencakup dua unsur utama, yaitu: 1. Aspek Bagian inti atau fokus dari sasaran yang ingin dicapai. Contoh: Kesejahteraan masyarakat 2. Kondisi Perubahan atau keadaan yang diharapkan muncul. Contoh: Meningkatnya kesejahteraan masyarakat Kedua unsur ini harus dirangkai menjadi satu kalimat sasaran strategis yang mampu menggambarkan tujuan yang terukur serta dapat dioperasionalkan. Beliau juga menjelaskan: Sasaran strategis harus dirumuskan untuk setiap perspektif yang berada dalam kerangka Balanced Scorecard. Pada perspektif pelanggan, sasaran harus dikelompokkan berdasarkan ekspektasi atau harapan penerima manfaat. Pada perspektif proses internal, sasaran disusun berdasarkan kemampuan organisasi dalam menyediakan layanan untuk memenuhi ekspektasi tersebut. Makna Istilah-Istilah Bahasa Inggris dalam Materi Untuk memperjelas pemahaman peserta, berikut makna istilah yang digunakan dalam materi: Key Performance Indicator (KPI) Indikator Kinerja Utama; ukuran pokok yang digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan kinerja organisasi. Strategy Map Peta strategi; diagram yang menggambarkan hubungan logis antara sasaran strategis organisasi. Balanced Scorecard Metode manajemen kinerja berbasis empat perspektif: Keuangan (financial) Pelanggan (customer) Proses internal (internal process) Pembelajaran dan pertumbuhan (learning and growth) Customer / Pelanggan Pihak penerima layanan atau manfaat dari program BAZNAS. Internal Process Perspective Perspektif proses internal; fokus pada kemampuan organisasi menjalankan prosedur dan mekanisme kerja secara efektif. Expectation / Ekspektasi Harapan atau kebutuhan pihak yang menerima layanan. Apresiasi dari Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat, Bapak Faisol Mudain, menyampaikan rasa terima kasih yang tinggi kepada jajaran BAZNAS Provinsi Lampung dan BAZNAS RI atas ilmu, wawasan, dan pendampingan yang diberikan selama kegiatan RAKORDA. Beliau menyatakan: Kami sangat berterima kasih atas seluruh materi dan pengetahuan yang disampaikan oleh para pimpinan BAZNAS Provinsi Lampung dan BAZNAS RI. Materi ini menjadi bekal penting bagi kami untuk meningkatkan kualitas perencanaan, pengelolaan kinerja, serta pelayanan kepada para mustahik dan muzaki. Penutup Melalui RAKORDA BAZNAS se-Provinsi Lampung Tahun 2025, BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat berharap peningkatan kapasitas ini akan memperkuat tata kelola organisasi dalam menjalankan program zakat secara profesional, akuntabel, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. T A B I K P U N Mudahnya Menunaikan Zakat Infaq dan Shodaqoh Di Kantor Digital BAZNAS PESISIR BARAT Cukup Klik Link Dibawah ini https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/rekening https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/konfirmasi-zis https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/sedekah
BERITA10/12/2025 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
Pendapat Islam Terhadap Interaksi Digital: Bagaimana Islam Memandang Like dan Komentar di Media Sosial?
Pendapat Islam Terhadap Interaksi Digital: Bagaimana Islam Memandang Like dan Komentar di Media Sosial?
Islam memandang interaksi digital sebagai hal yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap tindakan online, mulai dari like, komentar, hingga unggahan, memiliki dampak yang besar dalam membentuk persepsi publik dan hubungan antarindividu. Dalam pandangan Islam, aktivitas digital harus senantiasa mengikuti prinsip-prinsip moral dalam Al-Qur'an dan Sunnah. Berikut adalah beberapa poin penting terkait bagaimana Islam menilai interaksi digital: 1. **Segala Ucapan Tercatat, Termasuk di Media Sosial:** Al-Qur'an menjelaskan bahwa setiap ucapan, baik lisan maupun tertulis, dicatat oleh malaikat pengawas. Oleh karena itu, setiap tindakan online seperti like, komentar, dan share juga memiliki bobot moral yang harus dipertanggungjawabkan. 2. **Like sebagai Dukungan dalam Pandangan Fikih:** Dalam Islam, dilarang menyokong hal-hal negatif atau berdosa. Mencurahkan dukungan pada konten yang melanggar nilai-nilai agama dianggap sebagai bentuk dosa. Sebaliknya, menyukai dan membagikan konten positif dan bermanfaat dianjurkan karena dapat mendatangkan pahala. 3. **Komentar: Antara Kebaikan dan Dosa:** Sunnah Nabi mengajarkan pentingnya berkata baik atau lebih baik diam. Komentar dalam dunia digital juga dianggap sebagai bentuk ucapan. Komentar yang bersifat membangun, memberikan nasehat, dan motivasi dianggap sebagai ibadah, sementara komentar yang berisi hinaan atau provokasi dapat menjadi dosa. 4. **Ghibah dan Fitnah Digital:** Ghibah (menggunjing) dan fitnah (menjelek-jelekan) di dunia digital dapat membuat kerugian besar bagi individu yang menjadi sasaran. Islam mendorong umatnya untuk menjauhi perilaku tersebut dan mengingatkan akan bahayanya terhadap diri sendiri dan orang lain. 5. **Jejak Digital: Pahala atau Dosa Mengalir:** Islam mengajarkan bahwa setiap tindakan baik yang disebarkan online akan mendatangkan pahala yang berkelanjutan, sementara tindakan buruk akan menimbulkan dosa yang berlipat ganda. Oleh karena itu, sebaiknya hati-hati dalam setiap aktivitas online untuk memastikan bahwa tindakan tersebut membawa manfaat dan kebaikan. Dengan demikian, interaksi digital dalam Islam bukanlah hal remeh. Setiap tindakan online harus dilakukan dengan hati-hati, menjunjung adab, dan selalu berorientasi pada niat baik. Selain itu, memperbanyak amal kebaikan dan menjauhi perilaku negatif di media sosial adalah langkah-langkah yang dianjurkan dalam meningkatkan keberkahan hidup dan mendekatkan diri kepada Allah.
BERITA10/12/2025 | Yessi Ade Lia Putri
BAZNAS Pesisir Barat Raih Penghargaan Rilis Berita 4 Teraktif
BAZNAS Pesisir Barat Raih Penghargaan Rilis Berita 4 Teraktif
BERITA RESMI BAZNAS KABUPATEN PESISIR BARAT BAZNAS Pesisir Barat Masuk Lima Besar Teraktif dalam Evaluasi Digital se-Provinsi Lampung Bandar Lampung, 6 Desember 2025 — BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat kembali mencatatkan prestasi membanggakan pada Evaluasi Kantor Digital se-Provinsi Lampung yang dirilis per 2 November 2025. Dalam laporan tersebut, BAZNAS Pesisir Barat menempati peringkat keempat sebagai lembaga teraktif dalam publikasi digital dengan total 151 rilis berita, sekaligus meraih predikat Aktif. Evaluasi digital tersebut mencakup 16 BAZNAS Kabupaten/Kota/Provinsi di Lampung dan menilai aktivitas publikasi digital berdasarkan jumlah rilis berita serta konsistensi penyampaian informasi kepada publik. Adapun lima besar BAZNAS teraktif adalah: BAZNAS Kabupaten Pesawaran – 298 berita BAZNAS Kabupaten Tulang Bawang Barat – 242 berita BAZNAS Provinsi Lampung – 223 berita BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat – 151 berita BAZNAS Kota Bandar Lampung – 71 berita Secara keseluruhan, total terdapat 1.203 posting berita yang dihasilkan oleh seluruh BAZNAS di Provinsi Lampung. Dalam infografis tersebut juga terlihat bahwa 31,3% BAZNAS berpredikat Aktif, 12,5% Moderate, 50% Idle, dan 6,3% belum terdaftar dalam sistem digital. Capaian BAZNAS Pesisir Barat ini diumumkan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS se-Provinsi Lampung yang berlangsung pada 4–6 Desember 2025 di Hotel Emersia Bandar Lampung. Kegiatan ini menghimpun seluruh pimpinan BAZNAS kabupaten/kota untuk memperkuat arah kebijakan, konsolidasi, serta transformasi digital lembaga amil zakat. Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat, Faisol Mudain, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi banyak pihak yang bekerja dalam satu visi pelayanan zakat yang unggul dan akuntabel. Alhamdulillah, capaian ini adalah berkah kerja sama seluruh stakeholder BAZNAS Pesisir Barat. Mulai dari para pimpinan, amil, hingga jejaring mitra di lapangan yang terus berupaya menghadirkan layanan zakat yang transparan, informatif, dan semakin dekat dengan masyarakat,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa BAZNAS Pesisir Barat akan terus meningkatkan kualitas publikasi digital sebagai bagian dari transparansi lembaga dan sarana edukasi zakat bagi masyarakat, sejalan dengan visi BAZNAS untuk memberikan layanan yang semakin modern, cepat, dan terpercaya. Momentum Rakorda ini juga akan menjadi pijakan bagi BAZNAS Pesisir Barat untuk memperkuat penghimpunan, penyaluran, dan inovasi program pada tahun 2026. Dengan capaian ini, BAZNAS Pesisir Barat kembali menunjukkan komitmennya sebagai salah satu lembaga amil zakat daerah yang adaptif dan progresif dalam menghadapi tuntutan digitalisasi pelayanan publik. Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. T A B I K P U N Mudahnya Menunaikan Zakat Infaq dan Shodaqoh Di Kantor Digital BAZNAS PESISIR BARAT Cukup Klik Link Dibawah ini https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/rekening https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/konfirmasi-zis https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/sedekah
BERITA10/12/2025 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
Bank Aladin Syariah Serahkan Infaq Shodaqohnya Ke BAZNAS RI Untuk Peduli Bencana Alam Sumatera
Bank Aladin Syariah Serahkan Infaq Shodaqohnya Ke BAZNAS RI Untuk Peduli Bencana Alam Sumatera
BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian, Edukasikan Bantuan Bencana Sumatra dari Bank Aladin Syariah kepada BAZNAS RI Pesisir Barat – BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat memberikan edukasi kepada masyarakat terkait perkembangan penanganan bencana di Sumatra, menyusul siaran resmi BAZNAS RI tentang diterimanya bantuan kemanusiaan sebesar Rp400 juta dari Bank Aladin Syariah, ditambah donasi karyawan sebesar Rp10.250.000, untuk korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Direktur Bank Aladin Syariah, Koko Tjatur Rachmadi, kepada Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, pada Senin (8/12/2025). Bantuan ini akan memperkuat logistik serta mendukung rencana pembangunan hunian sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. BAZNAS Pesisir Barat menilai bahwa informasi resmi dari BAZNAS RI ini penting disampaikan kepada masyarakat daerah, agar publik memahami bahwa penanganan bencana merupakan upaya gotong royong nasional yang membutuhkan partisipasi semua pihak. Kolaborasi Kemanusiaan dan Peran BAZNAS Dalam siaran pers BAZNAS RI, Dr. Rizaludin Kurniawan menyampaikan apresiasi atas komitmen Bank Aladin Syariah yang menyalurkan dana kebajikan perusahaan serta donasi karyawan melalui BAZNAS. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas lembaga sangat dibutuhkan mengingat dampak bencana cukup besar dan kebutuhan bantuan terus berjalan. BAZNAS RI juga menekankan pentingnya perlindungan berbasis prinsip maqasid al-syari‘ah, karena bencana kerap menjadi titik awal masyarakat jatuh dalam kemiskinan akibat hilangnya aset dan mata pencaharian. BAZNAS Pesisir Barat Himpun Infak dan Sedekah Khusus untuk Bencana Sumatra Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat, Faisol Mudain, menegaskan bahwa sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap penanganan bencana di Sumatra, BAZNAS Pesisir Barat juga membuka dan menghimpun dana infak serta sedekah khusus yang ditujukan langsung untuk membantu para penyintas. Dalam pernyataannya, Faisol menyampaikan pesan bijaksana: Bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat bukan hanya duka bagi mereka, tetapi juga menjadi ujian kepedulian bagi kita semua. Di saat seperti inilah nilai kemanusiaan dan semangat gotong royong diuji. Kita mungkin berbeda tempat, tetapi kita dipersatukan oleh rasa saling menjaga dan saling menguatkan. Karena itu, BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat membuka dan menghimpun dana infak dan sedekah khusus untuk bencana Sumatra sebagai wujud nyata bahwa masyarakat Pesisir Barat hadir bersama mereka. Setiap rupiah yang disalurkan bukan hanya bantuan materi, tetapi wujud cinta dan empati yang InsyaAllah menjadi penguat bagi para penyintas. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing. Semoga kepedulian kita menjadi jalan keberkahan, mempercepat pemulihan, dan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya. Ajakan Kepedulian untuk Masyarakat Pesisir Barat BAZNAS Pesisir Barat berharap masyarakat terus bergandeng tangan dalam membantu korban bencana di berbagai daerah. Penyaluran dana infak dan sedekah menjadi bagian penting dari upaya mencegah mustahik jatuh dalam kemiskinan berkepanjangan serta mempercepat pemulihan kehidupan warga terdampak. BAZNAS Pesisir Barat siap menyalurkan amanah masyarakat dengan tepat sasaran dan penuh tanggung jawab, sebagai bagian dari kontribusi daerah dalam gerakan kemanusiaan nasional. Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. T A B I K P U N Mudahnya Menunaikan Zakat Infaq dan Shodaqoh Di Kantor Digital BAZNAS PESISIR BARAT Cukup Klik Link Dibawah ini https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/rekening https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/konfirmasi-zis https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/sedekah
BERITA09/12/2025 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Serahkan Zakat dan Infak ke BAZNAS Pesisir Barat
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Serahkan Zakat dan Infak ke BAZNAS Pesisir Barat
Pesisir Barat, 9 Desember 2025 — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pesisir Barat menyerahkan zakat dan infak secara resmi kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Pesisir Barat pada Selasa (09/12) pukul 15.55 WIB. Penyerahan dilakukan langsung oleh perwakilan dinas dan diterima oleh Ketua BAZNAS Pesisir Barat, Faisol Mudain, di kantor BAZNAS setempat. Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen instansi pemerintah daerah dalam mendukung pengelolaan zakat yang profesional, amanah, dan transparan. Ketua BAZNAS Pesisir Barat, Faisol Mudain, menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian yang telah berpartisipasi aktif dalam penghimpunan zakat dan infak. “Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Semoga dana yang disalurkan dapat kami kelola dengan sebaik-baiknya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Faisol. Pihak Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian berharap kontribusi ini dapat mendukung program pemberdayaan dan bantuan sosial yang dijalankan BAZNAS, terutama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pesisir Barat. Kegiatan penyerahan ini berlangsung dengan tertib dan diakhiri dengan doa bersama. Kami mengajak kepada para Muzaki untuk dapat membayar zakat infaq shodaqoh dan dana sosial keagamaan lainnya di BAZNAS pesisir barat.Melalui rekening BAZNAS Bank Lampung – Rekening Zakat Atas Nama : BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL PESISIR BARAT Nomor Rekening : 3930-3040-5709-7 Bank Lampung – Rekening Infaq & Shodaqoh Atas Nama : BAZNAS INFAQ SHADAQOH PESISIR BARAT Nomor Rekening : 3930-3010-2228-4 Bank Syariah Indonesia (BSI) Nomor Rekening: 7265-1345-34 Melalui kantor digital BAZNAS pesisir barat Lampung https://kabpesisirbarat.baznas.go.id Terimakasih dan semoga para Muzakki senantiasa diberikan keberkahan dalam hidupnya.
BERITA09/12/2025 | Ari beni
BAZNAS Pesisir Barat Gelar Audiensi dengan Pemkab Pesisir Barat
BAZNAS Pesisir Barat Gelar Audiensi dengan Pemkab Pesisir Barat
Pesisir Barat, 9 Desember 2025 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat mengadakan audiensi dengan Pemerintah Daerah Pesisir Barat pada Selasa (9/12/2025). Pertemuan tersebut digelar dalam rangka memperkuat sinergi antara BAZNAS dan pemerintah daerah dalam optimalisasi pengelolaan zakat, infak, serta sedekah di wilayah setempat. Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, yang dijadwalkan hadir, berhalangan dan diwakili oleh Staf Ahli Bupati, Eksir Abadi. Dalam sambutannya, Eksir Abadi menyampaikan bahwa pemerintah daerah sangat mendukung langkah-langkah strategis BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama melalui program-program pemberdayaan umat. “Kami menyambut baik audiensi ini sebagai upaya memperkuat koordinasi antara pemda dan BAZNAS. Semoga kolaborasi ini dapat menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Pesisir Barat,” ujar Eksir Abadi. Sementara itu, pihak BAZNAS Pesisir Barat memaparkan berbagai program yang telah dan akan dijalankan, termasuk penyaluran bantuan untuk keluarga kurang mampu, pemberdayaan ekonomi umat, serta peningkatan transparansi dalam pengelolaan zakat. Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif, dengan harapan ke depannya sinergi antara pemerintah daerah dan BAZNAS semakin kuat dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Pesisir Barat. Kami mengajak kepada para Muzaki untuk dapat membayar zakat infaq shodaqoh dan dana sosial keagamaan lainnya di BAZNAS pesisir barat.Melalui rekening BAZNAS Bank Lampung – Rekening Zakat Atas Nama : BADAN AMIL ZAKAT NASIONAL PESISIR BARAT Nomor Rekening : 3930-3040-5709-7 Bank Lampung – Rekening Infaq & Shodaqoh Atas Nama : BAZNAS INFAQ SHADAQOH PESISIR BARAT Nomor Rekening : 3930-3010-2228-4 Bank Syariah Indonesia (BSI) Nomor Rekening: 7265-1345-34 Melalui kantor digital BAZNAS pesisir barat Lampung https://kabpesisirbarat.baznas.go.id Terimakasih dan semoga para Muzakki senantiasa diberikan keberkahan dalam hidupnya.
BERITA09/12/2025 | Ari beni
Pentingnya Penerapan KPI Secara Tepat Dan Profesional Untuk Menunjang Peningkatan Kinerja Lembaga
Pentingnya Penerapan KPI Secara Tepat Dan Profesional Untuk Menunjang Peningkatan Kinerja Lembaga
BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat: Penguatan KPI untuk Tingkatkan Kinerja, Materi Bapak Deni Hidayat Jadi Sorotan Peserta RAKORDA Bandar Lampung, 4–6 Desember 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS se-Provinsi Lampung yang digelar di Hotel Emersia Bandar Lampung. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pimpinan BAZNAS daerah serta jajaran BAZNAS RI. Salah satu materi yang menjadi perhatian besar peserta disampaikan oleh Bapak Deni Hidayat, Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan SDM BAZNAS RI, yang membahas pentingnya penerapan KPI (Key Performance Indicators) secara tepat dan profesional dalam menunjang peningkatan kinerja lembaga. Pembahasan KPI: Tiga Kesalahan yang Membuat Kinerja Tidak Efektif Dalam paparannya, Bapak Deni menjelaskan bahwa terdapat tiga perilaku keliru yang sering terjadi dalam penyusunan KPI, yakni: 1. Memilih KPI yang mudah Perilaku ini menunjukkan kecenderungan memilih indikator kinerja yang terlalu sederhana dan tidak menantang. KPI seharusnya menjadi alat untuk mendorong peningkatan kualitas kerja, bukan hanya untuk formalitas. 2. Menentukan target yang ringan Target kinerja yang terlalu rendah membuat organisasi tidak berkembang. Target seharusnya realistis namun menantang, sehingga mendorong inovasi dan peningkatan performa. 3. Menurunkan target tanpa alasan Penurunan target tanpa dasar rasional atau data objektif mencerminkan lemahnya komitmen terhadap standar kinerja. Hal ini dapat merusak budaya kerja dan membuat sistem pengukuran kinerja tidak efektif. Dampak dari Kesalahan Penyusunan KPI Ketiga perilaku tersebut menyebabkan hasil yang disebut sebagai “KONTRA PRODUKTIF, yakni bertentangan dengan peningkatan produktivitas dan tujuan organisasi. Pada materi presentasi ditampilkan penegasan: Ini berarti, BSC sebagai alat manajemen kinerja jadi tidak bermanfaat alias USELESS!” Penjelasan istilah: BSC (Balanced Scorecard): alat manajemen strategis untuk mengukur kinerja organisasi secara menyeluruh. Useless artinya tidak berguna atau tidak bermanfaat. Dengan kata lain, jika KPI dipilih asal-asalan, target dibuat terlalu ringan, atau diturunkan tanpa alasan, maka Balanced Scorecard maupun sistem manajemen kinerja secara keseluruhan tidak akan memberikan dampak positif. Bapak Deni menekankan bahwa KPI harus disusun secara: ? Objektif ? Jelas dan terukur ? Menantang namun realistis ? Konsisten ? Didasarkan pada data dan alasan kuat Agar kinerja BAZNAS, baik di tingkat nasional maupun daerah, dapat meningkat secara optimal. Faisol Mudain: RAKORDA Jadi Motivasi Meningkatkan Kinerja BAZNAS ke Depan Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat, Faisol Mudain, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan RAKORDA dan materi yang dipaparkan. Menurutnya, acara tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antara BAZNAS daerah dan BAZNAS RI, tetapi juga memberikan motivasi untuk meningkatkan kualitas kinerja lembaga. Kegiatan ini luar biasa. Di sini kita bersilaturahmi sesama insan BAZNAS daerah dan BAZNAS RI. Kita juga diingatkan dengan adanya penghargaan kinerja sehingga mampu memotivasi para pimpinan BAZNAS untuk semakin lebih baik ke depannya,” ujar Faisol. Beliau berharap seluruh materi yang disampaikan, terutama mengenai KPI dan Balanced Scorecard, dapat diterapkan secara serius oleh seluruh pengurus BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat demi meningkatkan profesionalitas layanan kepada masyarakat. Kesimpulan RAKORDA BAZNAS se-Provinsi Lampung tahun 2025 menjadi momentum penting bagi seluruh BAZNAS daerah untuk memperkuat pemahaman dan penerapan manajemen kinerja berbasis KPI. Materi yang disampaikan oleh Bapak Deni Hidayat memberikan gambaran jelas bahwa KPI bukan sekadar angka, tetapi merupakan alat strategis untuk mendorong perubahan dan peningkatan kualitas kinerja lembaga. BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat berkomitmen untuk menerapkan seluruh arahan tersebut guna mendukung terwujudnya tata kelola lembaga yang lebih profesional, transparan, dan berdampak bagi masyarakat. Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. T A B I K P U N Mudahnya Menunaikan Zakat Infaq dan Shodaqoh Di Kantor Digital BAZNAS PESISIR BARAT Cukup Klik Link Dibawah ini https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/rekening https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/konfirmasi-zis https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/sedekah
BERITA09/12/2025 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
Kepala Biro Perencanaan Keuangan Dan SDM BAZNAS RI Menyampaikan Empat Pilar Utama Sistem Perencanaan Kerja Modern
Kepala Biro Perencanaan Keuangan Dan SDM BAZNAS RI Menyampaikan Empat Pilar Utama Sistem Perencanaan Kerja Modern
BERITA RESMI BAZNAS KABUPATEN PESISIR BARAT BAZNAS Pesisir Barat Hadiri RAKORDA BAZNAS se-Provinsi Lampung, Bahas Perencanaan Kinerja Organisasi Berbasis Strategy Map, KPI, Target, dan Inisiatif Strategis Bandar Lampung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS se-Provinsi Lampung yang digelar di Hotel Emersia Bandar Lampung pada 4–6 Desember 2025. Kegiatan ini menghadirkan materi strategis terkait Perencanaan Kinerja Organisasi yang disampaikan oleh Bapak Deni Hidayat, Kepala Biro Perencanaan, Keuangan dan SDM BAZNAS RI. Dalam paparannya, Deni Hidayat menguraikan empat pilar utama sistem perencanaan kinerja modern, yaitu Strategy Map, KPI, Target, dan Inisiatif Strategis. Materi ini menjadi rujukan penting bagi seluruh BAZNAS daerah untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan akuntabilitas, serta mendorong efektivitas program zakat, infak, dan sedekah di masing-masing wilayah. Perencanaan Kinerja Organisasi yang Disampaikan pada RAKORDA 1. Strategy Map (Peta Strategi) Strategy map merupakan representasi visual dari hubungan sebab-akibat antara berbagai tujuan strategis. Peta ini mengintegrasikan perspektif keuangan, layanan kepada masyarakat, proses internal, hingga pembelajaran dan pertumbuhan SDM. Dampak Signifikan: memperjelas arah organisasi, mengurangi tumpang tindih program, memudahkan pengambilan keputusan, dan meningkatkan efektivitas penyaluran zakat. 2. KPI (Key Performance Indicators) KPI adalah indikator utama yang menunjukkan tingkat keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan strategisnya. Contohnya rasio penghimpunan zakat, tingkat penyaluran, dan jumlah mustahik yang berhasil naik kelas. Dampak Signifikan: menciptakan budaya kerja berbasis data, memperkuat transparansi, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap BAZNAS. 3. Target Kinerja Target menjadi standar capaian untuk setiap KPI, baik tahunan maupun berdasarkan rencana jangka menengah. Dampak Signifikan: memastikan fokus kerja, memperkuat prinsip SMART dalam perencanaan, serta menjadi dasar evaluasi dan insentif kinerja. 4. Inisiatif Strategis Inisiatif strategis berbentuk program konkret seperti penguatan digitalisasi, peningkatan kualitas amil, dan modernisasi pelaporan. Dampak Signifikan: mempercepat transformasi organisasi, meningkatkan efektivitas program, dan memberikan dampak langsung pada kesejahteraan mustahik. Mengapa Sistem Ini Penting untuk BAZNAS? Melalui kombinasi Strategy Map, KPI, Target, dan Inisiatif Strategis, seluruh struktur BAZNAS di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten dapat bekerja dengan bahasa strategi yang sama. Dampak jangka panjangnya meliputi: Integrasi dan sinkronisasi program dari pusat hingga daerah. Akuntabilitas yang meningkat sehingga kepercayaan muzaki semakin kuat. Peningkatan produktivitas amil melalui arah kerja yang jelas. Program penyaluran yang lebih tepat sasaran dan terukur dampaknya. Sistem ini mendorong BAZNAS menjadi lembaga pengelola zakat yang semakin profesional, akuntabel, dan berorientasi hasil (result oriented). Ucapan Terima Kasih BAZNAS Pesisir Barat Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat, Faisol Mudain, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pimpinan BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi Lampung atas penyelenggaraan kegiatan yang sarat manfaat ini. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi Lampung. Materi yang disampaikan, khususnya terkait perencanaan kinerja organisasi, sangat penting bagi kami untuk meningkatkan kualitas tata kelola dan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” ujar Faisol Mudain. Kegiatan RAKORDA ini diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi seluruh BAZNAS di Provinsi Lampung untuk mewujudkan pengelolaan zakat yang lebih profesional, modern, dan berdampak bagi kesejahteraan umat.Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
BERITA08/12/2025 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
KPI Sebagai Kekuatan Utama Balanced Scorecard BAZNAS
KPI Sebagai Kekuatan Utama Balanced Scorecard BAZNAS
BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat Hadiri RAKORDA BAZNAS se-Provinsi Lampung: Penguatan KPI sebagai Pilar Balanced Scorecard Bandar Lampung, 4–6 Desember 2025 — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat turut berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS se-Provinsi Lampung yang diselenggarakan di Hotel Emersia Bandar Lampung. Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi seluruh BAZNAS kabupaten/kota di Lampung dalam melakukan penyelarasan program, penguatan tata kelola, serta peningkatan akuntabilitas pengelolaan zakat menuju BAZNAS yang semakin profesional dan berintegritas. Salah satu materi utama disampaikan oleh Bapak Deni Hidayat, Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan SDM BAZNAS RI, yang menekankan pentingnya Key Performance Indicators (KPI) sebagai elemen fundamental dalam kerangka Balanced Scorecard di lingkungan BAZNAS seluruh Indonesia. Inti Materi: KPI sebagai Kekuatan Utama Balanced Scorecard BAZNAS Materi yang ditampilkan dalam presentasi menyoroti empat pilar penting dalam penyusunan KPI yang efektif: 1. KPI Merupakan Kekuatan Utama Balanced Scorecard KPI berfungsi sebagai penopang utama Balanced Scorecard, yang memastikan bahwa seluruh proses perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi program berjalan secara terukur dan konsisten. Dengan KPI yang baik, BAZNAS dapat: Memetakan kinerja secara objektif Menghindari bias penilaian Memperjelas arah dan prioritas organisasi Solusi terbaik: Menyusun KPI selaras dengan visi nasional BAZNAS serta indikator kinerja prioritas daerah, disertai SOP evaluasi berkala setiap triwulan. Keuntungan: Mendorong budaya kerja berbasis data Memperkuat akuntabilitas publik Mengoptimalkan pencapaian program zakat, infak, dan sedekah 2. KPI Menjadi Ukuran dari Semua Sasaran Strategis Setiap sasaran strategis BAZNAS — baik peningkatan penghimpunan, penyaluran, penguatan SDM, maupun digitalisasi — harus memiliki ukuran kinerja yang jelas dan terukur. Solusi terbaik: Menetapkan indikator kuantitatif seperti: Rasio pertumbuhan penghimpunan Persentase realisasi penyaluran Pencapaian layanan mustahik Tingkat efektivitas kampanye digital Keuntungan: Memastikan setiap program memiliki target yang dapat diverifikasi Meningkatkan efektivitas monitoring Mempermudah penyusunan laporan nasional (LAZNAS Dashboard & SIPELBA) 3. Menyeimbangkan Sasaran Ideal dan Realistis Materi menekankan pentingnya keseimbangan antara target ideal (aspiratif) dan target realistis yang dapat dicapai berdasarkan kapasitas BAZNAS daerah. Solusi terbaik: Menggunakan data historis serta kapasitas lapangan sebagai acuan penyusunan target, tidak sekadar mengikuti angka nasional tanpa mempertimbangkan kondisi daerah. Keuntungan: Meningkatkan motivasi internal karena target lebih rasional Mengurangi risiko ketidaktercapaian target ekstrem Mendukung perencanaan anggaran yang lebih efisien 4. Berpikir “Membumi”, Definitif, dan Terukur KPI harus membumi, artinya benar-benar relevan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat mustahik di daerah. Selain itu, setiap indikator harus definitif dan terukur (measurable). Solusi terbaik: Mengintegrasikan survei lapangan, kebutuhan mustahik, serta data kemiskinan daerah dalam penyusunan indikator kinerja. Keuntungan: Program lebih tepat sasaran Meningkatkan kepercayaan muzakki dan publik Menjamin efektivitas dampak pemberdayaan mustahik Pesan Utama dari BAZNAS RI Dalam pemaparannya, Bapak Deni Hidayat menekankan bahwa penguatan KPI bukan sekadar administrasi, tetapi merupakan upaya strategis untuk memastikan: Zakat dikelola secara profesional, sesuai standar nasional Setiap rupiah zakat memberikan dampak nyata bagi masyarakat BAZNAS seluruh Indonesia selaras dalam satu peta jalan pembangunan Komitmen BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat menyampaikan bahwa hasil RAKORDA ini akan menjadi pedoman penting dalam: Penyusunan RENSTRA 2026–2030 Penguatan tata kelola berbasis Balanced Scorecard Optimalisasi kinerja penghimpunan dan penyaluran Penguatan SDM serta pemanfaatan teknologi digital BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat berkomitmen menerapkan seluruh arahan BAZNAS RI demi menghadirkan pengelolaan zakat yang amanah, profesional, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Pesisir Barat. Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. T A B I K P U N Mudahnya Menunaikan Zakat Infaq dan Shodaqoh Di Kantor Digital BAZNAS PESISIR BARAT Cukup Klik Link Dibawah ini https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/rekening https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/konfirmasi-zis https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/sedekah
BERITA08/12/2025 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
Tingkatkan Kompetensi Amil Melalui Pemaparan Materi KPI Oleh Biro Perencanaan Keuangan Dan SDM BAZNAS RI
Tingkatkan Kompetensi Amil Melalui Pemaparan Materi KPI Oleh Biro Perencanaan Keuangan Dan SDM BAZNAS RI
BERITA RESMI BAZNAS KABUPATEN PESISIR BARAT BAZNAS Pesisir Barat Tingkatkan Kompetensi Amil melalui Pemaparan Materi KPI oleh Biro Perencanaan, Keuangan, dan SDM BAZNAS RI Pesisir Barat — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat menggelar kegiatan peningkatan kapasitas (capacity building) bagi para Amil sebagai upaya memperkuat profesionalitas dan kualitas pengelolaan zakat di daerah. Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat menghadirkan pemateri dari BAZNAS RI, yaitu Bapak Deni Hidayat, Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan SDM BAZNAS RI, yang menyampaikan materi terkait Key Performance Indicator (KPI). Pada sesi pemaparan, Bapak Deni Hidayat menjelaskan bahwa untuk menetapkan KPI yang tepat dan sesuai dengan kondisi lembaga, terdapat sejumlah karakteristik penting yang wajib diperhatikan. Beliau menyampaikan: Untuk menetapkan KPI yang sesuai dan tepat dengan situasi lembaga, beberapa karakteristiknya perlu diperhatikan, yaitu: 1. Menggunakan data pembanding untuk memantau setiap progres dan perubahan yang tengah berjalan. 2. Pencapaian target harus dapat dibuktikan secara objektif. 3. KPI harus mampu mengukur efektivitas, kualitas, efisiensi, ketepatan waktu, perilaku, kepatuhan, kinerja program, kinerja SDM, keuangan/finansial, serta pemanfaatan sumber daya secara menyeluruh. 4. Mampu menggunakan leading dan lagging indicator secara seimbang dalam mencapai target. Dalam penjelasannya, Bapak Deni Hidayat juga memberikan pemahaman mendalam tentang istilah-istilah penting tersebut, antara lain: KPI (Key Performance Indicator): indikator kunci yang digunakan untuk menilai keberhasilan lembaga dalam mencapai tujuan strategisnya. Data Pembanding / Baseline: data awal atau data historis sebagai tolok ukur untuk mengetahui perkembangan kinerja. Efektivitas: tingkat keberhasilan suatu program dalam mencapai tujuan. Efisiensi: ukuran perbandingan antara hasil dan sumber daya yang digunakan. Leading Indicator: indikator yang memprediksi atau memberikan gambaran awal terhadap potensi keberhasilan. Lagging Indicator: indikator yang mengukur hasil akhir dari suatu proses atau kegiatan. Materi yang diberikan menjadi rujukan penting bagi BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat dalam memperkuat sistem pengukuran kinerja lembaga, sehingga pengelolaan zakat dapat berjalan lebih profesional, terukur, dan akuntabel. Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat, Faisol Mudain, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas ilmu yang diberikan oleh BAZNAS RI. Ia menegaskan bahwa pengetahuan tersebut sangat bermanfaat dalam meningkatkan kapasitas para Amil di lingkungan BAZNAS Pesisir Barat. Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Deni Hidayat dan BAZNAS RI atas pemaparan materi yang sangat berharga ini. Ilmu dan wawasan yang diberikan sangat penting dalam meningkatkan kompetensi Amil, sehingga pengelolaan zakat di Pesisir Barat dapat semakin profesional dan memberikan manfaat optimal bagi mustahik,” ujar Faisol Mudain. Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas SDM dan tata kelola lembaga agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menjalankan amanah umat dengan sebaik-baiknya.Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. T A B I K P U N Mudahnya Menunaikan Zakat Infaq dan Shodaqoh Di Kantor Digital BAZNAS PESISIR BARAT Cukup Klik Link Dibawah ini https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/rekening https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/konfirmasi-zis https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/sedekah
BERITA08/12/2025 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
Referensi Penting Bagi BAZNAS Daerah Dalam Meningkatkan Profesionalitas, Akuntabilitas, Serta Kualitas Layanan Kepada Mustahiq
Referensi Penting Bagi BAZNAS Daerah Dalam Meningkatkan Profesionalitas, Akuntabilitas, Serta Kualitas Layanan Kepada Mustahiq
BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat Apresiasi Materi Penguatan Organisasi dari BAZNAS RI pada RAKORDA se-Provinsi Lampung Bandar Lampung — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas materi strategis yang disampaikan oleh para narasumber BAZNAS RI dalam kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (RAKORDA) BAZNAS se-Provinsi Lampung, yang dilaksanakan pada 4–6 Desember 2025 di Hotel Emersia Bandar Lampung. Pada kesempatan tersebut, Bapak Deni Hidayat, selaku Kepala Biro Perencanaan, Keuangan, dan SDM BAZNAS RI, memaparkan materi komprehensif mengenai penguatan strategi organisasi dan peningkatan tata kelola SDM. Materi ini menjadi referensi penting bagi BAZNAS daerah dalam meningkatkan profesionalitas, akuntabilitas, serta kualitas layanan kepada mustahik. Kerangka Penguatan Organisasi BAZNAS Pemaparan dimulai dari penyelarasan Visi dan Misi, yang kemudian dijabarkan ke dalam tiga strategi utama, yaitu Strategi Operasi, Strategi Organisasi, serta Strategi SDM & Budaya Kerja. Seluruh komponen ini dirancang untuk saling terhubung dan memperkuat proses kerja BAZNAS di seluruh tingkatan. 1. Strategi Operasi Strategi ini menjelaskan bagaimana organisasi menerjemahkan visi dan misi ke dalam tindakan operasional melalui: Balanced Scorecard (BSC): alat ukur kinerja dari perspektif keuangan, pelanggan, proses internal, serta pengembangan. Key Result Area (KRA): area hasil utama yang menjadi fokus prioritas. Business Process: alur kerja yang sistematis untuk menghasilkan layanan yang berkualitas. SOP & Work Instruction: panduan standar dalam pelaksanaan tugas. Key Performance Indicator (KPI): ukuran utama kinerja individu dan unit kerja. Seluruh proses ini berjalan dalam kerangka PDCA (Plan–Do–Check–Act) untuk memastikan perbaikan berkelanjutan. 2. Strategi Organisasi Bagian ini menekankan penguatan struktur internal melalui: Struktur Organisasi dan Struktur Gaji Career Path sebagai jalur perkembangan karir Knowledge Management untuk mengelola pengetahuan organisasi Job Design, Job Evaluation, Job Grade, dan penyusunan Jobdesk Strategi ini kemudian diterapkan dalam pengelolaan organisasi, meliputi: Perencanaan SDM Kompensasi & Benefit Pengelolaan Karir Reward & Punishment Administrasi Kepegawaian 3. Strategi SDM & Budaya Kerja Deni Hidayat juga menekankan pentingnya Competency Model sebagai fondasi dalam: Pelatihan dan pengembangan (Training & Development) Pengembangan pimpinan (Executive Development) Perencanaan suksesi (Succession Planning) Manajemen kinerja (Performance Management) Manajemen karir Penilaian kompetensi (Assessment) Rekrutmen dan penempatan pegawai Semua elemen ini saling mendukung dalam membangun budaya kerja yang kuat dan berkelanjutan di tubuh BAZNAS. Apresiasi dari BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat, Faisol Mudain, menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada BAZNAS RI, khususnya kepada Bapak Deni Hidayat. Kami merasa sangat terbantu dengan ilmu dan wawasan yang diberikan. Materi ini bukan hanya sekadar teori, tetapi pedoman praktis yang dapat kami terapkan untuk meningkatkan tata kelola, layanan, dan kinerja BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh tokoh BAZNAS RI yang hadir dalam RAKORDA ini,” ujar Faisol. RAKORDA ini diharapkan menjadi wadah penguatan sinergi antar-BAZNAS se-Lampung dalam mewujudkan tata kelola zakat yang profesional, akuntabel, dan memberikan dampak maksimal bagi masyarakat.Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. T A B I K P U N Mudahnya Menunaikan Zakat Infaq dan Shodaqoh Di Kantor Digital BAZNAS PESISIR BARAT Cukup Klik Link Dibawah ini https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/rekening https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/konfirmasi-zis https://kabpesisirbarat.baznas.go.id/sedekah
BERITA07/12/2025 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Pesisir Barat.

Lihat Daftar Rekening →