WhatsApp Icon
BAZNAS PESISIR BARAT Rilis Program Terbaru BAZNAS RI _Madrasah Layak Belajar

PESISIR BARAT – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat siap menyelaraskan program kerja demi menyukseskan program nasional Madrasah Layak Belajar 2026 yang resmi diluncurkan oleh BAZNAS RI. Program ini menargetkan renovasi dan perbaikan fasilitas untuk 700 Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) dan Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) di seluruh Indonesia.

Peluncuran program strategis ini berlangsung di Aula Lantai 5 Kantor BAZNAS RI, Jakarta, pada Rabu (21/10/2026). Langkah ini merupakan bagian dari implementasi Asta Strata BAZNAS 2026–2031 yang mengoptimalkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk membangun ekosistem pendidikan yang layak bagi siswa dari keluarga miskin serta rentan.

Fokus Keberlanjutan Program

BAZNAS Pesisir Barat menyambut baik inisiatif ini sebagai momentum untuk mendorong peningkatan mutu sekolah-sekolah keagamaan swasta di tingkat daerah. Secara nasional, komitmen BAZNAS dalam dunia pendidikan telah teruji lewat pencapaian berikut:

• 2.000 madrasah telah dibantu sepanjang tahun 2024–2025.

• 37 provinsi dan 388 kabupaten/kota menjadi sebaran wilayah penerima manfaat.

• 409 madrasah di antaranya difokuskan pada wilayah prioritas kemiskinan ekstrem.

Selaras dengan Misi Keagamaan dan Pembangunan

Pihak BAZNAS RI menegaskan bahwa program Madrasah Layak Belajar ini didasarkan pada prinsip Maqashid Syariah, yaitu menjaga akal (hifz al-‘aql) melalui keberlanjutan pendidikan, serta menjaga jiwa (hifz al-nafs) dengan menyediakan ruang belajar yang aman dan kokoh.

Di tingkat lokal dan nasional, program ini sekaligus mendukung pencapaian target global SDGs Tujuan 4 mengenai pendidikan berkualitas, serta sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam mempercepat pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. BAZNAS Pesisir Barat berkomitmen penuh untuk mengawal agenda ini agar dampak pemerataan fasilitas pendidikan layak dapat dirasakan hingga ke pelosok daerah.

21/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS PESISIR BARAT _Fsl
Arah,Aksi Dan Dampak Merupakan Bagian Dari Materi RAKORNAS BAZNAS RI

ARAH, AKSI, DAN DAMPAK: Pimpinan BAZNAS Pesisir Barat Serap Materi Strategis Perencanaan dalam Rakornas BAZNAS RI 2026

JAKARTA, BAZNAS PESISIR BARAT – Jajaran pimpinan komisioner Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat menunjukkan komitmen kuat dalam memperkokoh tata kelola lembaga di tingkat daerah. Ketua BAZNAS Pesisir Barat, Bapak Faisol Muda'in, didampingi oleh Pimpinan Bidang Pengumpulan, Ky. Agus Mawardi, hadir dan mengikuti secara intensif rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI 2026 yang dipusatkan di Jakarta.

Kehadiran dua pimpinan teras BAZNAS Pesisir Barat ini menjadi langkah penting untuk menyelaraskan cetak biru (blueprint) pengumpulan dan pendistribusian dana umat dengan kebijakan strategis nasional.

Tiga Pilar Utama: Renstra, RKAT, dan Dampak

Dalam salah satu sesi materi inti Rakornas yang diserap langsung oleh delegasi Pesisir Barat, pimpinan pusat menekankan sebuah formula manajemen modern yang wajib diterapkan oleh seluruh BAZNAS daerah. Manajemen tersebut bertumpu pada tiga kalimat kunci:

• "Renstra adalah arah."

Rencana Strategis (Renstra) merupakan kompas organisasi yang memetakan ke mana arah gerakan zakat akan dibawa dalam jangka panjang.

• "RKAT adalah aksi."

Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) adalah bentuk pengejawantahan dari strategi besar menjadi program-program aksi nyata, taktis, dan terencana di lapangan dalam durasi satu tahun berjalan.

• "Dampak adalah tujuan."

Tujuan akhir dan muara dari seluruh pengelolaan zakat bukanlah seberapa banyak dokumen yang tersusun, melainkan seberapa besar dampak (impact) nyata perubahan nasib yang dirasakan langsung oleh para mustahik (penerima zakat).

Membangun Sistem Pengelolaan yang Adaptif

Menindaklanjuti pesan kuat pimpinan pusat dalam Rakornas tersebut, Bapak Faisol Muda'in bersama Ky. Agus Mawardi menegaskan komitmennya untuk segera merombak pola penyusunan RKAT di Kabupaten Pesisir Barat agar tidak sekadar menjadi formalitas di atas kertas.

"Pesan pimpinan pusat sangat jelas dan menyentuh esensi amil. Kita tidak sekadar menyusun dokumen perencanaan, tetapi membangun sistem pengelolaan zakat yang terarah, terukur, adaptif, dan berdampak," tegas Faisol Muda'in.

Ky. Agus Mawardi selaku pimpinan bidang pengumpulan menambahkan bahwa prinsip adaptif akan segera diimplementasikan dalam strategi fundraising di Bumi Para Sai Batin dan Para Ulama. BAZNAS Pesisir Barat akan merancang skema pengumpulan yang ramah terhadap ekosistem lokal, termasuk penguatan infak nelayan di Pelabuhan Siging serta digitalisasi pembayaran ZIS.

Dengan menyelaraskan Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, hasil dari Rakornas 2026 ini siap dibawa pulang ke Krui untuk diwujudkan dalam program-program kemanusiaan yang lebih berdaya guna bagi anak yatim, kaum dhuafa, dan keluarga prasejahtera di Pesisir Barat.

21/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS PESISIR BARAT _Fsl
BAZNAS PESISIR BARAT Dukung 10 Resolusi Jihad Zakat Hasil RAKORNAS BAZNAS RI 2026

BERITA BAZNAS PESISIR BARAT

BAZNAS Pesisir Barat Dukung 10 Resolusi Jihad Zakat Hasil Rakornas BAZNAS RI 2026*

Pesisir Barat, Lampung* - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat mendukung penuh hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 yang menghasilkan 10 Resolusi Jihad Zakat untuk Kesejahteraan.

Dikutip dari siaran pers resmi BAZNAS RI Nomor: 404/HUM-BAZ/X/2026, Rakornas yang digelar pada 13-15 Agustus 2026 di Jakarta tersebut diikuti 1.300 perwakilan BAZNAS provinsi, kabupaten, dan kota se-Indonesia dan dirangkaikan dengan peluncuran buku Rencana Strategis BAZNAS 2026-2031.

Sepuluh resolusi tersebut dibacakan langsung oleh Pimpinan Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah BAZNAS RI, Hj. Saidah Sakwan, M.A., di hadapan Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, http://M.Sc., Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, http://M.Si., serta jajaran Pimpinan BAZNAS RI.

Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, http://M.Sc. menegaskan, resolusi tidak boleh berhenti pada kesepakatan di atas kertas. Seluruh hasil Rakornas harus diterjemahkan menjadi langkah nyata di daerah.

Selama tiga hari, kita telah berkumpul, berdiskusi, menyampaikan berbagai pandangan, serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan zakat nasional. Mari kita laksanakan Resolusi Jihad Zakat sebagai sebuah pendakian. Pendakian kita untuk memberantas kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, memobilisasi zakat, infak, dan sedekah sebanyak-banyaknya, serta mendistribusikannya secara tepat waktu dan tepat jumlah," ujar Sodik sebagaimana dilansir laman resmi BAZNAS RI.

Ia menambahkan, komitmen tersebut harus dilaksanakan sungguh-sungguh untuk mewujudkan _khairu ummah_, yakni umat Islam yang sejahtera dan mandiri secara ekonomi sehingga memberi rahmat bagi seluruh golongan.

Sementara itu, Hj. Saidah Sakwan, M.A. menegaskan resolusi tersebut meneguhkan Jihad Zakat sebagai ikhtiar bersama untuk pengelolaan zakat yang amanah, terukur, kolaboratif dan berdampak nyata.

Dengan semangat satu visi, satu arah, dan satu gerakan zakat nasional, kami menyatakan komitmen bersama untuk menjadikan zakat sebagai kekuatan pembangunan, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan masyarakat, dan solidaritas kemanusiaan Indonesia," ujar Saidah.

Adapun 10 Resolusi Jihad Zakat Rakornas BAZNAS 2026 adalah sebagai berikut:*

1. Mencapai target pengumpulan ZIS-DSKL nasional Rp70 triliun pada 2027 melalui penguatan regulasi, literasi melalui Manasik Zakat, digitalisasi, dan perluasan 8 sumber zakat sesuai UU No.23/2011.

2. Mengoptimalkan pendistribusian dan pendayagunaan yang menyasar 48 juta jiwa mustahik secara efektif, terukur, dan berdampak.

3. Bersama pemerintah mengentaskan kemiskinan 601 ribu mustahik atau 2,41 juta jiwa penerima manfaat di tahun 2027.

4. Memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Daerah dari tingkat provinsi hingga desa agar pengelolaan zakat terhubung dengan agenda pembangunan daerah.

5. Mengaktivasi seluruh UPZ Desa sebagai ujung tombak layanan zakat di tingkat komunitas.

6. Menjaga nama baik dan kepercayaan muzaki, Presiden, Pemerintah, dan masyarakat melalui tata kelola yang amanah, transparan, dan akuntabel.

7. Memperkuat kolaborasi dengan jaringan pengusaha dan kelompok profesi sebagai mitra strategis.

8. Mendukung penguatan kedudukan hukum kelembagaan BAZNAS serta sinergi dengan Bappenas/Bappeda melalui pemanfaatan DTSEN dan Indeks Zakat Nasional.

9. Memperkuat koordinasi dengan Kejaksaan dan Kepolisian RI untuk menjaga kepatuhan dan integritas pengelolaan zakat.

10. Merespon cepat penanganan bencana alam, kemanusiaan, dan sosial di skala lokal, nasional, dan global.

BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat menyatakan siap mengimplementasikan 10 resolusi tersebut untuk memperluas manfaat dana umat dan mempercepat pengentasan kemiskinan di Kabupaten Pesisir Barat.

Sumber: Siaran Pers Resmi BAZNAS RI - http://baznas.go.id*

_Nomor: 404/HUM-BAZ/X/2026 | Jakarta, 16 Oktober 2026_

16/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS PESISIR BARAT _Fsl
Kunci Utama Dana Umat Berdampak Pada Ekonomi Masif Adalah Integrasi DTSEN

DATA TEPAT ZAKAT BERDAMPAK: BAZNAS Pesisir Barat Siap Integrasikan DTSEN dan SIMZAT Kemenag RI

JAKARTA, BAZNAS PESISIR BARAT – Memasuki hari kedua pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 di Jakarta pada Rabu (14/10/2026), fokus penguatan tata kelola zakat nasional diarahkan pada digitalisasi dan akurasi data. Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Waryono, menegaskan bahwa kunci utama agar dana umat memberikan dampak ekonomi yang masif adalah melalui integrasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Dalam forum tersebut, Kemenag RI juga memperkenalkan SIMZAT, sebuah aplikasi ekosistem digital terpadu yang dirancang khusus untuk mendukung pencatatan data mustahik, proses penghimpunan, hingga pelaporan pendistribusian dana ZIS secara nasional.

Menghapus Duplikasi Bantuan lewat Pemadanan Data

Dalam paparannya, Prof. H. Waryono menjelaskan bahwa potret DTSEN sangat krusial bagi BAZNAS di seluruh daerah untuk mengidentifikasi calon penerima manfaat secara objektif berdasarkan tingkat kesejahteraannya.

“Pemetaan lewat DTSEN ini menjadi ikhtiar kita untuk memastikan penyaluran, pendistribusian, dan seterusnya tetap tepat sasaran berdasarkan kondisi sosial ekonomi dan tingkat kesejahteraan masyarakat. Harapannya, data ini membantu Bapak dan Ibu BAZNAS seluruh Indonesia untuk sampai pada penyaluran yang terarah dan dampaknya terukur,” ujar Waryono.

Integrasi data terpadu ini membawa tiga keuntungan manajerial utama:

• Mencegah Duplikasi: Sistem yang terhubung membuat BAZNAS dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) dapat mendeteksi jenis bantuan yang sudah diterima oleh mustahik dari pemerintah, sehingga penyaluran berikutnya tidak tumpang tindih.

• Pemutakhiran Berkala: Pemadanan data dijadwalkan berlangsung setiap enam bulan sekali, disusul dengan evaluasi berkala setahun sekali demi merekam perubahan status sosial ekonomi jemaah di lapangan.

• Klasterisasi Penerima: Masyarakat dengan kerentanan paling tinggi (Desil 1) difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pokok (bantuan konsumtif dasar). Sementara kelompok yang memiliki potensi berkembang akan didorong melalui program pemberdayaan ekonomi produktif.

Pembagian Peran yang Jelas

Guna mencapai visi "Data Tepat, Zakat Berdampak, Umat Sejahtera", Kemenag menetapkan pembagian kerja yang rigid. Kementerian Agama bertindak sebagai pengendali data makro, sedangkan BAZNAS bersama LAZ bergerak aktif sebagai pemroses data teknis di lapangan.

Aksi Nyata BAZNAS Pesisir Barat

Merespons cetak biru digitalisasi dari pusat, Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat, Bapak Faisol Muda'in, menyatakan komitmennya untuk segera menyelaraskan sistem operasional di daerah dengan aplikasi SIMZAT.

Sejalan dengan prinsip Aman Syar'i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, BAZNAS Pesisir Barat akan bergerak cepat merangkul Kantor Kemenag Pesisir Barat serta para Peratin (Kepala Desa) di tingkat pekon. Pemadanan data ini akan langsung diterapkan pada program-program strategis lokal, seperti program Ngaras Peduli, bantuan yatim piatu, serta penyaluran infak khusus bagi keluarga besar nelayan Labuhan Siging agar sepenuhnya transparan dan akuntabel.

15/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS PESISIR BARAT _Fsl
BAZNAS PESISIR BARAT Turut Hadir Dan Mensukseskan RAKORNAS BAZNAS RI DI KEMAYORAN JAKARTA

BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat turut menghadiri dan mensukseskan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS RI 2026 yang diselenggarakan di Kemayoran, Jakarta. Kehadiran ini diwakili langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat, Faisol Mudain, bersama Wakil Ketua I, Ky Agus Mawardi, sebagai bentuk komitmen daerah dalam menyelaraskan target pengumpulan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) nasional sebesar Rp70 triliun pada tahun 2027.

Informasi ini bersumber dari siaran pers resmi BAZNAS RI dalam pembukaan Rakornas yang berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 dengan mengusung tema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak”.

Komitmen BAZNAS Pesisir Barat di Rakornas 2026

• Sinergi Target Nasional: Ketua BAZNAS Pesisir Barat, Faisol Mudain, menyatakan kesiapan daerah untuk bergerak bersama mengejar target pengumpulan Rp70 triliun demi memperluas jangkauan manfaat zakat hingga ke tingkat kabupaten.

• Pengentasan Kemiskinan Daerah: Selaras dengan arahan Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., BAZNAS Pesisir Barat fokus pada optimalisasi dana zakat secara produktif untuk mengubah mustahik (penerima zakat) menjadi muzaki (pembayar zakat).

• Penguatan Konsolidasi: Melalui koordinasi yang dihadiri Wakil Ketua I Ky Agus Mawardi, BAZNAS Pesisir Barat aktif mengikuti komisi strategi guna membawa hasil resolusi zakat yang berdampak nyata bagi kesejahteraan umat di Pesisir Barat.

Dihadiri Tokoh-Tokoh Nasional

Pembukaan agenda besar di Kemayoran ini diikuti sekitar 1.300 peserta dan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain:

• Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani, S.Sos., M.Si.

• Menko Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, S.H., M.Sc.

• Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA.

• Menteri Koperasi RI, Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si.

• Duta Besar Palestina untuk Indonesia, H.E. Mr. Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattar.

Selain itu, rangkaian acara diisi dengan sesi Zakat Strategic Talks bersama jajaran Menteri Koordinator, Kadin, serta pimpinan lembaga tinggi negara.

Sebagai penutup program pada Kamis, 15 Oktober 2026, Rakornas akan membacakan "Resolusi Jihad Zakat untuk Kesejahteraan Bangsa" serta menggelar Grand BAZNAS Awards 2026 sebagai puncak konsolidasi zakat nasional.

13/10/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS PESISIR BARAT _Fsl

Berita Terbaru

BAZNAS Pesisir Barat dan Yayasan Krui Maju Sejahtera Jalin Kerja Sama Strategis
BAZNAS Pesisir Barat dan Yayasan Krui Maju Sejahtera Jalin Kerja Sama Strategis
PESISIR BARAT – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Yayasan Krui Maju Sejahtera. Kesepakatan ini ditandai dengan prosesi penandatanganan berkas kerja sama yang berlangsung di Kantor BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat pada Selasa, 7 April 2026. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS Pesisir Barat, Ustadz Faisol Mudain, bersama Ketua Yayasan Krui Maju Sejahtera, Bapak Riza Efedi, A.Md.Kep. Sinergi demi Kesejahteraan Umat Kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat program pemberdayaan masyarakat dan penyaluran bantuan sosial di wilayah Pesisir Barat agar lebih tepat sasaran. Dalam sambutannya, Ustadz Faisol Mudain menyampaikan bahwa sinergi ini merupakan langkah nyata dalam mengoptimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk kemaslahatan warga. "Kami berharap kolaborasi dengan Yayasan Krui Maju Sejahtera dapat mempercepat distribusi bantuan, khususnya di bidang kesehatan dan sosial, mengingat latar belakang dan dedikasi yayasan yang sudah teruji," ujar Ustadz Faisol. Fokus pada Aksi Nyata Senada dengan hal tersebut, Riza Efedi, A.Md.Kep., menyatakan kesiapannya untuk mengawal implementasi kerja sama ini di lapangan. Peningkatan Akses Kesehatan: Mengingat latar belakang medis Riza Efedi, program kesehatan bagi masyarakat kurang mampu menjadi salah satu poin krusial. Pemberdayaan Ekonomi: Pendampingan bagi mustahik agar mampu mandiri secara finansial. Respons Cepat Bencana: Koordinasi dalam penanganan situasi darurat di wilayah Krui dan sekitarnya. Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut ditutup dengan foto
BERITA07/04/2026 | Ari beni
Optimalkan Program Zakat, BAZNAS Pesisir Barat Serahkan Berkas Administrasi ke Bagian Kesra
Optimalkan Program Zakat, BAZNAS Pesisir Barat Serahkan Berkas Administrasi ke Bagian Kesra
KRUI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat terus berkomitmen meningkatkan efektivitas penyaluran program bantuan bagi masyarakat. Sebagai langkah nyata dalam tertib administrasi, staf BAZNAS Pesisir Barat, Syerli Marlia, mendatangi kantor Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Barat pada Senin, 6 April 2026. Kedatangan perwakilan BAZNAS ini bertujuan untuk menyerahkan kelengkapan syarat administrasi guna mendukung maksimalnya berbagai program kerja yang telah direncanakan untuk tahun berjalan. Poin Penting Koordinasi Pihak BAZNAS menegaskan bahwa sinkronisasi data dan kelengkapan dokumen sangat krusial agar: Penyaluran Tepat Sasaran: Memastikan data mustahik (penerima zakat) valid dan sesuai dengan standar regulasi pemerintah daerah. Transparansi Publik: Memenuhi standar pelaporan keuangan dan administrasi yang akuntabel. Percepatan Realisasi: Mempercepat proses birokrasi agar bantuan dapat segera dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan. Sinergi untuk Kesejahteraan Umat Pihak Dinas/Bagian Kesra menyambut baik proaktifnya staf BAZNAS dalam melengkapi dokumen yang diperlukan. Sinergi antara lembaga pengelola zakat dan pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat jaring pengaman sosial, terutama dalam pengentasan kemiskinan di wilayah Pesisir Barat.
BERITA07/04/2026 | Ari beni
BAZNAS Pesisir Barat dan Yayasan Krui Maju Sejahtera Resmi Teken MoU
BAZNAS Pesisir Barat dan Yayasan Krui Maju Sejahtera Resmi Teken MoU
PESISIR BARAT – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat resmi menjalin kerja sama strategis dengan Yayasan Krui Maju Sejahtera. Kerja sama ini dikukuhkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Kantor BAZNAS Pesisir Barat pada Selasa, 7 April 2026. ?Acara yang dimulai pukul 10.00 WIB ini dihadiri oleh pimpinan kedua belah pihak. Penandatanganan nota kesepahaman ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi dalam program-program sosial, kemanusiaan, serta pemberdayaan masyarakat di wilayah Pesisir Barat. ?Perwakilan dari BAZNAS Pesisir Barat menyampaikan bahwa sinergi dengan yayasan lokal seperti Krui Maju Sejahtera sangat penting agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan menjangkau pelosok yang sulit diakses. ?"Kerja sama ini adalah langkah nyata untuk memastikan tidak ada warga kita yang berjuang sendirian. Dengan data yang akurat dan koordinasi yang baik, kita berharap tingkat kesejahteraan masyarakat Pesisir Barat terus meningkat. ?Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari rangkaian program berkelanjutan yang akan dijalankan oleh kedua lembaga tersebut sepanjang tahun 2026.
BERITA07/04/2026 | Ari beni
Ustad Faisol Mudain Pimpin Kunjungan Baznas ke Dinas Poraparekraf Pesisir Barat
Ustad Faisol Mudain Pimpin Kunjungan Baznas ke Dinas Poraparekraf Pesisir Barat
KRUI – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Pesisir Barat melakukan kunjungan koordinasi ke Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Kabupaten Pesisir Barat pada Senin, 6 April 2026. Pertemuan yang berlangsung di Kompleks Perkantoran Pemda Pesisir Barat ini bertujuan untuk mensinergikan program kerja antar lembaga. Rombongan Baznas dipimpin langsung oleh Ketua Baznas Pesisir Barat, Ustadz Faisol Mudai, didampingi oleh jajaran komisioner dan staf pelaksana. Kehadiran mereka disambut hangat oleh jajaran pimpinan Disporaparekraf. Poin Utama Pertemuan Dalam pertemuan tersebut, beberapa agenda krusial menjadi bahasan utama, di antaranya: Optimalisasi Zakat Profesi: Sosialisasi dan penguatan kesadaran zakat di lingkungan dinas guna mendukung program-program kemanusiaan di Pesisir Barat. Dukungan Sektor Pariwisata: Diskusi mengenai peran Baznas dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di sekitar destinasi wisata unggulan. Pernyataan Ketua Baznas Ustadz Faisol Mudai menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah proaktif Baznas untuk memastikan penyaluran zakat, infak, dan sedekah tepat sasaran, terutama yang bersinggungan dengan pembinaan pemuda dan pelaku ekonomi kreatif. "Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Baznas dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Melalui sinergi dengan Disporaparekraf, kita bisa mengolaborasikan program pemberdayaan pemuda dan UMKM kreatif agar mereka bisa lebih mandiri secara ekonomi," ujar Ustadz Faisol Mudai. Harapan ke Depan Pihak Disporaparekraf menyambut baik inisiatif ini dan berharap adanya nota kesepahaman (MoU) atau kerja sama konkret di masa mendatang. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat penanggulangan kemiskinan serta meningkatkan indeks pembangunan manusia di Negeri Para Sai Batin dan Para Ulama tersebut.
BERITA06/04/2026 | Ari beni
Perkuat Sinergi, BAZNAS Pesisir Barat Audiensi dengan Disporaparekraf
Perkuat Sinergi, BAZNAS Pesisir Barat Audiensi dengan Disporaparekraf
KRUI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat terus berupaya memperluas jalinan kerja sama lintas sektor demi mengoptimalkan program pemberdayaan masyarakat. Terbaru, Ketua BAZNAS Pesisir Barat, Ustaz Faisol Mudain, memimpin rombongan jajaran komisioner dan staf melakukan kunjungan audiensi ke Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) setempat. Pertemuan tersebut berlangsung khidmat di Kompleks Perkantoran Pemerintah Daerah Pesisir Barat pada Senin, 6 April 2026. Kedatangan rombongan BAZNAS disambut langsung oleh jajaran pimpinan Disporaparekraf dengan agenda utama menyelaraskan program kerja (sinergi) untuk kemaslahatan umat. Poin Utama Pembahasan Dalam diskusi tersebut, terdapat beberapa poin strategis yang dibahas untuk disinkronkan antara kedua belah pihak: Pemberdayaan Ekonomi Kreatif: Menjajaki potensi bantuan modal atau pelatihan bagi pelaku UMKM ekonomi kreatif yang masuk dalam kategori mustahik (penerima zakat). Dukungan Sektor Pariwisata: Kolaborasi dalam pembinaan mental dan kesejahteraan bagi para pekerja di sektor pariwisata. Optimalisasi Zakat Profesi: Koordinasi mengenai tata kelola zakat, infak, dan sedekah di lingkungan dinas terkait. "Kami berharap melalui audiensi ini, BAZNAS dan Disporaparekraf dapat berjalan beriringan. Potensi pariwisata dan pemuda di Pesisir Barat sangat besar, dan BAZNAS hadir untuk memastikan aspek kesejahteraan serta keberkahannya ikut terjaga," ujar Ustaz Faisol Mudain di sela-sela pertemuan. Harapan ke Depan Pihak Disporaparekraf menyambut baik inisiatif ini dan menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi, terutama dalam validasi data pemuda atau pelaku usaha kreatif yang membutuhkan bantuan. Sinergi ini diharapkan tidak hanya sekadar pertemuan formal, tetapi melahirkan aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat Pesisir Barat.
BERITA06/04/2026 | Ari beni
Dinas Pariwisata Pesisir Barat Raih Rekor Dunia
Dinas Pariwisata Pesisir Barat Raih Rekor Dunia
Dinas Pariwisata Pesisir Barat Raih Penghargaan Rekor Dunia, BAZNAS Ikut Mengedukasi Masyarakat Pesisir Barat — Dinas Pariwisata Kabupaten Pesisir Barat berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian luar biasa dalam kegiatan budaya daerah. Penghargaan tersebut diberikan atas rekor _Lomba Ngunduh Damar oleh Peserta Terbanyak. Berdasarkan piagam penghargaan yang diterbitkan oleh Museum Rekor Dunia Indonesia dengan nomor 7884/R.MURI/IV/2017, penghargaan ini secara resmi dianugerahkan kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Pesisir Barat pada 13 April 2017 di Semarang. Penyerahan tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum MURI, Jaya Suprana. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan tradisi lokal sekaligus mengangkat potensi wisata berbasis budaya. Lomba Ngunduh Damar sendiri merupakan tradisi khas yang memiliki nilai historis dan ekonomi bagi masyarakat setempat. Sejalan dengan upaya tersebut, BAZNAS Pesisir Barat turut berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Melalui berbagai program, BAZNAS tidak hanya fokus pada pengelolaan zakat, tetapi juga mendukung peningkatan kesadaran sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sinergi antara Dinas Pariwisata dan BAZNAS diharapkan dapat terus mendorong kemajuan daerah, baik dari sektor pariwisata maupun kesejahteraan masyarakat. Edukasi yang dilakukan menjadi langkah penting untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga budaya serta meningkatkan kualitas hidup secara berkelanjutan.
BERITA06/04/2026 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
Sambutan Pembina MUSLIMAT NU PESISIR BARAT
Sambutan Pembina MUSLIMAT NU PESISIR BARAT
Ibu Bupati Dian Hardiyanti Dedi Tekankan Peran Strategis Perempuan dalam Membina Umat Pesisir Barat – Pembina Muslimat NU Pesisir Barat sekaligus Ketua Umum BKMT Pesisir Barat, Dian Hardiyanti Dedi, menegaskan pentingnya peran perempuan dalam membangun umat dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan keagamaan yang berlangsung di Lapangan Ngaras, pada Sabtu (4/4/2026), yang dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, tokoh agama, serta jajaran Muslimat NU dan Majelis Taklim. Dalam sambutannya, Dian Hardiyanti Dedi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Melalui tema Hari Ini, Kebersamaan dalam Membina Umat, saya meyakini bahwa peran kita semua, terutama kaum perempuan, sangat strategis dalam membentuk generasi, memperkuat keluarga, dan menjaga nilai-nilai keagamaan, ujarnya. Ia menekankan bahwa perempuan, khususnya ibu, memiliki peran sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya. Oleh karena itu, keberadaan organisasi seperti Muslimat NU dan BKMT dinilai sangat penting sebagai wadah pembinaan umat. Menurutnya, berbagai kegiatan keagamaan seperti majelis taklim, pengajian, dan pembinaan rutin yang dilakukan selama ini tidak hanya memberikan ketenangan spiritual, tetapi juga berdampak nyata dalam membangun karakter masyarakat yang religius dan harmonis. Dian juga memberikan apresiasi kepada jajaran Muslimat NU, khususnya di Kecamatan Ngaras, yang dinilai konsisten menjadi garda terdepan dalam pembinaan umat. Saya mengapresiasi dedikasi Muslimat NU yang terus aktif menghadirkan kegiatan keagamaan yang bermanfaat dan menyejukkan. Ini adalah kontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat, tambahnya. Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat persatuan, dan saling mendukung dalam upaya membina umat, dimulai dari lingkungan keluarga. Dari keluarga yang kuat akan lahir masyarakat yang baik, dan dari masyarakat yang baik akan terbangun daerah yang penuh keberkahan, katanya. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Pesisir Barat, para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan jamaah Muslimat NU dan Majelis Taklim. Acara berlangsung dengan penuh khidmat dan diharapkan mampu mempererat hubungan silaturahmi serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat.
BERITA05/04/2026 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
Lima Manfaat Sedekah Dan Enam Solusi Giat Mengamalkannya
Lima Manfaat Sedekah Dan Enam Solusi Giat Mengamalkannya
Sedekah: Jalan Sunyi yang Menumbuhkan Semesta Berkah BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat Di tengah dunia yang gemerlap oleh angka dan kepemilikan, manusia sering lupa bahwa hakikat harta bukanlah untuk ditimbun, melainkan untuk dialirkan. Sedekah hadir sebagai suara langit yang lirih namun tegas—mengajak manusia kembali pada fitrah: bahwa memberi adalah bentuk tertinggi dari menerima. Dalam firman Allah SWT pada QS. Saba’ ayat 39 ditegaskan, Apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya, dan Dialah pemberi rezeki yang terbaik. Ayat ini bukan sekadar kalimat penghibur, tetapi sebuah hukum Ilahi yang bekerja dalam diam, melampaui logika manusia yang sempit. BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat memandang sedekah bukan hanya sebagai ibadah ritual, tetapi sebagai poros peradaban. Ia adalah energi spiritual yang menggerakkan roda keadilan sosial, menyambungkan yang kuat dengan yang lemah, dan menghadirkan harapan di tengah keterbatasan. Sedekah adalah bahasa kasih yang tidak membutuhkan suara, namun mampu menggema hingga ke langit. Sedekah: Ketika Kehilangan Menjadi Keuntungan Dalam perspektif duniawi, memberi sering dianggap sebagai kehilangan. Namun dalam perspektif Ilahi, justru di situlah letak keuntungan yang sejati. Sedekah mengajarkan paradoks suci: bahwa yang dilepaskan dengan ikhlas akan kembali dengan berlipat, dalam bentuk yang mungkin tak terduga—ketenangan jiwa, kesehatan, kemudahan urusan, hingga keselamatan dari marabahaya. Rasulullah SAW mengingatkan agar manusia tidak terjebak dalam sikap kikir dan terlalu berhitung terhadap harta. Sebab ketika manusia menahan apa yang seharusnya mengalir, maka keberkahan pun tertahan. Sedekah adalah aliran; dan setiap aliran yang tersumbat akan menimbulkan kerusakan—baik dalam jiwa maupun dalam kehidupan sosial. Manfaat Sedekah: Melampaui Dimensi Materi Sedekah bukan sekadar aktivitas memberi, tetapi transformasi batin yang mendalam. Ia membawa manfaat yang berlapis-lapis: 1. Melapangkan Rezeki Secara Hakiki Rezeki tidak selalu berbentuk uang. Ia bisa hadir sebagai kesehatan yang terjaga, keluarga yang harmonis, hati yang tenteram, atau jalan hidup yang dimudahkan. Sedekah membuka pintu-pintu ini. 2. Menyucikan Jiwa dari Karat Dunia Keserakahan adalah penyakit halus yang sering tak disadari. Sedekah menjadi obatnya—membersihkan hati, menumbuhkan empati, dan melembutkan nurani. 3. Menjadi Perisai dari Bala dan Musibah Dalam banyak riwayat, sedekah disebut sebagai penolak bala. Ia bekerja dalam wilayah yang tak kasat mata, menjaga manusia dari takdir buruk yang mungkin saja terjadi. 4. Menghidupkan Solidaritas dan Keadilan Sosial Sedekah bukan hanya hubungan vertikal dengan Allah, tetapi juga horizontal dengan sesama. Ia menjembatani kesenjangan, merajut ukhuwah, dan menghidupkan rasa saling peduli. 5. Menjadi Investasi Abadi di Akhirat Apa yang disedekahkan tidak hilang, tetapi disimpan dalam (rekening langit) yang nilainya kekal dan tak tergerus waktu. Akar Kemalasan Bersedekah: Penyakit yang Tak Terlihat Meski keutamaannya begitu besar, manusia kerap diliputi rasa enggan untuk bersedekah. Ini bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi persoalan hati. Di antaranya: Ketakutan akan kemiskinan: Bisikan halus yang menanamkan ilusi bahwa memberi akan mengurangi. Cinta dunia yang berlebihan: Harta dijadikan tujuan, bukan sarana. Lemahnya keyakinan terhadap janji Allah: Ayat-ayat hanya dibaca, namun belum diresapi. Kebiasaan menunda: Amal ditangguhkan hingga waktu yang tidak pernah datang. Godaan syaitan yang sistematis: Membisikkan keraguan, menunda niat, dan membenarkan keengganan. Kemalasan bersedekah sejatinya adalah cermin dari hubungan manusia dengan Tuhannya. Ketika iman melemah, maka tangan pun menjadi berat untuk memberi. Strategi Ruhani Melawan Kemalasan: Menjemput Keikhlasan Melawan rasa malas dalam bersedekah bukan sekadar usaha fisik, tetapi jihad batin yang membutuhkan kesadaran dan latihan: 1. Menanamkan Keyakinan yang Kokoh Renungkan ayat-ayat Allah tentang sedekah. Jadikan janji-Nya sebagai pegangan hidup, bukan sekadar bacaan. 2. Memulai dari yang kecil namun konsisten Sedekah tidak menuntut jumlah, tetapi keikhlasan. Yang kecil namun rutin lebih dicintai daripada yang besar namun jarang. 3. Mengingat Kefanaan Dunia Harta yang dikumpulkan akan ditinggalkan. Hanya amal yang akan menemani. 4. Membentuk kebiasaan harian Jadikan sedekah sebagai gaya hidup. Sisihkan sebagian rezeki setiap hari, sekecil apa pun. 5. Memohon kepada Allah agar dilapangkan hati Doa adalah kunci. Mintalah agar hati dimudahkan untuk memberi. 6. Berada dalam lingkungan yang gemar berbagi Kebaikan itu menular. Lingkungan yang dermawan akan membentuk karakter yang sama. Sinergi Pemerintah dan BAZNAS: Menyemai Kebaikan Kolektif Dalam upaya memperkuat gerakan zakat, infak, dan sedekah, Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat, Faisol Mudain, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, beserta seluruh jajaran pemerintah daerah. Beliau mengungkapkan rasa terima kasih atas diterbitkannya Surat Edaran Bupati Pesisir Barat terbaru tahun 2026, yang menjadi tonggak penting dalam optimalisasi pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), khususnya di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan ini bukan hanya langkah administratif, tetapi manifestasi dari kepedulian sosial yang terstruktur dan berkelanjutan. Ia adalah bukti bahwa pemerintah hadir bukan hanya sebagai pengelola birokrasi, tetapi juga sebagai penggerak nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan. Surat edaran ini adalah cahaya kebijakan yang akan menerangi jalan kemaslahatan. Ketika ASN bersatu dalam semangat berbagi, maka akan lahir kekuatan kolektif yang mampu mengangkat derajat masyarakat Pesisir Barat. Ini bukan sekadar program, tetapi gerakan peradaban, ungkap Faisol Mudain dengan penuh harap. Optimalisasi ZIS ASN diharapkan menjadi sumber daya yang berkelanjutan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan—mulai dari fakir miskin, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi umat di wilayah Pesisir Barat, Lampung. Penutup: Sedekah sebagai Jalan Pulang yang Paling Tenang Pada akhirnya, sedekah bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang kembali—kembali pada fitrah, kembali pada Tuhan, kembali pada makna hidup yang sejati. Ia adalah jalan sunyi yang mungkin tak ramai dipuji, namun penuh dengan keberkahan yang tak terukur. BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan sedekah sebagai denyut nadi kehidupan. Jangan menunggu lapang untuk memberi, karena justru dengan memberi, Allah akan melapangkan. Sebab hidup yang sejati bukan tentang seberapa banyak yang kita miliki, tetapi seberapa dalam kita mampu berbagi. Dan di sanalah, keberkahan menemukan jalannya.
BERITA05/04/2026 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
Ketua BAZNAS Pesisir Barat Membuka Giat Mulia Tabligh Akbar Muslimat NU ngaras
Ketua BAZNAS Pesisir Barat Membuka Giat Mulia Tabligh Akbar Muslimat NU ngaras
TABLIGH AKBAR MUSLIMAT NU KECAMATAN NGARAS: MENEGUHKAN KEIMANAN, MEMPERKUAT PERAN PEREMPUAN, DAN MEMBANGUN SINERGI UMAT DI PESISIR BARAT Pesisir Barat, 4 April 2026 — Muslimat NU Kecamatan Ngaras kembali meneguhkan eksistensinya sebagai pilar penting dalam kehidupan keagamaan dan sosial melalui penyelenggaraan Tabligh Akbar yang berlangsung khidmat, tertib, dan penuh makna spiritual. Kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi ruang konsolidasi umat, penguatan nilai-nilai keislaman, serta refleksi bersama dalam membangun masyarakat yang religius dan harmonis. Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Pesisir Barat, Dedi Irawan, bersama Ibu Bupati Dian Hardiyanti Dedi dan jajaran pemerintah daerah. Turut hadir Camat Ngaras, para peratin se-Kecamatan Ngaras, Sai Batin Marga Ngaras, unsur Forkopimda, jajaran Nahdlatul Ulama beserta Banom lintas kecamatan (Ngaras, Ngambur, Bengkunat), serta tokoh masyarakat. Ribuan jamaah Muslimat NU memadati lokasi kegiatan dengan penuh antusias, mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan umat. SUSUNAN ACARA: RANGKAIAN SPIRITUAL DAN NASIONALISME YANG TERPADU Kegiatan disusun secara sistematis, memadukan nilai spiritual, kebangsaan, dan sosial: Pembacaan Iftitah Dibawakan oleh Rois Syuriah MWC NU Ngaras : Ust Faisol Mudain yang juga menjabat sebagai Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat. Iftitah menjadi pintu pembuka yang menata niat kolektif jamaah, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah ibadah yang bertujuan meraih ridha Allah SWT. Gema Kalam Ilahi Dilantunkan oleh ibu-ibu Muslimat NU dengan penuh penghayatan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an menghadirkan suasana batin yang tenang, memperkuat dimensi spiritual sejak awal acara. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Organisasi Indonesia Raya Mars Muslimat NU Mars Nahdlatul Ulama Rangkaian ini menegaskan bahwa keislaman dan kebangsaan berjalan beriringan. Muslimat NU menunjukkan komitmennya sebagai bagian dari kekuatan bangsa yang religius dan nasionalis. RANGKAIAN SAMBUTAN: SINERGI PEREMPUAN, ULAMA, DAN PEMERINTAH 1. Ketua PAC Muslimat NU Ngaras Sambutan pembuka disampaikan oleh Ustadz Lekat Kartini. Beliau menekankan bahwa Tabligh Akbar ini adalah manifestasi nyata dari gerakan dakwah Muslimat NU di tingkat akar rumput. Makna yang disampaikan sangat mendalam: Muslimat NU bukan hanya organisasi, tetapi gerakan sosial-keagamaan yang hidup di tengah masyarakat. Perempuan memiliki peran strategis sebagai pendidik utama dalam keluarga. Penguatan akhlak generasi dimulai dari rumah, dari tangan seorang ibu. Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan kegiatan ini sebagai titik penguatan ukhuwah dan konsistensi dalam menjalankan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah. 2. Pembina Muslimat NU Kabupaten Pesisir Barat sekaligus Sebagai Ketua BKMT Pesisir Barat Oleh Ibu Dian Hardiyanti Dedi. Dalam perspektif yang lebih luas, beliau menyoroti: Perempuan sebagai fondasi utama pembangunan masyarakat. Keluarga sebagai pusat peradaban yang menentukan arah masa depan bangsa. Beliau menegaskan bahwa: Jika keluarga kuat, maka masyarakat akan kuat; jika ibu beriman dan berilmu, maka generasi akan berkualitas. Ia juga mengangkat pentingnya kepedulian sosial, solidaritas antar sesama, serta peran Muslimat NU dalam menjaga harmoni di tengah masyarakat yang majemuk. 3. Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pesisir Barat Sambutan berikutnya oleh Udo H.Ahmad Khotob., S.Ag.,M.M yang juga Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Barat. Beliau membawa perspektif keulamaan dan kelembagaan: Menekankan keseimbangan antara dunia dan akhirat. Menguatkan pentingnya moderasi beragama. Menegaskan peran NU dalam menjaga Islam yang ramah, toleran, dan inklusif. Pesan beliau menegaskan bahwa Muslimat NU adalah ujung tombak dalam menjaga nilai-nilai keislaman yang damai di tengah perubahan zaman. 4. Sambutan Puncak Adalah Sambutan Bupati Pesisir Barat Puncak sambutan oleh Bpk Dedi Irawan menjadi refleksi mendalam arah pembangunan daerah. Makna strategis yang disampaikan: Pembangunan tidak boleh hanya fisik, tetapi harus berbasis spiritual dan moral. Keimanan adalah fondasi utama stabilitas sosial. Kebersamaan adalah kekuatan terbesar masyarakat. Beliau menegaskan bahwa: Masyarakat yang terhubung oleh iman akan melahirkan harmoni. Gotong royong adalah kunci kemajuan daerah. Halal bihalal bukan sekadar tradisi, tetapi sarana rekonsiliasi sosial. Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada Muslimat NU sebagai: Penjaga moral keluarga Penguat pendidikan keagamaan Pilar pembangunan karakter masyarakat TAUSIYAH: PENGUATAN SPIRITUAL DAN AKHLAK UMAT Ceramah agama disampaikan oleh Ketua JATMAN PESISIR BARAT : KH Nurhadi, pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Krui. Uraian beliau sangat tajam dan menyentuh aspek mendasar kehidupan umat: Keimanan harus diwujudkan dalam perilaku, bukan sekadar ucapan. Tantangan zaman menuntut keteguhan akidah dan akhlak. Peran ibu sangat menentukan masa depan generasi. Sebagai pengasuh pesantren, beliau menanamkan pentingnya: Keseimbangan ilmu agama dan kehidupan sosial Pembinaan generasi muda agar berkarakter kuat Menjadikan majelis ilmu sebagai sarana perubahan diri Pesannya menegaskan bahwa krisis moral hanya bisa diatasi dengan kembali pada nilai-nilai agama yang kokoh. DOA PENUTUP: PUNCAK KEKHUSYUKAN DAN HARAPAN UMAT Acara ditutup dengan doa oleh Rois Syuriah PCNU kabupaten pesisir barat : Ky Agus Fathulloh.,S.H pengasuh Pondok Pesantren Miftahurrohmah Krui. Doa yang dipanjatkan mengandung dimensi yang luas: Permohonan keberkahan bagi masyarakat Harapan kepemimpinan yang amanah dan bijaksana Perlindungan dari perpecahan dan konflik sosial Sebagai ulama kharismatik, beliau menegaskan pentingnya: Persatuan umat sebagai kekuatan utama Keistiqamahan dalam iman Kehidupan yang dilandasi nilai Ahlussunnah wal Jamaah Suasana doa berlangsung sangat khusyuk, seluruh jamaah larut dalam harapan kolektif menuju kehidupan yang lebih baik. PENEGASAN AKHIR: SINERGI UMMAT SEBAGAI KEKUATAN PERADABAN Tabligh Akbar ini menjadi gambaran utuh tentang: Sinergi ulama, umara, dan umat Peran strategis perempuan dalam Islam Pentingnya keseimbangan antara agama, sosial, dan pembangunan Kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi: sebuah gerakan moral, spiritual, dan sosial yang menegaskan bahwa kekuatan umat terletak pada iman, kebersamaan, dan nilai-nilai kebaikan. Dari Ngaras, semangat itu tumbuh— menuju Pesisir Barat yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan.
BERITA05/04/2026 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
Ujian Kehidupan Dan Menyayangi Diri
Ujian Kehidupan Dan Menyayangi Diri
BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat: Menyemai Cinta Diri di Tengah Ujian Kehidupan Pesisir Barat — Dalam realitas kehidupan yang kian kompleks, tidak semua luka terlihat, dan tidak semua beban terdengar. Banyak jiwa berjalan dalam sunyi, memikul resah yang tak terucap, menghadapi tekanan hidup yang terkadang menggerus harapan. Dari kegelisahan inilah, sebuah kesadaran tumbuh: bahwa manusia perlu kembali kepada dirinya sendiri, merawat jiwa, dan menguatkan hati sebagai bentuk syukur atas kehidupan yang telah Allah titipkan. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat memandang fenomena ini bukan sekadar persoalan individu, tetapi sebagai panggilan kemanusiaan dan keimanan. Dalam banyak kasus, seseorang yang dilanda stres dan depresi kerap merasa terasing, seolah dunia tak lagi memberi ruang untuk dipahami. Padahal, dalam ajaran Islam, setiap kesulitan adalah bagian dari ujian yang mengandung hikmah, dan setiap jiwa memiliki nilai yang begitu mulia di sisi-Nya. Manusia sering lupa bahwa dirinya adalah amanah. Ketika dunia terasa tak peduli, di situlah pentingnya menumbuhkan kasih sayang terhadap diri sendiri, ungkap salah satu perwakilan BAZNAS Pesisir Barat. Pernyataan ini selaras dengan pesan kehidupan: bahwa kekuatan sejati bukanlah untuk membuktikan diri kepada orang lain, melainkan untuk menjaga diri agar tetap tegak dalam iman dan harapan. Secara filosofis, kehidupan adalah perjalanan sunyi menuju makna. Tidak semua orang akan memahami luka yang kita rasakan, sebagaimana tidak semua mata mampu melihat air mata yang jatuh dalam diam. Oleh karena itu, mencintai diri sendiri bukanlah bentuk egoisme, melainkan wujud kesadaran spiritual—bahwa diri ini adalah ciptaan Allah yang harus dijaga, dirawat, dan dimuliakan. Dalam perspektif agamis, Islam mengajarkan keseimbangan antara hubungan dengan Allah (hablumminallah) dan hubungan dengan sesama manusia (hablumminannas), termasuk hubungan dengan diri sendiri. Rasulullah SAW pun mencontohkan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental, serta tidak membebani diri melebihi kemampuan. BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat terus berupaya menghadirkan program-program yang tidak hanya menyentuh aspek ekonomi, tetapi juga spiritual dan psikologis masyarakat. Melalui pendekatan yang humanis dan religius, BAZNAS ingin menguatkan pesan bahwa setiap individu berhak merasa berharga, dicintai, dan tidak sendiri dalam menghadapi ujian hidup. Tulisan sederhana yang beredar di tengah masyarakat—tentang pentingnya mencintai diri sendiri karena orang lain belum tentu memahami—menjadi refleksi yang dalam. Ia bukan sekadar rangkaian kata, tetapi cermin dari realitas yang dihadapi banyak orang. Bahwa pada akhirnya, kekuatan itu harus tumbuh dari dalam diri, berakar pada iman, dan bertumbuh dalam kesabaran. Seperti ombak yang tak pernah lelah menyapa pantai Pesisir Barat, demikian pula manusia harus terus bangkit, meski berkali-kali jatuh. Sebab di balik setiap ujian, Allah telah menyiapkan pelajaran, dan di balik setiap kesedihan, tersimpan rahmat yang menanti untuk disadari. BAZNAS mengajak seluruh masyarakat untuk saling menguatkan, menebar empati, dan tidak abai terhadap sesama. Namun lebih dari itu, mari belajar untuk memeluk diri sendiri dengan penuh kasih, karena dari sanalah lahir keteguhan yang sejati—keteguhan untuk tetap hidup, berjuang, dan berserah kepada Yang Maha Kuasa.
BERITA03/04/2026 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT - Faisol Pesibar
BAZNAS PESISIR BARAT Ungkapan Duka Yang Mendalam
BAZNAS PESISIR BARAT Ungkapan Duka Yang Mendalam
BAZNAS KABUPATEN PESISIR BARAT UNGKAPAN DUKA CITA MENDALAM Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Dengan penuh rasa duka yang mendalam, segenap pimpinan dan jajaran Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat turut berbelasungkawa atas gugurnya putra-putra terbaik bangsa dalam tugas mulia sebagai penjaga perdamaian dunia. Gugurnya para prajurit dalam pengabdian bukanlah sekadar kehilangan bagi keluarga, tetapi juga kehilangan besar bagi bangsa dan kemanusiaan. Mereka adalah sosok-sosok yang memilih jalan pengorbanan, menempatkan kepentingan umat manusia di atas kepentingan pribadi, serta mengabdikan diri demi tegaknya kedamaian di muka bumi. Kami meyakini, dengan segala keikhlasan dan pengorbanan yang telah mereka persembahkan, semoga Allah SWT menerima seluruh amal bakti mereka, mengampuni segala khilaf, dan menempatkan mereka dalam derajat yang mulia. Semoga para prajurit yang gugur tersebut terhitung sebagai syuhada biiznillah, dan dianugerahi tempat terbaik di sisi-Nya sebagai ahli surga. Kepada keluarga yang ditinggalkan, kami menyampaikan doa dan harapan yang tulus agar senantiasa diberikan ketabahan, kekuatan iman, serta keikhlasan hati dalam menghadapi ujian ini. Semoga setiap tetes air mata menjadi saksi cinta dan setiap kesabaran menjadi ladang pahala yang berlipat ganda. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua akan arti pengabdian, keikhlasan, dan nilai luhur kemanusiaan. Semoga semangat juang dan pengorbanan para pahlawan ini terus hidup dalam sanubari kita, menjadi inspirasi untuk memperkuat persatuan, kepedulian, dan kontribusi nyata bagi negeri. Akhirnya, kami berdoa: Ya Allah, terimalah mereka dalam kemuliaan-Mu, lapangkan kubur mereka, terangilah dengan cahaya rahmat-Mu, dan himpunkan mereka bersama orang-orang saleh di surga-Mu. Aamiin ya Rabbal ‘alamin. BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat
BERITA03/04/2026 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
Muslimat NU Ngaras Audiensi dengan Bupati Pesisir Barat Terkait Rencana Tabligh Akbar
Muslimat NU Ngaras Audiensi dengan Bupati Pesisir Barat Terkait Rencana Tabligh Akbar
KRUI – Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat, Ustadz Faisol Mudain, bersama Wakil Ketua I, Ustadz Agus Mawardi, mendampingi rombongan ibu-ibu Muslimat NU Kecamatan Ngaras dalam agenda audiensi bersama Bupati Pesisir Barat di ruang kerja Bupati, Kamis (2/4). ?Pertemuan tersebut bertujuan untuk mematangkan persiapan acara Tabligh Akbar yang dijadwalkan akan berlangsung pada Sabtu, 4 April 2026 mendatang di Kecamatan Ngaras. ?Koordinasi Pelaksanaan Tabligh Akbar ?Dalam kesempatan tersebut, perwakilan Muslimat NU menyampaikan rencana teknis kegiatan yang diharapkan dapat menjadi sarana syiar Islam sekaligus mempererat silaturahmi antarumat di Pesisir Barat. Pihak BAZNAS hadir sebagai mitra strategis yang mendukung penuh kegiatan keagamaan yang digerakkan oleh elemen masyarakat. ?Apresiasi Atas Dukungan Pengelolaan ZIS ?Selain membahas agenda Tabligh Akbar, Ustadz Faisol Mudain juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat. Hal ini terkait dengan diterbitkannya Surat Edaran (SE) Bupati terbaru mengenai optimalisasi pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). ?"Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati atas dukungan regulasi melalui Surat Edaran terbaru ini. Hal ini menjadi angin segar bagi pengelolaan ZIS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat agar lebih maksimal dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan," ujar Ustadz Faisol. ?Bupati Pesisir Barat menyambut baik rencana kegiatan Tabligh Akbar tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung program-program keagamaan serta penguatan peran BAZNAS sebagai lembaga pengelola dana umat.
BERITA02/04/2026 | Ari beni
Tabligh Akbar Muslimat NU Kecamatan Ngaras Siap Dihadiri Bupati Dan Jajaran
Tabligh Akbar Muslimat NU Kecamatan Ngaras Siap Dihadiri Bupati Dan Jajaran
Audiensi Muslimat NU Ngaras dengan Bupati Pesisir Barat, Dukung Sukses Tabligh Akbar 4 April 2026 Pesisir Barat — Jelang pelaksanaan Tabligh Akbar yang akan digelar pada Sabtu, 4 April 2026, jajaran Muslimat NU Ngaras melakukan audiensi dengan Bupati Pesisir Barat di Gedung Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, Kamis (2/4/2026). Audiensi tersebut turut didampingi oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat Faisol Mudain yang juga menjabat sebagai Katib Syuriyah PCNU, serta Wakil Tanfidziah PCNU Pesisir Barat Agus Mawardi. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan penuh dari jajaran Nahdlatul Ulama terhadap kegiatan keagamaan yang akan dilaksanakan. Ketua pelaksana kegiatan, Juwairiyah, dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh Bupati Pesisir Barat beserta jajaran. Ia juga secara langsung mengundang Bupati dan seluruh perangkat daerah untuk hadir dan membersamai kegiatan Tabligh Akbar yang diharapkan menjadi momentum penguatan nilai-nilai keislaman di masyarakat. Kami sangat berterima kasih atas penerimaan yang luar biasa ini. Besar harapan kami Bapak Bupati beserta jajaran dapat hadir dalam kegiatan mulia ini, ujar Juwairiyah. Bupati Pesisir Barat dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan silaturahmi yang dilakukan oleh Muslimat NU Ngaras bersama para tokoh NU. Ia berharap kegiatan Tabligh Akbar dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Terima kasih kepada ibu-ibu Muslimat NU Ngaras yang telah berkunjung. Semoga kegiatan ini sukses dan membawa keberkahan bagi kita semua, ungkap Bupati. Menariknya, di akhir pertemuan, Bupati juga memberikan arahan langsung kepada jajaran pemerintah daerah agar turut mendukung kegiatan tersebut. Ia meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk ikut berpartisipasi dan hadir dalam rangka menyukseskan Tabligh Akbar. Langkah ini menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan dalam membangun kehidupan sosial dan spiritual masyarakat di Kabupaten Pesisir Barat.
BERITA02/04/2026 | Faisol Pesibar
Mari Tunaikan Zakat Infaq Shodaqohnya Melalui BAZNAS PESISIR BARAT
Mari Tunaikan Zakat Infaq Shodaqohnya Melalui BAZNAS PESISIR BARAT
AJAKAN MENUNAIKAN ZIS BAZNAS KABUPATEN PESISIR BARAT Mari kita tunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat. Menunaikan ZIS bukan hanya bentuk ketaatan kepada Allah SWT, tetapi juga merupakan wujud kepedulian sosial serta pelaksanaan amanat Undang-Undang Negara Republik Indonesia. Mari tunaikan zakat, sebagian dari rezeki kita adalah hak orang lain. Dengan menyalurkan ZIS melalui BAZNAS, kita telah: Menjalankan kewajiban agama Membantu saudara yang membutuhkan Mendukung program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan Berkontribusi dalam pembangunan kesejahteraan umat REGULASI TENTANG ZIS DI BAZNAS Pengelolaan zakat di Indonesia diatur secara resmi oleh pemerintah, antara lain: Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat Menetapkan bahwa BAZNAS adalah lembaga resmi negara yang berwenang mengelola zakat secara nasional PP No. 14 Tahun 2014 (pelaksanaan UU Zakat) Peraturan Menteri Agama No. 52 Tahun 2014 (perhitungan & pendayagunaan zakat) Regulasi terbaru menekankan prinsip: Aman syar’i Aman regulasi Aman NKRI Artinya, zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS: Dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel Disalurkan sesuai syariat Islam kepada yang berhak (mustahik) Diawasi oleh pemerintah MANFAAT MENUNAIKAN ZIS MELALUI BAZNAS Tepat Sasaran Disalurkan kepada fakir, miskin, dan 8 golongan mustahik Memberdayakan Umat Tidak hanya bantuan konsumtif, tapi juga program ekonomi produktif Mengurangi Pajak Zakat melalui BAZNAS dapat menjadi pengurang penghasilan kena pajak Transparan & Terpercaya Dikelola sesuai regulasi pemerintah dan diaudit Pahala Berlipat Membersihkan harta dan meningkatkan keberkahan REKENING RESMI BAZNAS PESISIR BARAT BSI (Bank Syariah Indonesia) No. Rek: 7265134534 a.n BAZNAS Pesisir Barat Bank Lampung (Infaq & Shadaqah) No. Rek: 3930301022284 a.n BAZNAS Infaq Shadaqah Pesisir Barat Bank Lampung (Zakat) No. Rek: 3930304057097 a.n Badan Amil Zakat Nasional Pesisir Barat KONTAK PERSON BAZNAS PESISIR BARAT Ketua Ust. Faisol Mudain 0822-8232-9450 Divisi Pengumpulan Ky. Agus Mawardi 0821-6452-1826 Divisi Penyaluran Ust. May Salko 0852-6929-4986 Divisi Pelaporan & Keuangan Ky. Drs Hadi Safrudin 0821-7991-9064 Sekretaris Sumadi, S.Pd 0852-7917-8853 Bendahara Novi Yana, S.E 0858-4130-8964 Staf BAZNAS Ari Beni, S.H → 0813-7645-8931 Febriyade, S.Pd → 0812-1969-5937 Sastra Wiratama, S.I.P → 0831-5305-8785 Syerli Marlia → 0858-3216-2775 PENUTUP Jangan tunda kebaikan. Mari salurkan ZIS kita melalui BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat. Karena di setiap rezeki yang kita miliki, terdapat hak saudara kita yang membutuhkan.
BERITA01/04/2026 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
Wujudkan Transparansi, Ketua BAZNAS Pesisir Barat Teken Kelengkapan Administrasi Tata Kelola Zakat
Wujudkan Transparansi, Ketua BAZNAS Pesisir Barat Teken Kelengkapan Administrasi Tata Kelola Zakat
KRUI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat terus berkomitmen meningkatkan kualitas tata kelola keuangan dan keterbukaan informasi publik. Pada Selasa (31/3/2026), Ketua BAZNAS Pesisir Barat secara resmi menandatangani berkas kelengkapan administrasi sebagai bagian dari upaya penguatan transparansi data organisasi. Proses penandatanganan ini mencakup laporan pertanggungjawaban penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta dokumen audit internal berkala. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dititipkan oleh para muzaki (pembayar zakat) dapat dipertanggungjawabkan secara akurat dan terbuka. Poin Utama Penandatanganan Administrasi: Transparansi Publik: Memastikan seluruh data penyaluran dapat diakses dan diverifikasi sesuai regulasi yang berlaku. Akuntabilitas: Sinkronisasi data antara administrasi fisik dengan sistem digital BAZNAS untuk meminimalisir kesalahan input. Kepercayaan Umat: Menjaga marwah lembaga sebagai badan pengelola dana umat yang amanah di Negeri Para Sai Batin dan Para Ulama. "Administrasi yang tertib adalah fondasi utama dari kepercayaan masyarakat. Hari ini kita tuntaskan verifikasi berkas agar data yang tersaji ke publik benar-benar valid dan transparan," ujar Ketua BAZNAS Pesisir Barat dalam keterangannya. Rencana Kedepan Setelah penandatanganan ini, BAZNAS Pesisir Barat berencana untuk mempublikasikan ringkasan laporan keuangan tersebut melalui kanal informasi resmi pemerintah daerah dan media massa. Hal ini bertujuan agar masyarakat luas, khususnya para pemberi zakat di Pesisir Barat, dapat melihat langsung dampak nyata dari zakat yang mereka berikan terhadap program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi umat.
BERITA31/03/2026 | Ari beni
BAZNAS Pesisir Barat Terima Kunjungan Silaturahmi Yayasan Krui Maju Sejahtera
BAZNAS Pesisir Barat Terima Kunjungan Silaturahmi Yayasan Krui Maju Sejahtera
KRUI – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat menerima kunjungan resmi dari pengurus Yayasan Krui Maju Sejahtera pada Selasa (31/3/2026). Pertemuan yang berlangsung di Kantor BAZNAS Pesisir Barat ini dilakukan dalam rangka memperkuat tali silaturahmi serta menjajaki peluang kolaborasi program sosial keagamaan di wilayah setempat. Kedatangan Ketua Yayasan Krui Maju Sejahtera beserta jajaran disambut langsung oleh Ketua BAZNAS Pesisir Barat, Ustadz Faisol Mudain. Turut mendampingi dalam penyambutan tersebut para Wakil Ketua (Waka), Sekretaris, serta jajaran staf pelaksana BAZNAS Pesisir Barat. Dalam sambutannya, Ustadz Faisol Mudain menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Beliau menekankan pentingnya sinergi antara lembaga amil zakat dengan yayasan sosial untuk memastikan penyaluran bantuan maupun pemberdayaan umat dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran di Pesisir Barat. "Kami sangat terbuka terhadap komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Yayasan Krui Maju Sejahtera. Harapannya, pertemuan hari ini menjadi langkah awal untuk program-program yang bermanfaat bagi kemaslahatan masyarakat, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan umat," ujar Ustadz Faisol. Pertemuan tersebut berlangsung khidmat dan diisi dengan diskusi ringan mengenai pemetaan potensi sosial di wilayah Krui dan sekitarnya. Pihak Yayasan Krui Maju Sejahtera juga memaparkan visi serta program kerja mereka yang diharapkan dapat diselaraskan dengan program-program unggulan BAZNAS Pesisir Barat ke depannya. Acara ditutup dengan foto bersama sebagai simbol sinergi antar lembaga dalam upaya membangun Pesisir Barat yang lebih religius dan sejahtera.
BERITA31/03/2026 | Ari beni
Perkuat Sinergi, UPZ Pesisir Utara Koordinasi Pengumpulan ZIS ke Kantor BAZNAS Pesisir Barat
Perkuat Sinergi, UPZ Pesisir Utara Koordinasi Pengumpulan ZIS ke Kantor BAZNAS Pesisir Barat
KRUI – Dalam rangka mengoptimalkan pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Pesisir Utara, Murizal, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat pada Senin (30/03/2026). Kunjungan ini disambut langsung oleh Ketua BAZNAS Pesisir Barat, Ustadz Faisol Mudain, didampingi Wakil Ketua III Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Pelaporan, Ustadz Hadi Safrudin. Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut fokus membahas strategi peningkatan capaian pengumpulan ZIS di wilayah Pesisir Utara. Poin Penting Pertemuan Dalam diskusi tersebut, terdapat beberapa agenda utama yang menjadi pembahasan: Evaluasi Pengumpulan: Meninjau sejauh mana efektivitas pengumpulan ZIS di tingkat kecamatan selama triwulan pertama tahun 2026. Sosialisasi Program: Menyelaraskan program pendayagunaan zakat agar lebih tepat sasaran bagi mustahik (penerima zakat) di Pesisir Utara. Penguatan Administrasi: Memastikan pelaporan keuangan dari UPZ ke BAZNAS kabupaten berjalan transparan dan akuntabel sesuai regulasi yang berlaku. "Sinergi antara UPZ di tingkat kecamatan dengan BAZNAS kabupaten sangat krusial. Kami berharap koordinasi ini dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan zakatnya melalui lembaga resmi," ujar Ustadz Faisol Mudain. Harapan ke Depan Ketua UPZ Pesisir Utara, Murizal, menyatakan komitmennya untuk terus menggencarkan edukasi zakat kepada masyarakat dan aparatur pekon (desa) di wilayahnya. Dengan pendampingan langsung dari pimpinan BAZNAS, diharapkan tata kelola ZIS di Pesisir Utara semakin profesional dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat.
BERITA30/03/2026 | Ari beni
Ribuan Jamaah Siap Sukseskan Pengajian Akbar Yang DiPrakarsai Oleh Muslimat NU Ngaras
Ribuan Jamaah Siap Sukseskan Pengajian Akbar Yang DiPrakarsai Oleh Muslimat NU Ngaras
BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat Rilis Berita Kegiatan Keagamaan Dalam semangat merajut ukhuwah dan memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat menyampaikan apresiasi dan dukungan atas terselenggaranya kegiatan Pengajian Akbar dalam rangka Halal Bihalal yang diinisiasi oleh Muslimat NU Kecamatan Ngaras. Kegiatan yang akan dilaksanakan pada 04 April 2026 M / 15 Syawal 1447 H di wilayah Kecamatan Ngaras ini mengusung tema: Merajut Keberagamaan dalam Membina Umat. Sebuah tema yang tidak hanya indah dalam diksi, namun juga sarat makna—mengajak setiap insan untuk menenun harmoni dalam keberagaman serta meneguhkan peran perempuan dalam membangun peradaban umat yang berakhlakul karimah. Acara ini diprakarsai oleh gabungan ibu-ibu Muslimat NU Kecamatan Ngaras, dengan dukungan penuh dari MWCNU, GP Ansor, serta badan otonom Nahdlatul Ulama lainnya. Sinergi ini menjadi cermin kokohnya barisan umat dalam menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah, sekaligus meneguhkan nilai gotong royong sebagai ruh perjuangan. Diperkirakan, kegiatan ini akan dihadiri oleh kurang lebih 1.000 jamaah ibu-ibu pengajian dari Kecamatan Ngaras. Kehadiran mereka bukan sekadar memenuhi ruang, melainkan menghidupkan majelis dengan lantunan dzikir, doa, dan harapan akan keberkahan yang melangit. Tak hanya itu, acara ini juga mengundang partisipasi dari ibu-ibu Majelis Taklim Kecamatan Ngambur dan Kecamatan Bengkunat, memperluas jalinan silaturahmi lintas wilayah, yang diharapkan mampu memperkuat persaudaraan dan persatuan umat. Menjadi lebih istimewa, kegiatan ini turut mengundang Bapak Bupati Pesisir Barat serta Ibu Bupati Pesisir Barat selaku Ketua BKMT Kabupaten Pesisir Barat, sebagai bentuk sinergi antara ulama dan umara dalam membangun masyarakat yang religius dan sejahtera. Selain itu, para pemangku kebijakan di Kabupaten Pesisir Barat juga dijadwalkan hadir, memberikan dukungan moral dan spiritual bagi keberlangsungan kegiatan keagamaan di daerah ini. Dalam perspektif yang lebih dalam, kegiatan ini bukan sekadar seremoni halal bihalal pasca Idulfitri, melainkan sebuah ruang spiritual untuk menyucikan hati, mempererat tali silaturahmi, serta memperbaharui komitmen dalam mengabdi kepada Allah SWT dan masyarakat. Ia adalah taman ruhani, tempat jiwa-jiwa bersua dalam damai, dan doa-doa bertaut dalam langit harapan. BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat memandang kegiatan ini sebagai momentum strategis untuk menguatkan nilai-nilai keumatan, serta menjadi inspirasi dalam menggerakkan kepedulian sosial dan semangat berbagi di tengah masyarakat. Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar, membawa keberkahan, serta menjadi cahaya yang menerangi langkah umat menuju kehidupan yang lebih harmonis, religius, dan penuh kasih sayang. Dalam setiap langkah silaturahmi, tersimpan rahmat Ilahi. Dalam setiap majelis ilmu, tumbuh cahaya yang menerangi hati.
BERITA28/03/2026 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
BAZNAS PESISIR BARAT Raih Penghargaan Bergengsi Lintas Nasional
BAZNAS PESISIR BARAT Raih Penghargaan Bergengsi Lintas Nasional
BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat Raih Penghargaan Nasional, Wujud Sinergi dan Keberkahan Bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mengelola zakat secara profesional dan berdampak. Kali ini, penghargaan bergengsi diberikan kepada BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat atas partisipasinya dalam pelaksanaan Indeks Zakat Nasional (IZN) dan Kajian Dampak Zakat 2025, dengan capaian nilai 0,71 (bertumbuh). Piagam penghargaan tersebut secara resmi ditetapkan di Jakarta pada 23 Februari 2026 dan ditandatangani oleh Ketua BAZNAS RI, Noor Achmad. Penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan zakat di Kabupaten Pesisir Barat tidak hanya berjalan, tetapi juga tumbuh dan memberi dampak yang signifikan bagi masyarakat. Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat, Faisol Mudain, menegaskan bahwa capaian ini bukanlah hasil kerja satu pihak semata. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan ini adalah buah dari kebersamaan: Ini semua adalah berkah dari Allah SWT yang hadir melalui ikhtiar dan kerjasama yang baik dari seluruh stakeholder BAZNAS Pesisir Barat. Mulai dari pemerintah daerah, para muzaki, relawan, hingga masyarakat luas yang terus mempercayakan zakatnya. Tanpa kebersamaan ini, capaian ini tidak mungkin terwujud. Menurutnya, sinergi adalah ruh dari keberhasilan. Ketika hati-hati bersatu dalam niat yang sama—mengangkat derajat sesama—maka setiap langkah menjadi ringan, setiap program menjadi bermakna, dan setiap hasil menjadi keberkahan. Memahami Indeks Zakat Nasional (IZN): Angka yang Mengandung Makna Indeks Zakat Nasional (IZN) bukan sekadar angka statistik. Ia adalah cermin dari denyut kehidupan umat, ukuran sejauh mana zakat mampu mengalir dari tangan yang memberi kepada hati yang membutuhkan. Secara konseptual, IZN adalah instrumen yang mengukur kinerja pengelolaan zakat secara nasional, mencakup aspek pengumpulan, pendistribusian, pendayagunaan, hingga dampaknya terhadap kesejahteraan mustahik. Namun jika dilihat dari sudut pandang filosofis dan agamis, IZN adalah lebih dari itu. IZN adalah: Jejak keikhlasan yang terukur dalam angka, namun terasa dalam jiwa Bahasa sunyi dari sedekah, yang berbicara melalui perubahan hidup seseorang Jembatan antara langit dan bumi, di mana doa mustahik bertemu dengan keikhlasan muzaki Nilai 0,71 (bertumbuh) bukan hanya menunjukkan peningkatan kinerja, tetapi juga menandakan bahwa zakat telah mulai bertransformasi dari sekadar bantuan menjadi kekuatan pemberdayaan. Di balik angka itu, ada senyum yang kembali merekah, ada harapan yang kembali tumbuh, dan ada kehidupan yang perlahan bangkit dari keterbatasan menuju kemandirian. Zakat sebagai Cahaya Peradaban Dalam perspektif spiritual, zakat bukan sekadar kewajiban, melainkan jalan penyucian. Ia membersihkan harta, menenangkan jiwa, dan menumbuhkan empati. Ketika zakat dikelola dengan baik, ia menjelma menjadi cahaya yang menerangi peradaban. Apa yang diraih BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat hari ini adalah bukti bahwa ketika amanah dijaga, kepercayaan akan tumbuh. Ketika kerja dilakukan dengan hati, hasilnya tidak hanya terlihat—tetapi juga terasa. Dan pada akhirnya, penghargaan ini bukanlah garis akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk terus menghadirkan manfaat yang lebih luas, lebih dalam, dan lebih bermakna bagi umat. Sebab zakat, pada hakikatnya, adalah cinta yang menemukan jalannya.
BERITA26/03/2026 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
BAZNAS PESISIR BARAT Sampaikan Laporan Pertanggung Jawaban
BAZNAS PESISIR BARAT Sampaikan Laporan Pertanggung Jawaban
BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat Sampaikan Laporan Pertanggungjawaban: Menjaga Amanah, Meneguhkan Syariat, dan Taat Regulasi Pesisir Barat — Dalam semangat menjaga amanah umat dan meneguhkan nilai-nilai keadilan sosial, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pesisir Barat secara resmi telah menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepada BAZNAS Provinsi Lampung atas penyaluran dana zakat yang bersumber dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Lampung, serta distribusi bantuan dari BAZNAS RI berupa 75 karung beras dengan masing-masing berat 5 kilogram. Laporan tersebut disusun secara sistematis, transparan, dan akuntabel, dengan pendekatan by name by address, memastikan bahwa setiap mustahik (penerima zakat) terdata secara jelas, tepat sasaran, dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Hal ini menjadi wujud nyata dari prinsip kehati-hatian (prudential principle) dalam pengelolaan dana umat, sekaligus implementasi nilai ihsan dalam pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan. Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat menegaskan bahwa seluruh proses penghimpunan, pengelolaan, hingga pendistribusian dana zakat telah dilaksanakan dengan berpedoman pada tiga pilar utama: aman syar’i, aman regulasi, dan aman dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Secara syar’i, pendistribusian zakat telah memenuhi ketentuan delapan asnaf sebagaimana diatur dalam Al-Qur’an, dengan mengedepankan prinsip keadilan dan kemaslahatan. Setiap bantuan yang disalurkan bukan sekadar memenuhi kebutuhan material, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian dan martabat mustahik. Dari sisi regulasi, seluruh aktivitas BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat merujuk pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, serta peraturan turunan yang mengatur tata kelola kelembagaan, pelaporan, dan akuntabilitas publik. Dengan demikian, setiap langkah yang diambil tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga memiliki legitimasi hukum yang kuat. Sementara itu, dalam konteks kebangsaan, pengelolaan zakat diposisikan sebagai instrumen strategis dalam mendukung program pembangunan nasional, khususnya dalam pengentasan kemiskinan dan penguatan ketahanan sosial masyarakat. Hal ini menegaskan bahwa zakat tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga memiliki kontribusi nyata dalam menjaga keutuhan dan kesejahteraan NKRI. Sebagai bentuk penghargaan dan rasa syukur, Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat menyampaikan ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi Lampung atas dukungan, kepercayaan, dan sinergi yang telah terjalin dengan baik. Bantuan yang diberikan menjadi bukti nyata kolaborasi lintas tingkat dalam mengoptimalkan potensi zakat demi kesejahteraan umat. Zakat adalah jembatan kasih antara yang mampu dan yang membutuhkan. Amanah ini bukan sekadar ditunaikan, tetapi dijaga dengan sepenuh hati dan tanggung jawab, ungkap Ketua BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat. Dengan tersampaikannya laporan ini, BAZNAS Kabupaten Pesisir Barat meneguhkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat, demi terwujudnya masyarakat yang adil, sejahtera, dan diridhai Allah SWT.
BERITA26/03/2026 | Humas BAZNAS PESISIR BARAT
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Pesisir Barat.

Lihat Daftar Rekening →