ICONZ Ke-9, Menag RI Dorong Peran Zakat Atasi Isu Global
11/12/2025 | Penulis: Ari beni
BAZNAS RI 2025
*SIARAN PERS*
_Nomor: 475/HUM-BAZ/XII/2025_
Rabu, 10 Desember 2025
Menteri Agama RI Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA., menyoroti peran zakat dan ekonomi filantropi Islam seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) untuk mengatasi masalah-masalah global seperti kemiskinan dan kesejahteraan.
“Di luar zakat ada potensi besar dari ekosistem filantropi Islam yang lebih luas, ada wakaf, sedekah, Infak, yang mana kalau kita kumpulkan dapat kita gunakan untuk menyelesaikan persoalan kemiskinan. Sedangkan kalau zakat kan tidak bisa, sudah disebutkan dalam Al-Qur’an siapa saja asnafnya yang berhak,” ujar Nasaruddin saat membuka acara The 9th International Conference on Zakat (ICONZ) yang diselenggarakan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (10/12/2025).
Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan Dr. Zainulbahar Noor SE, M.Ec., Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., para pembicara dari berbagai negara, dan akademisi.
Menurut Prof. Nasaruddin, selain sumber dana ZIS tersebut, Islam juga memiliki instrumen lain seperti dana yang berasal dari sanksi atau denda untuk kemaslahatan umat, pembayaran DAM, fidyah, kafarat, wasiat, luqathah, aqiqah, diyat, dan hiwalah. “Kalau bayar DAM haji di Saudi belum tentu organisasi di sana aman, kalau di Indonesia ada BAZNAS, kita percayakan ke BAZNAS,” ucapnya.
Lebih lanjut, untuk merancang transformasi global menurutnya ada tiga hal yang bisa dilakukan. Pertama, Pilar Tata Kelola Kelembagaan. Pemerintah dan pembuat kebijakan harus menciptakan kerangka hukum adaptif yang memungkinkan inovasi filantropi sekaligus menjamin akuntabilitas yang ketat dan standar Tata Kelola Syariah yang terpadu, baik di dalam negeri maupun internasional.
“Kita harus membina kolaborasi lintas sektor, menghubungkan pengelola zakat dengan pemerintah, akademisi, dan sektor swasta. Masalah kemiskinan terlalu besar untuk diselesaikan oleh satu entitas saja,” ujarnya.
Kedua, Pilar Inovasi Programatik. Bagaimana agar dana zakat bukan sekedar menjadi bantuan konsumtif tetapi menuju pemberdayaan masyarakat agar lebih produktif dan berkelanjutan.
“Jadi Keberhasilan zakat tidak diukur dari seberapa banyak yang kita berikan, tetapi dari seberapa banyak penerima manfaat ini kita ubah menjadi muzaki,” ujar Nasaruddin.
Ketiga, Pilar Dampak Global dan Kemanusiaan. Menurut Nasarudin, zakat dan filantropi Islam adalah manifestasi utama solidaritas global.
“Bantuan kita tidak dapat dibatasi oleh batas geografis atau identitas agama. Kita harus memastikan bahwa dana ini secara efisien untuk bantuan kemanusiaan global, menjangkau mereka yang menderita di zona konflik, daerah bencana, dan negara-negara rapuh di seluruh dunia,” ungkapnya.
Nasaruddin berharap, di acara ICONZ ke-9 akan melahirkan rekomendasi kebijakan yang konkret dan strategis.
ICONZ ke-9 terselenggara melalui kolaborasi BAZNAS RI, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Kementerian Agama, serta mendapat dukungan dari berbagai pihak seperti PT Bank Syariah Indonesia, BSI Maslahat, Rumah Zakat, Transjakarta, INDEF, Universitas Tazkia, Universitas Paramadina, KNEKS, IAEI, dan Indiana University.
Berita Lainnya
Pimpinan dan Keluarga Besar BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat Sampaikan Ucapan Selamat atas Pengangkatan Tokoh-Tokoh Bangsa sebagai Dewan Pertimbangan Presiden
BAZNAS PESISIR BARAT Ucapkan Selamat Atas Ditetapkannya KH Muhyiddin Tohir sebagai Wasekjen PBNU 2026-2031
BAZNAS PESISIR BARAT Rilis Program Terbaru BAZNAS RI _Madrasah Layak Belajar
BAZNAS PESISIR BARAT Beri Ucapan Selamat Atas Terpilihnya KAPOLRI Baru
Kawal Generasi Qur ani,Duta BAZNAS PESISIR BARAT Ikut Membersamai Pelepasan Kafilah MTQ Ke 53 Tingkat Provinsi Lampung
Wujud Kepedulian, BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat Salurkan Santunan untuk Kaum Dhuafa di Kecamatan Ngaras
BAZNAS PESISIR BARAT Turut Hadir Dan Mensukseskan RAKORNAS BAZNAS RI DI KEMAYORAN JAKARTA
MUI Pesisir Barat Menggelar Pertemuan Silaturahmi Hangat Dengan Bupati Pesisir Barat
Camat Ngaras Suparmi, S.Ip., M.M Ajak Masyarakat Hidupkan Semangat Bersedekah Melalui BAZNAS PESISIR BARAT
BAZNAS PESISIR BARAT, Shodaqoh Sebagai Jalan Kebaikan Bagi Kaum Dhuafa dan Anak Yatim
Kunci Utama Dana Umat Berdampak Pada Ekonomi Masif Adalah Integrasi DTSEN
Adopsi Pola Pikir Transformatif, BAZNAS PESISIR BARAT Siap Implementasikan Paradigma Baru Fundraising
BAZNAS Pesisir Barat Salurkan Santunan untuk Anak Yatim Piatu di Kecamatan Ngaras
Arah,Aksi Dan Dampak Merupakan Bagian Dari Materi RAKORNAS BAZNAS RI
BAZNAS PESISIR BARAT Ajak Umat Menjaga Persatuan Dan Ideologi Pancasila

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Pesisir Barat.
Lihat Daftar Rekening →